GantiGol

Menekel Tackle

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Salah satu atribut penting dalam bertahan adalah tackle. Suatu usaha yang dilakukan dengan sekuat tenaga untuk memindahkan barang atau apapun yang diinginkan oleh sang pelaku. Men-tackle kawan untuk mendapatkan pacarnya yang kita taksir, misalnya. Oh, maaf, bukan itu maksud saya. Dalam konteks ini tackle adalah sebuah usaha seorang pemain untuk menyentuh bola yang berada di atas tanah (lapangan), dengan tujuan memindahkan penguasaan bola.

Sama halnya dengan men-tackle pacar kawan sendiri –yang takaran keberhasilannya adalah berpindahkan kekasih kawan tersebut kepelukan sang pelaku tackle—sebuah tackle dalam sepakbola mempunyai takaran keberhasilan berupa berpindahnya penguasaan bola.

 Sedikit mirip dengan intercept, memang, mengingat takaran keberhasilan tackle dan intercept adalah berpindahnya penguasaan bola. Yang membedakan adalah, intercept merupakan suatu usaha yang dilakukan memotong umpan. Sedangkan tackle merupakan usaha yang dilakukan untuk merebut bola yang sedang bergulir di permukaan lapangan. Saat bola tersebut digiring oleh pemain lawan, misalnya. Dan jika, setelah seorang melakukan tackle,  penguasaan bola tidak berubah, maka tackle tersebut dinyatakan sebagai tackle yang gagal.

Misalnya, pemain A melakukan tackle kepada pemain B yang sedang menggiring bola, namun pemain C dan pemain D malah sedang mengobrol, sedangkan pemain E sedang membetulkan letak pelindung tulang kering,  dan setelah pemain A melakukan tackle kemudian wasit meniup peluit dan menyatakan pelanggaran, maka tackle pemain A tersebut dinyatakan gagal. Kenapa demikian? Karena manakala setelah tackle dilepaskan dan ternyata terjadi pelanggaran, maka asumsinya penguasaan bola tidaklah berubah.

Atau misalnya, pemain A melakukan tackle kepada pemain B yang sedang menggiring bola di pinggir lapangan (dalam kasus ini pemain B memang sebenar-benarnya menggiring bola di pinggir lapangan, bukan di pinggir tol), bola kemudian malah keluar lapangan. Maka tackle tersebut juga dinyatakan gagal. Pasalnya, jika bola keluar lapangan, maka bola akan tetap dalam penguasaan pemain C atau pemain D atau pemain E (tergantung siapa yang mau dan ingin melakukan lemparan ke dalam) yang notabene adalah rekan satu tim pemain B.

Nah, dalam contoh kasus di atas, agar memudahkan dalam memahi apa itu tackle, kita dapat menghilangkan pemain C, D, E, untuk lebih mudah dan lebih ringkas dalam memahami makna tackle. Lalu, jika kita bisa mengeliminir pemain C, D, E, kanapa saya masih menyertakan pemain-pemain tersebut dalam contoh? Semata supaya tulisan ini terlihat panjang dan berbelit seperti tulisan-tulisan pengamat bola saja. Tidak kurang, tidak lebih. 

Sebarkanlah:

Penulis

Sophie van der Lul Namaku berakhiran Lul, karena ibu, bapak, kakek, buyutku dari Lul. Untung bukan dari Lebak Bulus, bisa-bisa jadi van der Lebak Bulus namaku. Ah apapun itu yang penting aku Sophie, Sopan tapi hepie

Menurut Ngana