GantiGol

Pacaran di Stadion, Kenapa tidak?

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Di balik kesan rusuh dengan lemparan air botol mineral, tribun stadion-stadion di Indonesia masih lah tetap memberikan ruang bagi cinta. Pasangan-pasangan mesra, baik baru PDKT, berpacaran atau sudah menikah, yang kerap menghiasinya adalah bukti adanya keberadaan cinta di tribun.

Lumrah dan biasa memang, mengingat sepakbola adalah olahraga manusia. Namun, menjadikan stadion sebagai tujuan untuk berpacaran selain wahana wisata, kafe atau bis? Hmmm.. sepertinya menarik.

Kencan nonton bola ke stadion adalah sebuah bentuk penjelmaan dari pacaran sehat yang selama ini diwejangkan. Sehat secara lahir karena dengan naik ke tribun dari area parkiran, dua kali, minimal kita jogging dan membakar kalori. Serta, sehat secara pikir, terhindar dari pikiran ngeres karena kita berada di tengah keramaian.

Akan beda kalau kita nonton bioskop yang cenderung sepi dan gelap. Bukannya asik nonton film, eh malah bikin adegan film panas sendiri. Makin parah jika kencannya nonton film hasil download di kost-kostan. Yang ada malah bisikan setan selaku produser dari film dokumenter bertajuk Bukti Cinta.

Dari sudut ini, kencan di stadion lebih beradab. Tapi dengan catatan selama ada pertandingan lho ya. Kalau ngga ada pertandingan kencan ke stadion? Wah sama aja boong. Pacaran otak ngeres juga ujung-ujungnya.

Ngedate ke stadion juga bagus untuk latihan saling mengerti, kesabaran dan menahan cemburu ke pasangan. Sebab ada banyak ujian cinta di dalamnya.

Sebagai lelaki yang mengajak wanitanya pertamakali ke stadion, maka kamu harus siap dengan keadaaan ini. Wanita - tanpa bermaksud sexist- akan cenderung banyak bertanya terutama terkait aturan sepakbola saat menyaksikannya langsung. Mulai satu persatu nama pemain yang ganteng hingga aturan sepakbola macam offsides.

Banyak tanyanya wanita ini harap dimaklumi. Karena mereka memang tak mengerti betul dan jarang nonton bola apalagi ke stadion. Dan, ini adalah peluang bagus bagi lelaki yang tengah usaha PDKT untuk mendapatkan hati wanitanya.

Karena kesabaran seorang lelaki sebenarnya tengah diuji. Jika bisa menjelaskan dengan sabar, maka nilai plus akan diberikan sang wanita padanya. “Kamu sungguh mengerti aku,” kalimat itu bakal jadi tambahan bonus untukmu.

Berpacaran di tribun manapun dari sebuah stadion tetaplah asik. Duduk empuk, keras, atau berdiri, tetaplah menarik.

Tribun Ekonomi adalah penggambaran kalimat andalan dari roman-roman yang ada, “susah-senang bersama.” Terik panas matahari, hujan, angin, tetap bersama. Apalagi tim kebanggaan kita mencetak gol… Ah indah sekali.

Tribun Utama, VIP, hingga VVIP adalah bentuk bagamana kita menghargai, melindungi pasangan kita, dan mengajaknya bahagia.

Menjadikan stadion sebagai tempat berpacaran? Selama ada duit, selama ada pertandingan, kenapa tidak?

Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana