GantiGol

Jose Lawan Josep, Derby Barca di Manchester

sumber gambar: designed by Gantigol
Sebarkanlah:

Konon, semua manusia pada dasarnya saudara. Tak heran jika perang saudara selalu mengusik hati kita untuk mengikuti dan bahkan menikmatinya. Begitu juga dengan perseteruan saudara ‘sepersusuan’ antara Jose Mourinho dan Josep Guardiola di jagat sepakbola.

Permusuhan Jose versus Josep akan selalu akbar di jagat olah si kulit bundar. Semua mata publik sepakbola akan langsung tertuju pada mereka saat keduanya bertemu atau akan dipertemukan. Tidak dipertemukan dan terpisah kalangan saja keduanya akan selalu diseterukan, dibanding-bandingkan dengan data atau opini yang bisa saja dibesar-besarkan.

Dapat dibilang, Jose dan Josep adalah saudara seinduk, sepersusuan taktik dalam semangan Barcelona. Tumbuh, paham dan besar dengan balutan kasih sayang Blaugrana. Lambat laun, dengan segala kejayaan yang didapatkan sang induk semang, keduanya sama-sama mematri dalam diri untuk membalas budi Barca dengan pengabdian bernama prestasi.

Demi mewujudkannya, Jose terlebih dulu merantau ke Benfica, Porto hingga Chelsea. Sementara Josep tetap mengasah diri di Barcelona.

Dan, permusuhan keduanya pun ditakdirkan pada 2008 ketika Barcelona membutuhkan tukang racik strategi demi meneruskan kejayaannya. Jose yang didepak Chelsea dipanggil pulang, coba dibangingkan dengan Josep. Kedua saudara itu pun bertemu satu ruangan dan sama-sama unjuk kebolehan dalam mempresentasikan rencana mereka.

Singkat kata, Barcelona lebih memilih Josep sang adik yang lebih kalem dan selaras dengan Barcelona. Jose tidak dipilih karena perangainya yang lebih suka nyinyir terutama jika berhadapan dengan media.

Jose pulang tidak dengan berdada lapang. Ia murka, segala prestasi yang pernah ditunjukkannya di Porto dan Chelsea dianggap sia-sia. Josep kini tak lagi dianggapnya sebagai adik yang harus dibimbing melainkan pesaing yang harus dikalahkan.

Murka itu makin melecut Jose untuk terus menuai prestasi di luar Barcelona. Inter Milan diantarkannya meraih treble hingga tawaran dari Real Madrid datang. Sisa-sisa kemurkaan pada Barcelona membuatnya memilih tawaran dari lawan yang merupakan seteru abadi Barcelona. Jose membelot!

Pilihan itu pun membuat permusuhan keduanya makin panas dan akbar di jagat sepakbola karena Josep yang menangani Barcelona. El Clasico kini bukan hanya antara Barca dan Real, tapi Josep melawan Jose si pembelot.

Meski kerap bertemu, namun perseteruan keduanya tak pernah membosankan untuk diikuti. Pun ketika keduanya dipisahkan liga, Josep ke Jerman bersama Bayern Muenchen dan Jose kembali ke Chelsea.

Lalu, kini keduanya kembali dipertemukan di Inggris dan satu kota Manchester. Tapi keduanya yang sudah ditakdirkan berlawanan akan kembali menjadi seteru, lebih panas, sekota. Jose membela Manchester Merah sedangkan Josep bersama Manchester Biru. Ah, sebentar... biru dan merah, bukankah itu Blaugrana? Itu warna Barcelona! Jose dan Josep juga berasal dari sana.

Jadi, boleh dibilang, Derby Manchester kali ini adalah Derby Barcelona. Hehehe.

Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana