GantiGol

Klopp dan Mou, Dua Kutub Berbeda yang Menarik

sumber gambar: Didesain oleh Gantigol
Sebarkanlah:

Sejarah. Itu tema yang diusung kedua tim, terutama barisan suporter garis keras divisi Twitwar. Baik pendukung Liverpool dan Manchester United sama saja, berbangga dengan prestasi masa silam. Padahal sudah terpendam dalam sejarah.

Sudahlah, kita coba keluar sejenak dari timbunan sejarah itu sebagai modal melihat pertandingan Selasa dini hari nanti. Laga dari pekan ke-8 Liga Premier Inggris 2016 ini ada yang lebih menarik, atau bahkan tarik-menarik karena kedua pelatih yang bak kutub magnet berbeda; Juergen Klopp dan Jose Mourinho.

Klopp, dapat kita amini bersama, adalah pelatih yang pribadi bersahaja, asyik, nyentrik, dan menarik. Pembawaannya membuatnya banyak disukai kawan dan bahkan disegani lawan. Selebrasi ekspresifnya membuat ia mencuri hati dari siapapun.

Sementara Mourinho, dapat kita iyain juga kalau ia pelatih yang cerdas dalam mengeluarkan kata-kata pedas. Dengan ucapannya, ia dapat mengubah kritik menjadi boomerang yang menyerang balik si pengkritik. Manajer tim lain bakal menjadi lawannya juga karena komentarnya. Sesi jumpa pers adalah yang paling ditunggu dari seorang Mou karena ucapan dari mulutnya sering kali menjadi polemik.

Dari segi taktik, meski terlihat sama-sama menggunakan bertahan sebagai senjata, keduanya diterima berbeda oleh khalayak. Mou yang menumpuk pemain di belakang dan mencuri gol melalui serangan baliknya malah dicap "Parkir Bus". Tak lain semua karena komentar pedasnya pasca laga.

Sedangkan Klopp dengan gegen pressing-nya mendapat sanjungan karena mampu mengubah Liverpool dari tim 'biasa' dengan materi pemain yang juga 'biasa' menjadi luar biasa karena enak ditonton. Bahkan ia baru saja dinobatkan sebagai Manager of The Month di Liga Inggris.

Dan, komentar Klopp dari gelar tersebut, makin menunjukkan ia rendah hati dan bersahaja. "Dapat gelar ini biasa saja, yang penting tim saya terus dapat poin," ujarnya. Jauh dengan Mourinho, yang dicap 'Big Mouth'.

Sebenarnya, tak perlu menunggu match ini, keduanya memang sudah dibanding-bandingkan sejak kedatangan Klopp ke Anfield musim lalu. Pelatih asal Jerman ini langsung disodori pertanyaan sebutan apa yang diinginkannya jika Mou sudah memarkir sebutan The Special One.

Klopp dengan tertawa hanya menjawab kalau dirinya, "The Normal One". Seorang yang biasa-biasa saja. Sebutan atau gelar yang berbeda jauh dengan Mourinho.

Kalau dipikir-pikir, apa yang ditunjukkan Klopp dan Mou yang ada di Inggris sana itu selaras dengan yang orang Jawa bilang, "Ajining dhiri saka lati". Yang kurang lebih artinya: ucapan memang penentu diri kita untuk dihargai dan dihormati orang lain.

Tapi ini sepakbola profesional dan industri, di mana prestasi yang dikedepankan. Untuk urusan itu, Mou jauh di atas angin daripada Klopp. Meski besar mulut, Mou masih dicap sebagai pelatih nomor wahid karena deretan prestasi yang didapatnya.

Jadi, Klopp menang dua hal, perangai dan taktik yang asyik. Kalau Mou menang satu hal. Hmmmm skornya bakal 2-1 untuk Klopp nih?

Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana