GantiGol

Pedro Calomino, Penemu Bycicle Kick dan Step Over

sumber gambar: GettyImages
Sebarkanlah:

Syahdan, redaksi GANTIGOL tengah membahas mana yang lebih indah untuk dinikmati antara sepakbola Amerika Latin dan sepakbola Eropa. Diskusi ini hampir selesai dan mengarah pada Amerika Latin lah sebagai sepakbola yang lebih indah dengan deretan tukang goceknya macam Diego Maradona, Pele, Ronaldinho hingga generasi Neymar. Belum lagi tipuan-tipuan yang kerap dilakukan mereka macam umpan dengan pandangan menipu lawan, rabona, step over, hingga gerakan finishing macam bycycle kick, overhead kick, atau diving header.

Namun mBah Jalank tiba-tiba datang dengan suara cempreng yang menggelegarnya, “Pedro Calomino! Jangan selesai dulu. Dia generasi terakhir, sang titik terang!”

Kami kebingungan, karena nama itu terdengar asing (apalagi bagi para pembaca ya). MBah Jalank lalu menjelaskan bahwa nama itu tercatat dalam sejarah sepakbola sebagai penemu bicicleta (bycycle kick, tendangan menggunting, tendangan salto) dan gocekan tipuan dua kaki menari di atas bola: step over

Pedro sudah melakukan hal-hal tersebut sejak bermain bersama Boca Junior seabad silam! Meski ia nyata-nyata lahir di Buenos Aires Argentina, namun sejatinya kebolehan itu ia dapatkan dari orang-orang Eropa, tepatnya Italia. Ia sendiri memang keturunan terakhir dari mafia imigran Italia era hitam putih “Genovese”.

Siapakah sejatinya Bleo Pedro Fournol Calomino dan kenapa namanya bisa fenomenal di jagat sepakbola? Lalu bagaimana kesimpulan mana yang lebih indah antara Amerika Latin dan Eropa? Bung bisa simak dialog mBah Jalank (BJ) dengan arwah Pedro Calomino (PC) berikut ini.

Sebagaimana datang ke Markas gangster atau mafia, mBah Jalank langsung menyodorkan upeti. Tanda persahabatan.
BJ: Ini sekadar oleh-oleh, Boss Pedro. Silakan, kretek dari Indonesia. Tembakau dan cengkehnya, Jhuwarak (dengan intonasi seperti Mili di #AADC2
PC: Wow. Banyak sekali.
BJ: Yah, mumpung belum naik jadi 50 ribu per bungkus
PC: Ooh. Kalau begitu, kamu bawa pulang saja, simpan dulu. Nanti kalau sudah jadi naik, kamu jual. Kita bagi hasil yah. Dibagi rata 30%. Aku 30, 30 lainnya diriku nah Kamu 30. Yang sisanya 10% persen masuk di aku, buat pajaknya.
BJ: (mBah Jalank terdiam dan hanya membatin, "mafia bener nih orang. Barang-barang gue, yang ngejual gue, eh gue cuma dapet 30 persen, dibodohi pajak dan permainan kata ganti pulak")
PC: Jadi tiba-tiba ke sini ada apa nih?
BJ: Saya sowan atas nama rakyat sepakbola Indonesia. Mau tanya-tanya tentang step over dan bicycle kick. Situ kan penemunya?
PC: Iya penemu doank. Tapi aku tak pernah dapat hak patennya. Terus apalah gunanya?
BJ: Lhoh emang bisa dipatenkan?
PC: Yah sapa tahu. Atau minimal namaku diabadikan di nama gerakannya lah seperti Panenka gitu. Bisa saja ‘Calomino Over’, ‘Calomino Kick’ atau apalh gitu. Apalagi sekarang aku takut namaku direbut oleh pemain dari Indonesia itu?
BJ: Eh yang bener. Siapa, Boss?
PC: Itu si Atep. Bisa aja dia ngeklaim “Step Over” jadi “Atep Over”. Apalagi dia dipanggil 'Lord' sekarang. Ini bahaya buatku.
BJ: (hanya terbahak-bahak)

Halaman
Sebarkanlah:

Penulis

Mbah Jalank Demit yang hidup ribuan tahun dan diam-diam suka nonton bola di tribun VIP dekat mbak-mbak istri pemain. Hmmm...

Menurut Ngana