GantiGol

Interview With Bill Shankly, Liverpool Riwayatmu Kini

sumber gambar: Liverpoolecho
Sebarkanlah:

Rabu 2 September kemarin adalah hari ulang tahun manager paling disegani dan tersukses dalam sejarah Liverpool, Bill Shankly. Kebesarannya yang mengantarkan The Reds menjadi juara liga Inggris dua kali berturut-turut, belum ada yang mampu menyamai hingga kini.

Tepat di hari ulang tahunnya itu, mBah Jalank mencoba datang ke makam Bill untuk memberikan selamat. Tapi sayang. Bill tengah sibuk karena membalas satu-satu ucapan dan doa dari Liverpudian sedunia. Dan, demit kesayangan kita itu tak mampu menembus gelombang energi dari doa tersebut.

Memang, meski sudah wafat, nama Bill terhitung abadi di penggemar LFC. Kalau Liverpool diibaratkan sebuah keyakinan, maka Bill adalah nabi. Begitu kata para Liverpudian. Setiap omongannya adalah petuah dan titah dan buku “Red or Dead” darinya adalah kitab suci.

Karena kebesaran namanya pulalah, mBah Jalank, masih teguh pada niatnya untuk sowan ke arwah dari pria bernama lengkap William Shankly ini. Esoknya, ia datang lagi ke makam Bill di Anfield Cemetery. Kali ini lebih mudah karena memang bertepatan dengan Kamis Kliwon atau malam Jumat Legi kemarin (3/09). Hari di mana para arwah dengan gampang keluar tanpa diundang. Dan lagi, gelombang ucapan doa untuk Bill mulai sedikit berkurang.

Dengan hati-hati, mBah Jalank menghampiri Bill yang tengah nongkrong di atas pusaranya. Meski lebih tua beberapa abad dari segi umur arwah, mBah Jalank tetaplah segan dengan gelegar suara Bill yang dahsyat itu. Agak ragu, demit kesayangan kita ini mengulurkan tangannya guna membuka percakapan di bawah ini. (BJ=mBah Jalank, BS=Bill Shankly).

BJ: Selamat Ulang tahun Bill. Semoga panjang umur
BS: *melirik tajam sembari menerima uluran tangan Panjang umur apaan. Aku udah mati gini.
BJ: Waduh iya ya. Tapi masak semoga panjang kubur sih?
BS: Nah itu lebih tepat. Kuburanku udah mulai sempit dan pendek gini. Kurang lebar dan panjang. eh Eh kau punya channel kuburan baru deket stadion sini tak? Kau kan demit lama.
BJ: Wah aku jarang main ke Inggris. Lha bola Inggris udah bisa diakses dari Indonesia. Kalau mau di Indonesia banyak kuburan, mau yang viewnya hadap laut, mau yang..
BS: Ah Indonesia. Sudah, sudah. Aku cari yang di Inggris aja
BJ: Tapi Pudian banyak juga lho di Indonesia
BS: Iya tahu, tapi ah malas aku kalau Indonesia. Anfield adalah hidup dan matiku. Lupa kau sama kalimatku dulu itu?
BJ: Eh ngomong-ngomong Anfield, gimana itu Liverpool sekarang menurutmu?

Halaman
Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana