GantiGol

Meredam Edannya Singo Edan

sumber gambar: Indonesiansc.com
Sebarkanlah:

Laga Big Match akan tersaji pada pekan ke-25 ISC A siang ingi di Stadion Mandala Jayapura antara Persipura Jayapura yang akan menjamu Arema Cronus. Laga ini sangat penting bagi kedua kesebelasan yang hanya terpaut tiga poin saja di klasemen sementara.

Tuan rumah tak akan diperkuat bintang sekaligus kapten mereka, Boaz Solossa. Sepintas memang akan mengurangi tensi pertandingan. Namun sebenarnya, justru ini adalah pembuktian Persipura bahwa mereka adalah sebuah tim, bukan Boaz FC.

Sementara di Arema yang tidak akan diperkuat Kurnia Meiga Hermansyah. Kiper satu ini di lawatan terakhirnya di Jayapura sempat mendapat bogem mentah dari salah satu official Persipura. Tapi, yakinlah pertandingan ini akan tetap panas karena akan dimainkan pada pukul 13:30 WIB. Eh, maksudnya, karena Meiga diwakili kakaknya, Ahmad Kurniawan.

Entah kalau sang kakak ingin menuntut balas dan mencari official lalu itu, kita sih nggak ikut-ikut. Nonton tipi aja sambil ngopi dan mencuri-curi waktu di jam makan siang.

Sebelum membahas lebih lanjut, dapat kami beritahukan bahwa tulisan ini akan lebih banyak membela Persipura dengan mencoba membedah kelemahan Arema. Yah, karena Persipura udah jarang banget dapat gelar, sementara Arema di turnamen-turnamenan belakangan ini sering dapat.

Alasan kedua, agar persaingan papan atas lebih kompetitif nantinya karena jika Persipura menang poinnya sama. Sementara yang terakhir, kami rasa akan terlalu panjang jika dibahas dari kedua tim. Lagipula Persipura susah didapatkan video rekamannya karena mereka bukan anak emas yang tiap pekannya dapat jadwal live di waktu prime time.

Arema. Hmmm. Tim satu ini terlihat digdaya memang. Apalagi mereka baru saja menggulung Persija Jakarta 4-1 di pertandingan yang sungguh aneh tapi tetap dimaklumi oleh publik sepakbola negeri ini; Arema bertindak sebagai tim tamu di tanah mereka sendiri, Malang!

Tapi, pertandingan itu setidaknya bisa dibuat oleh pelatih Persipura, Angel Alfredo Vera, sebagai bahan untuk mempelajari bagaimana permainan Arema dan bagaimana meredam edannya Singo Edan. Kalau dari kami sih, begini:

Pressing Arema Sejak Fase Build Up

Persoalan build-up memang hampir selalu menjadi masalah kesebelasan manapun di seluruh pelosok negeri ini, dan momen di atas hanya sebagai gambaran saja bahwa sistem permainan sepakbola Indonesia memang harus segera diubah. Para pemain cenderung tidak mau mencari cara agar build-up mereka bisa tetap mulus meski berhadapan dengan pressing ketat lawan. Long pass selalu menjadi solusi untuk bisa keluar dari persolan ini.

Sementara Arema cukup cerdik untuk memaksa lawan bersalah-salah diri sejak membangun serangan. Dengan menggunakan formasi 4-2-3-1, Arema sering terlihat menggunakan dua atau tiga pemain untuk menghambat aliran bola lawannya ketika dalam fase build-up lawan. Bentuk ini juga terlihat ketika mereka menghadapi Persija Jakarta. 

Sebenarnya hal ini bisa dipecahkan dengan hadirnya peran gelandang bertahan yang bertugas sebagai jembatan lini pertahanan dengan lini depan. Pada momen di atas sebenarnya Hon Son Hak punya kesempatan untuk sedikit turun ke bawah agar tetap punya akses bola. 

Nah, Persipura bisa memaksimalkan peran gelandang bertahannya macam Imanuel Wanggai atau Nelson Alom untuk memberi opsi pemain belakang Persipura agar mampu keluar dari jeratan pressing Arema. Para Defensive Midfielder ini harus aktif bergerak demi memecah pressing Arema. Niscaya, tidak akan mudah kehilangan bola karena beknya langsung long pass ke depan.

Halaman
Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Gantistats Sepakbola bukan matematika, tapi sepakbola butuh matematika. Demikian.

Menurut Ngana