GantiGol

Persiapan Pensiun Ala DJ Cisse

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Lama tak terdengar, pesepakbola asal Prancis, Djibril Cisse tampil dengan kejutan. Bukan lagi urusan di sepakbola atau ketangkap gara-gara video porno dengan rekan timnas Perancis, ia tampil di atas panggung sebuah konser.

Bukan panggung konser sembarangan, Cisse tampil membuka konser diva kelas dunia, Mariah Carey.

Namun, -biar tidak kayak situs berita online yang bahas permukaan doang- sebenarnya urusan Disc Jockey (DJ) ini sudah dilakoni Cisse sejak usia 16 tahun. Barulah setelah ia gantung sepatu pada usia 34 tahun di 2015 lalu, buntut dari cedera berkepanjangan, ia langsung total fokus ke musik elektronik ini.

Cisse sudah memutuskan akan menjadi DJ pada 2012 lalu. Tepatnya semasa masih berbaju Queen Park Rangers (QPR). Ia membagi waktu antara sepakbola dan musik dengan matang. Saat bersama QPR itu ia bahkan sudah membuat grup musik elektronik bernama Black Snow.

Hmmm. Sebentar. Berarti saat QPR ke Surabaya untuk pertandingan uji coba melawan Persebaya waktu itu, ia sudah menjadi DJ. Agak sedikit disayangkan dong jika ia tak sempat menunjukkan kebolehannya waktu itu. Padahal, suasana Gelora Bung Tomo saat itu tengah mendukung. Insiden matinya lampu stadion yang disambut kerlap-kerlip nyala telepon genggam dari tribun sebenarnya sudah seperti di dalam klub malam.


Tapi bagaimana pun juga, striker yang sukses menjadi algojo adu penalti dan mengantarkan Liverpool juara Liga Champions Eropa 2005 ini setidaknya sudah menunjukkan bahwa sebelum gantung sepatu, seorang pemain hendaknya sudah melakukan persiapan dan perencanaan. Persiapan yang matang untuk melanjutkan kehidupan, dengan atau tanpa sepakbola.

Bukan macam pemain kita, foya-foya di waktu muda karena gaji tinggi lalu giliran pensiun malah bingung mau ngapain. Yang ada jadi tukang ojek, jadi pengemudi odong-odong, buka warung, sopir taksi, dan lainnya lalu minta diberitain agar semua tahu bahwa saat ini perlu dikasihani karena tak ada yang peduli. Lhah?! Gaji tinggi jadi pesepakbola dulu dikemanain?

Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana