GantiGol

Garis Setengah Lingkaran dan Peluang Mendapatkan Bola Muntah Pasca Penalti

sumber gambar: Spotonentertaintment
Sebarkanlah:

Yang lalu, telah aku bahas tentang titik penalti yang jaraknya 11 meter dari gawang itu. Kini, aku ingin membahas setengah lingkaran di depan kotak penalti.

Garis setengah lingkaran di depan kotak penalti itu memang sengaja dibuat dan tentu saja ada fungsinya. Memang, garis tersebut bukan berbentuk lingkaran penuh. Kenapa hanya setengah lingkaran, itu semua ada maksudnya.

Bukan. Bukan karena para perancang aturan bermain bola malas untuk membentuknya menjadi lingkaran penuh. Bukan pula hanya sebagai hiasan agar komposisi garis lapangan bola menjadi sedap dipandang mata.

Garis itu berfungsi untuk menyamakan jarak.


Manakala sebuah tim mendapatkan hadiah tendangan penalti, maka, hanya dua pemain yang boleh berada dalam kotak penalti, yaitu si penendang dan kiper saja. Pemain lain harus berada di luar kotak penalti.

Nah, garis itulah yang kemudian difungsikan sebagai pengatur jarak. Dimana setiap pemain yang tidak terlibat dengan bola paling dekat berjarak 9,15 meter dari titik putih, tempat dimana bola diletakkan sebelum dieksekusi.

Selain itu, para pemain juga tak boleh mendekat ke arah bola sebelum sang algojo penalti melakukan sepakan. Oleh karena itu, semua pemain yang  berjaga menunggu bola muntah, harus tetap berdiri di radius 9,15 meter sebelum penendang melakukan tugasnya.

Dengan demikian, dalam kasus berjaga-jaga menunggu bola muntah, kecepatan dan insting membaca pantulan bola menjadi penting. Sebagai antisipasi kalau saja tendangan penalti tersebut dapat dimentahkan dan tetap berada dalam lapangan pertandingan.

Emre Can, akhir pekan lalu (29/11), telah memberikan contoh dalam menyiasati antisipasi bola muntah tendangan penalti. Pada pertandingan melawan Swansea City itu, dan Liverpool mendapat hadiah penalti, Can mengambil ancang-ancang jauh dari setengah lingkaran. Ketika James Milner bersiap menendang penalti, pemain asal Jerman itu tak ikut berdesak-desakan dengan pemain lain di garis setengah lingkaran. Ia memilih sedikit lebih mundur.

Alasannya adalah, ia mencari ancang-ancang untuk berlari mengejar bola kalau saja tembakan Milner meleset. Karena, dengan ancang-ancang yang baik, ia akan mendapat kecepatan yang sempurna saat mengejar bola. Bisa dilihat juga, Can akhirnya menjadi orang terdekat Milner saat melakukan selebrasi.

Memang, usaha Can itu kemudian tak terlalu dibutuhkan, namun, apa yang dilakukan oleh gelandang serba bisa itu merupakan contoh bagus dalam mengantisipasi bola muntah. 

Sebarkanlah:

Penulis

Sophie van der Lul Namaku berakhiran Lul, karena ibu, bapak, kakek, buyutku dari Lul. Untung bukan dari Lebak Bulus, bisa-bisa jadi van der Lebak Bulus namaku. Ah apapun itu yang penting aku Sophie, Sopan tapi hepie

Menurut Ngana