GantiGol

Jandia dan Teguh, Mana yang Lebih Pantas ke Timnas?

sumber gambar: Gantigol
Sebarkanlah:

Andrytani kemungkinan besar akan menjadi kiper utama Timnas Indonesia menyusul cederanya Kurnia Meiga. Tapi kita tidak akan membahas keduanya, atau malah Dian Agus Prasetya. Yang akan kita bahas kali ini adalah Teguh Amiruddin dan Jandia Eka Putra.

Manakah di antara keduanya yang lebih pas didaftarkan Piala AFF 2016 jika Kurnia Meiga benar-benar absen nantinya?

Teguh sendiri dipanggil Alfred Riedl untuk melengkapi kuota tiga penjaga gawang Timnas ketimbang kiper-kiper lain yang sempat dipanggil seperti I Made Wirawan dan Jandia Eka Putra.

Made, selain cenderung menurun (dua kali kebobolan empat gol di ISC), Riedl terhalang kuota pemanggilan pemain Timnas yang tersebutkan: maksimal dua pemain per klub. Karena PERSIB sudah menyerahkan Zulham Zamrun dan Rudolof Yanto Basna, Made pun harus rela tak bergabung.

Bidikan pun mengarah ke Jandia. Kiper Semen Padang ini memang punya kans dipanggil mengingat kinerjanya membuat Semen Padang bersama Arema Cronus menjadi tim yang paling sedikit kebobolan di ISC sampai sejauh ini. Selain itu, pemain tim Kabau Sirah juga hanya satu yang terpanggil, yakni Irsyad Maulana.

Namun Jandia tak bisa dibawa dan 'sas-sus' pun beredar. Mulai Riedl tak suka attitude --di ISC Jandia sempat mendapatkan larangan tampil empat laga karena memukul wasit--, hingga Semen Padang tak mengijinkannya. Teguh pun menjadi pemain yang tersisa untuk dipanggil Riedl.

Polemik sempat tercipta karena pemanggilan Teguh. Maklum, di ISC ia jarang mendapatkan kesempatan tampil sebagai penjaga gawang PS TNI. Dari 18 laga yang sudah dimainkan, Teguh hanya tampil empat kali. Parahnya, dari penampilan tersebut ia sudah kebobolan delapan kali dan hanya sekali meraih cleansheet.

Jika dibandingkan, di ISC, Jandia memang lebih baik.

Tapi Teguh sebenarnya punya modal kenapa ia layak untuk dipanggil. Ia memiliki pengalaman lain bersama Timnas saat di SEA Games 2015 lalu. Dipanggil sebagai penjaga gawang cadangan, ia malah naik menjadi penjaga gawang utama sejak laga kedua hingga Indonesia tersingkir dari Thailand di semifinal.

Memang Timnas U-23 tak menuai prestasi di ajang tersebut, tapi setidaknya Teguh sudah punya pengalaman dan mampu menunjukkannya. Dari segi usia, ia juga lebih muda. Sepertinya, kita yang nggak setuju dengan ditunjuknya Riedl sebagai pelatih Timnas kali ini harus legawa untuk urusan kiper cadangan ini, Teguh memang lebih pantas.

Ia mengulangi seperti di SEA Games merebut posisi penjaga gawang utama dan menyalip Andrytani atau Dian Agus, who knows?

Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Gantistats Sepakbola bukan matematika, tapi sepakbola butuh matematika. Demikian.

Menurut Ngana