GantiGol

Hormat Ala NAZI Saat Indonesia Raya di Piala Jendral Sudirman

sumber gambar: NET.TV
Sebarkanlah:

Gambar tangkapan layar di atas terjadi saat Indonesia Raya berkumandang di stadion I Wayan Dipta, Selasa (17/11). Tepatnya sebelum laga Semen Padang melawan Persipura Jayapura pada ajang Piala Jendral Sudirman.

Gestur yang unik dari seorang suporter itu kemudian disalah-salahkan. Karena gestur itu bentuk hormat dari fasis dan NAZI yang dikenal dengan “Sieg Heill”. Sebuah bentuk penghormatan sebagai penyerhaan diri di bawah Adolf Hitler.

Secara undang-undang, apa yang ditunjukkan suporter tersebut memang tidak bisa dibenarkan. Apalagi saat dikumandangkan Indonesia Raya. Jelas bertentangan dengan UU RI No 24 Tahun 2009 tentang  Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan.

Dalam pasal 62 undang-undang tersebut disebutkan bahwa, “Setiap orang yang hadir pada saat Lagu Kebangsaan diperdengarkan dan/atau dinyanyikan, wajib berdiri tegak dengan sikap hormat.”

Di dalam penjelasannya juga disebutkan kalau yang dimaksud dengan ”berdiri tegak dengan sikap hormat” pada waktu lagu kebangsaan diperdengarkan adalah: “berdiri tegak di tempat masing-masing dengan sikap sempurna, meluruskan lengan ke bawah, mengepalkan telapak tangan, dan ibu jari menghadap ke depan merapat pada paha disertai pandangan lurus ke depan.”

Tapi meski si bocah hormatnya salah, tak perlu lah sampai main hakim sendiri dan melakukan bully. Atau malah mention akun-akun keamanan seperti ini.

Sebagaimana kita pahami, asas praduga tak bersalah masih lah perlu digunakan untuk bereaksi terhadap aksi bocah -yang sudah kami ketahui akun Twitternya, suporter klub mana, tapi enggan kami beberkan- itu.

Siapa tahu, sebagai suporter, ia sering absen upacara bendera tiap hari Senin. Telat ke sekolah karena malamnya begadang nonton bola di tipi. Nah kan, ujung-ujungnya sepakbola yang kena.

Siapa tahu juga, penyebaran undang-undang di Indonesia tak sampai ke tangannya. Atau ia lebih suka membeli majalah atau browsing tentang sepakbola daripada mengurusi hal-hal terkait kewarganegaraan. Who knows?

Mungkin, yang perlu kita lakukan adalah memberi contoh padanya. Kita mulai dari diri kita sendiri dengan bagaimana bersikap sesuai undang-undang saat Indonesia Raya dikumandangkan. Atau melakukan hormat saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan.

Memberi contoh seperti PS TNI ini. Selebrasi gol saja dengan hormat sebagaimana hormatnya warga negara Indonesia kepada Bendera Merah Putih dan hormat kepada atasan di militer.


Sumber Gambar: Bola.com

Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana