GantiGol

Ketika Leicester Dicurigai Pengaturan Skor

sumber gambar: Sudah cukup jelas di watermark
Sebarkanlah:

Apa yang diraih Leicester City di Liga Premier Inggris (EPL) musim ini memang mengejutkan. Karenanya, tak heran jika ia disebut tim dari negeri dongeng lah, tim fantasy lah, atau bahkan sampai disuudzonin: dicap sebagai tim yang diatur dan diset sebagai juara. Khusus yang terakhir ini, jangan sampai sebegitunya lah.

Eh tapi kira-kira bener nggak Leicester emang tim yang sengaja diset begitu?
Yah bisa saja ini propaganda Inggris agar pamor mereka di sepakbola tetap terangkat. Maklum bangsa yang melahirkan Sherlock Holmes, James Bond, Harry Potter dan lainnya ini memang doyan urusan propaganda.

Terutama di sepakbola, Inggris tetap berpropaganda untuk urusan mengklaim sebagai penemu dan pemilik meski faktanya selalu gagal di Piala Dunia atau Euro. Belum lagi di liga Champions tiga tahun terakhir ini, EPL tak pernah bisa mengirimkan wakilnya sampai ke final. Dan yang kemudian makin mencurigakan ketika akun Twitter @premierleague memasang foto pemain Leicester di header Twitter mereka. Foto itu sendiri merupakan selebrasi gol tunggal Wes Morgan saat mengalahkan Southampton awal April lalu.

Menjawab pertanyaan tersebut di atas, seorang pakar kenamaan dalam urusan pengaturan skor dunia, Declan Hill, menjawab dengan tegas: TIDAK! Leicester nggak main begituan!

Sayangya, jawaban yang ditulis dalam laman pribadinya itu tak dijelaskan alasannya secara terperinci. Penulis buku The Fix ini hanya memberi penegasan bahwa apa yang diraih Leicester adalah kemenangan dan wujud nyata dari cerita-cerita masa lalu. Torehan The Foxes sampai sejauh ini adalah momen tak ternilai dari olahraga, sepakbola untuk kehidupan yang harus kita nikmati.

Di laman itu pula Declann mencantumkan tulisan dari sahabat karibnya, James Densley, yang merupakan warga asli Leicester. Menurutnya, Jamie Vardy, Ryad Mahrez dkk sudah menerapkan apa yang menjadi dasar filosofi Claudio Ranieri: berjuang untuk satu sama lain di setiap lapangan. Bermain sebagai tim!

Permainan penggawa Leicester bukan untuk melahirkan seorang pemain bintang, ketenaran, atau bahkan keberuntungan. Melainkan untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada pelatih serta beautiful game dari sepakbola itu sendiri.

Berdasarkan apa yang ditunjukkan pemain, Declan malah melemparkan sebuah kecurigaan lain dalam pledoinya untuk Leicester itu. Menurutnya, yang patut dicurigai dalam pengaturan skor di EPL musim ini adalah para pemain Chelsea. Mereka diduga kuat sebagai penyebab diusirnya Mourinho dari Stamford Bridge. Hmmmmm.

Kalau pun dugaan Hill itu benar, maka yang perlu dicurigain sekarang adalah pemain Chelsea. Sebab, mereka juga bisa jadi penentu Leicester juara.

Kalau Chelsea bermain total tanpa konspirasi ini itu dan akhirnya menang atas Tottenham Hotspurs nanti malam, Leicester otomatis juara. Kalau Chelsea kalah atau bahkan mengalah –mau alasan apa pun; atas nama solidaritas sesama tim London, agar perebutan liga tertunda dan makin seru, dan lain sebagainya- ya dugaan Declan benar juga.

***

Untuk tulisan Declan Hill bisa Bung+Nona sekalian baca selengkapnya di sini.

Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana