GantiGol

Ada Tanya Dari Rangga, Kecewa Nggak?

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Bung+Nona sekalian sudah nonton sekuel film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2)? Kalau belum, maaf jika rada-rada berbau spoiler sedikit. Dalam film berjudul tersebut, meski secara tak terang-terangan menyebut nama, sempat tersinggung pemilihan presiden (pilpres).

Dalam sebuah adegan, Rangga menuturkan bahwa hatinya selalu di Indonesia, meski ia cukup lama tinggal di New York. Sebagai buktinya, ia ikut dalam proses pilpres terakhir, yakni Pilpres 2014. Dan, presiden pilihannya sama dengan apa yang dipilih Cinta. Pertanyaan menggelitik sempat diutarakan Rangga dalam adegan tersebut. “Kecewa nggak?”.

Pertanyaan itu jelas dapat ditafsirkan bahwa pilihan kedua insan yang digoda rasa ingin balikan itu adalah: yang sukses menjadi presiden. Yakni, Joko Widodo lah yang dimaksud jawaban Rangga dan Cinta dalam senyum-senyum kecil keduanya.


Sumber Gambar: Mirles

Pertanyaan itu juga tetap menggelitik jika dilemparkan ke hati sanubari masyarakat sepakbola. Maklum, setelah Jokowi, menjadi presiden, ada saja efeknya untuk sepakbola kita; dikeluarkan dari keanggotaan FIFA dan Indonesia tak memiliki liga.

Usaha Jokowi dalam mengisi kekosongan liga dengan menggelar turnamen tak jemu-jemu memang menjadi sebuah proses yang harus kita nikmati. Namun, bagaimana kita bisa menikmati proses tersebut jika The Jokowi Effect selalu berdampak buruk bagi sebuah tim?

Sudah menjadi catatan fakta dan sejarah GANTIGOL bahwa sebuah tim tuan rumah pembukaan selalu gagal ke final jika Jokowi melakukan kick off seremonial sebuah turnamen.

Itu jika melakukan sepak mula. Jika Jokowi datang ke stadion tanpa menendang bola pun, tim itu tetap terkena dampak buruk. Tim juara sekelas Persib Bandung sudah merasakan efek itu ketika mereka gagal menjadi juara Piala Bhayangkara dan di final 2015.

Pertanyaan Rangga "Kecewa nggak?” itu tadi bisa juga kita arahkan kepada tim dan pendukung macam Perserang Serang, Bali United, Arema Cronus, dan Persib Bandung.

Fakta di atas seharusnya cukup membuat Jokowi sadar diri. Bahwa ia sebaiknya tak membuka turnamen jangka panjang berjudul Indonesian Socer Championship 2016 (ISC 2016). Itu jika memang ia menaruh perhatian dengan sepakbola dan masyarakat Papua.

Jokowi selaiknya tak perlu repot dan merepotkan paspampres serta jajaran Pegawai Negeri Sipil terkait hanya untuk sekadar melakukan seremonial basa-basi di Stadion Mandala Jayapura. Bisa-bisa Persipura terkena efek gagal juara juga.

Lebih-lebih lawan Persipura dalam partai pembuka itu adalah Persija Jakarta. Sebuah tim besar ibukota yang harus menjadi musafir di turnamen ISC ini. Sebuah klub yang masih menanti janji Jokowi untuk dibangunkan sebuah stadion sebagai kandang Macan Kemayoran.

Kalau Jakmania dan Persija ditanyain Rangga pertanyaan tadi, jawaban mungkin sudah terlihat jelas. Eh kalau Bung+Nona sekalian gimana, “Kecewa nggak?”.

Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana