GantiGol

Interview with Hernan Cortez, Sejarah Bola

sumber gambar: HDwalpaperfactory
Sebarkanlah:

Sejarah siapa yang kali pertama menemukan sepakbola terus menjadi perdebatan laksana kusir: berdebat tentang arah sembari terus jalan, tapi sebenarnya tak tahu jalan. Dua bangsa yang mengerucut menjadi dua negara sama-sama mengaku mereka yang kali pertama menemukan sepakbola: Inggris dan China (yang menyebutnya dengan tsu chu).

Agar tak ikut-ikutan menjadi kusir, ada baiknya klaim keduanya kita iyain saja. Toh sejarah juga membuktikan bahwa keduanya tak pernah menang di Piala Dunia sepakbola.

Tapi, demi pembelajaran nalar bangsa ini yang kadung suka kecap dan senang ngecap, nge-iyain keduanya belum cukup. Mbah Jalank terpaksa turun tangan membenahi tata tertib nalar itu. Logikanya sebelum ada sepakbola, tentu harus ditelusuri siapa yang kali pertama menemukan bola.

Tanpa dipanggil dengan macam-macam sesajen, Mbah Jalank tiba-tiba datang ke redaksi GANTIGOL pada tengah malam Kamis Pahing 6 Agustus lalu. “Demi nalar bangsa, aku terpaksa turun,” ucap Mbah Jalank pada Malam

“Lhoh mbah. Kok nggak ada sesajen tiba-tiba datang. Ini juga bukan malam Jumat Legi,” sahut Rikma Peksi, Pimpred GANTIGOL.

“Ngomong sajan sajen kalian tahu apa itu artinya? Dari bahasa mana? Artinya apa? Ha?!” damprat Mbah Jalank disertai angin kencang.

“Sabar Mbah. Sabar,” jawab Sophie van Der Lul, satu-satunya wanita di redaksi kami.

“Sesajen itu artinya sajian kan, Mbah. Seserahan dan sesembahan untuk para arwah macam Mbah,” kali ini Sidharta Galatama mencoba menengahi.

“Salah! Itu salah kaprah. Sajen itu istilah bahasa Jawa yang diciptakan Raden Mas Said,” Mbah Jalank kemudian duduk. Pandangannya kosong, mengenang masa lalunya kala ia sering menemani Raden Mas-nya itu menjaga sungai.

“Menurut Raden Mas, sesuai perintah rasul, muslim harus mendoakan orang tua dan sesamanya yang sudah mati dan dikubur. Kuburan itu seperti penjara karena mereka menunggu dibangkitkan lagi. Nah, kalau ada saudara kita dipenjara apa kalian diam saja. Tak mau mengiriminya dengan makanan dan doa?”

“Lalu Raden Mas memplesetkan bahasa Arab dari penjara, sijnun, menjadi sajen. Yang penting bukan makanannya, tapi doanya.”

“Sudah-sudah lain kali saja aku cerita makanan. Kali ini aku datang bawa ini,” ujar mbah Jalank menyerahkan sebuah bungkusan.

Dengan gemetar dan hati-hati, Kusni Kasbon mengambil bungkusan dari tangan Mbah Jalank dan dibuka olehnya. “Kaset mbah?” ujarnya setengah tak percaya.

“Iya. Kenapa? Itu memang yang 60 menit, itupun bekas. Aku terpaksa mengganjal lubangnya dengan kertas biar bisa buat ngrekam lagi.”

“Maksudnya kaset ini apa mbah?” jawab Kusni.

“Itu rekaman wawancaraku dengan Hernan Cortez, pelaut Spanyol yang dibilang penemu bola. Empat puluh malam lalu aku ketemu dia di konfrensi demit dunia. Dia tahu tentang sejarah ditemukannya bola. Sebelum lahir sepak bola, voli, basket, bekel dan lainnya.”

“Kalian teruskan transkrip itu ke pembaca kalian. Aku mau ke Murdor dulu ketemu Gandalf.”

“Tapi Mb...” belum selesai Kusni berbicara, Mbah Jalank sudah hilang. Pun baunya yang wangi memenuhi ruangan.

Halaman
Sebarkanlah:

Penulis

Mbah Jalank Demit yang hidup ribuan tahun dan diam-diam suka nonton bola di tribun VIP dekat mbak-mbak istri pemain. Hmmm...

Menurut Ngana