GantiGol

Menelisik Gol Pertama Ezra dan Febri

sumber gambar: Pikiran Rakyat + Tribun
Sebarkanlah:

Timnas Indonesia memang hanya menang 2-0 atas Kamboja di laga terakhir babak penyisihan cabang sepakbola SEA Games 2017, Kamis (24/08/2017). Namun setidaknya gol Ezra Walian dan Febri Hariyadi sudah mengantarkan Indonesia ke depan pintu gerbang perebutan medali.

Jika ditelisik lebih lanjut, Ezra dan Febri masihlah kalah mentereng dari barisan pencetak gol ke gawang Kamboja di ajang SEA Games sebelum-sebelumnya.

Keduanya belum bisa bersanding dengan pencetak hat-trick ke gawang Kamboja seperti Muchlis Hadi Ning Syaifullah (2015) dan Kurniawan Dwi Yulianto (1995). Atau mengalahkan the one and only quat-trick maker, mendiang Eri Irianto! Tepatnya saat mengalahkan Kamboja 10 gol tanpa balas di SEA Games 1995.

Tapi setidaknya Ezra dan Febri memiliki kesamaan yang unik. Yakni, sama-sama masuk sebagai pemain pengganti dan sama-sama mencetak gol. Bahkan gol itu sama-sama yang pertama di ajang SEA Games pertama bagi keduanya.

Ezra menjadi pemain Indonesia ke-20 yang membobol gawang Kamboja di ajang SEA Games. Ia membutuhkan waktu 144 menit untuk mencetak gol di SEA Games setelah dua penampilannya (90 menit lawan Filipina, 53 menit lawan Vietnam) menemui kebuntuan.

Menariknya, di laga melawan Kamboja ini, hanya butuh waktu semenit dan di sentuhan pertamanya Ezra mampu mencatatkan gol pertamanya.

Sementara Febri dengan gol cantik dari tendangan jarak jauhnya tercatat tepat pada menit ke-250 penampilannya. Gol pada menit ke-69 tersebut adalah menit ke-24 usai ia masuk di babak kedua.

Sebelumnya Febri sempat tiga kali tampil dengan total minutes play 226 (64 versus Thailand, 72 menit saat menghadapi Timor Leste dan 90 menit kontra Vietnam). 226 ditambah 24, samadengan 250 tepat! Yak betul, matematika Anda pintar yha~

Lebih dari itu juga, bagi winger Persib ini, golnya setidaknya mampu membungkam ribuan bully warganet yang muncul jika ia melakukan step over, sprint, dan berakhir gagal passing di laga-laga sebelumnya.

Febri sudah mampu menjawab bully-an warganet, lalu bagaimana dengan rekan yang pernah bersamanya selama hampir dua tahun di Diklat Persib? Ya, Hanif Syahbandi!

Akan menjadi sangat menarik jika ratusan ribu hujatan yang dialamatkan padanya pasca insiden kartu merah melawan Vietnam lalu dijawab Hanif dengan gol. Atau bahkan penentu medali!

Ayo Garuda Muda! Ini saatnya!

Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Gantistats Sepakbola bukan matematika, tapi sepakbola butuh matematika. Demikian.

Menurut Ngana