GantiGol

Persik Legends dan Ingatan Tentang Eksodus Arema

sumber gambar: Ongisnade
Sebarkanlah:

Eksodus Arema ke Persik Kediri kembali dilakukan manajer Iwan Budianto. Kali ini Cristian Gonzales, Hamka Hamzah, Achmad Kurniawan, hingga asisten pelatih, Kuncoro, berlabuh ke Stadion Brawijaya. Tapi untuk kali ini, apa yang dilakukan Iwan tak membawa Persik berjaya.

Tenang, jangan terpancing dulu dengan paragraf pembuka di atas. Sebab Iwan tidak sedang mengulang apa yang pernah dilakukannya pada saat menjadi manajer Persik dulu itu. Yakni membawa segerbong pemain Arema mulai Harianto, Wawan Widiantoro hingga duo striker Johan Prasetyo dan Bamidelle Frank Bobby Manuel pada tahun 2002 silam.

Eksodus itu akan selalu dikenang baik bagi Aremania dan Persikmania. Sebab, Arema saat itu langsung keropos sementara Persik menjadi jawara.

Kali ini tiga pemain plus satu asisten pelatih Singo Edan itu dibawa untuk pertandingan seremonial Persik Legends melawan Madura United. Sebab, mereka memang pernah membawa si Macan Putih berjaya merebut tahta Liga Indonesia 2006 lalu. Pertandingan seremonial itu memang digelar untuk memperingati satu dasawarsa Persik juara kompetisi tertinggi Indonesia untuk terakhir kalinya tersebut.

Pada pertandingan itu, Gonzales mencetak satu gol lewat titik putih di babak pertama.Namun sayangnya, Persik Legends gagal mempersembahkan kemenangan terakhir yang dirindukan oleh Persik Mania. Mereka harus takluk dari klub asal Madura itu dengan skor 1-2.

Eksodus Arema ke Persik part two ini gagal. Tidak seperti dulu yang langsung juara liga Indonesia 2003.

Selain pemain-pemain yang pernah membela Persik pada era jayanya, tim Persik Legends juga ditangani pelatih mereka, Daniel Roekito. Pertandingan juga dipimpin oleh wasit legenda asal Kediri, Purwanto.

Wasit berlisensi FIFA dan pernah menjadi asisten wasit di laga resmi FIFA pada tahun 1995 silam itu memimpin pertandingan pada babak pertama saja. Maklum faktor usia. Pada babak kedua, wasit asal Malang, Iwan Sukoco masuk menggantikannya.


Sumber Gambar: Bola.com

Demi laga ini, Purwanto rela membongkar gudang untuk menemukan baju-baju wasit yang ia koleksi semasa masih menjabat sebagai pengadil pertandingan. Dan, tak heran jika seragam pengadil yang ia kenakan bertanding berbeda dengan rekan-rekannya. Usut punya usut ternyata seragam itu yang ia pakai itu adalah baju wasit saat diamanahi FIFA untuk menjadi asisten pertandingan.

Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Mobikick Mari bekerja sama dan sama-sama bekerja

Menurut Ngana