GantiGol

Footgolf, Menyatunya Sepakbola dengan Golf

sumber gambar: AFP
Sebarkanlah:

Apa jadinya jika olahraga sepakbola dan golf dijadikan satu? Jadinya adalah footgolf, dan mungkin jika di-Bahasa Indonesia-kan: sepakgolf.

Olahraga ini berbeda dari sepakbola dan berbeda pula dari golf. Tetapi keduanya berkaitan.

Tidak ada gerakan seperti dribble, tackle atau menyundul pada olahraga ini. Dimainkan mirip seperti golf, tetapi menggunakan bola sepak dan tidak dipukul menggunakan stick melainkan disepak. Ditendang.

Footgolf, tentu saja, dimainkan di lapangan golf. Sementara yang dijadikan gawang adalah lubang dengan diameter sekitar 53 centimeter dan berjumlah 9 sampai 18 lubang.

Cara memainkannya pun cukup mudah. Dimulai dengan menendang bola dari tee box dan memasukkan bola ke dalam lubang. Mirip dengan tendangan bebas sepakbola, tapi pagar hidup yang menjadi halangan adalah pepohonan tinggi, genangan air, hingga kubangan lumpur.


Meski terhitung cabang olahraga baru, dan asing bagi kita, ternyata eh ternyata olahraga ini cukup lama ditemukan. Tepatnya pada tahun 2009 lalu.

Si sepakgolf ini sudah punya federasi tingkat dunia juga lho. Namanya, Federation for International Footgolf (FIFG). Bahkan mereka sudah menyelenggarakan Piala Dunia footgolf, dan event empat tahunan ini telah berhasil dilaksanakan sebanyak dua kali.

Yang pertama, pada tahun 2012 dengan tuan rumah Hungaria. Juaranya untuk kelas individu kala itu direbut oleh pemain tuan rumah, Bela Yengyel.

Sementara yang kedua diadakan 6-10 Januari 2016 lalu di Argentina.Tim Amerika Serikat keluar sebagai juara di kategori tim dan Christian Otero (Argentina) di kategori individu.

FIFG terus mengembangkan regulasi demi regulasinya. Sementara yang cukup nyentrik sih urusan jersey. Di footgolf, kaus tempur pemain diwajibkan campuran dari sepakbola dan golf. Untuk atasan, harus seperti pemain golf, bermodel polo-shirt (berkerah), sementara bawahan celana pendek ditambah dengan kaos kaki panjang dan sepatu bola tanpa pul.

Berbagai arena untuk footgolf pun mulai dibangun di beberapa negara dan cukup banyak menarik minat. Maklum, lebih murah daripada golf.

Seperti dijelaskan oleh pemilik arena Footgolf Haggin Oaks, Mike Woods, bahwa 60% orang yang bermain footgolf belum pernah datang ke tempat golf sebelumnya. Footgolf kemudian dipilih menjadi alternatif daripada golf yang peralatannya sangat mahal. Dengan footgolf Bung hanya perlu membeli sepatu biasa saja sudah bisa bermain sembari menikmati pemandangan alam yang segar.

Meski di Indonesia belum ada arenanya, tapi jika Bung tertarik dengan permainan ini, silakan mulai mencoba-cobanya dengan berlatih memasukkan bola ke dalam lubang. Mulai berlatih persiapan siapa tahu nanti dibangun arenanya dengan pemandangan lebih indah: ada mbak-mbak caddy. 


Sebarkanlah:

Penulis

GantiGol

Menurut Ngana