GantiGol

Hijrah ke NFL karena Di-PHP Everton

sumber gambar: GettyImages
Sebarkanlah:

Fenomena perekrutan atlet-atlet dari berbagai cabang olahraga oleh klub-klub National Football Leagu (NFL), memang marak terjadi. Tak terkecuali sepakbola. Maklum, di Amrik, soccer masih lah kalah kelas dibandingkan basket dan american football.

Bajak membajak pemain sepakbola ke NFL ini juga kerap melanda tim nasional Amerika (USMNT), terutama kiper. Jika dulu kiper utama USMNT di Piala Dunia 1994, Tony Meola, masih tak tergoda dan kembali bersepakbola, penerusnya di gawang Amerika, Josh Lambo, tidak. Anak didik kiper Everton, Tim Howard, ini lebih memilih berubah haluan dari sepak bola menuju NFL.


Tony Meola-Getty Images

Padahal, Lambo digadang-gadang sebagai pengganti Howard untuk menjaga gawang USMNT kelak. Pemain kelahiran Michigan, Amerika ini sempat bermain untuk tim nasional Amerika U17 dan U20 dengan total 6 caps.

Bahkan pada Piala Dunia U17 edisi 2007 di Korea Selatan, ia terpilih menjadi Man Of The Match saat berhadapan dengan Belgia yang saat itu dihuni oleh Eden Hazard dan Christian Benteke.

Namun siapa sangka, berpindahnya Lambo ke american football, tak lain karena harapan yang kandas di Liga Premier Inggris (EPL).

Kisah gantung sepatu dini dari Lambo ini bermula karena lawatan Everton ke Amerika Serikat saat pra musim tahun 2006. Atas rekomendasi dari Tim Howard, Lambo yang kala itu masih berusia 16 tahun itu pun mengikuti trial di Amerika guna meretas jalan ke Merseyside.

Tapi ternyata Everton hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu). Pada November 2006, Lambo diundang ke Inggris untuk menandatangani kontrak. Sayang ketiadaan paspor Eropa membuat pembicaraan kontrak tertunda.

Untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak. Pada tahun berikutnya ketika pemain yang mengawali karir senior di FC Dallas itu sudah melengkapi dokumen paspor Eropanya, The Toffees sudah berubah pikiran dan menolak. Lambo di-PHP Everton!

Lambo kemudian terpaksa mengikuti trial di Sheffield United yang berlaga di divisi League One. Tapi nasib baik tak menghampirinya di Inggris. Kiper yang pernah mengalami patah rahang saat debutnya bersama tim nasional Amerika ini memutuskan gantung sepatu pada usia yang sangat muda, 20 tahun.

Meninggalkan sepakbola, ia memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya sekaligus bergabung bersama klub American football, A&M Aggies, di kampusnya.

Setelah melalui musim yang mengesankan di A&M Aggies, Lambo mendapatkan undangan untuk mengikuti trial yang diadakan oleh NFL. Adalah tim San Diego Chargers, yang kemudian meminangnya dan menjadi klub pertamanya di tim NFL pada awal musim 2015 lalu.

Lambo kini menjadi tulang punggung Chargers. Posisi penendang utama, yang sebelumnya dipegang oleh Nick Kovak, sudah berhasil direbutnya. Ia pun tetap nyaman bersama american football dan mulai meninggalkan dunia soccer, sejalan dengan tutupnya tabloid sepakbola Indonesia dan laman Dunia Soccer.

Rejeki memang sudah ada yang mengatur, ya kan Lambo? 

Sebarkanlah:

Penulis

GantiGol

Menurut Ngana