GantiGol

Perwujudan Lapangan Tak Biasa di Thailand

sumber gambar: AP Thailand+CJ Works
Sebarkanlah:

Acungan jempol layak diberikan kepada salah satu pengembang perumahan di Thailand ini. Mereka mewujudkan pengadaan lapangan bola, yang sama sekali tak biasa, untuk anak-anak dan remaja di tengah komplek perumahan kumuh di Bangkok.

Tanah lapang untuk main bola, hanya dengan memasang sendal sebagai gawang, tak lagi bisa ditemui. Makin ke sini, kalau mau main bola, hanya bisa dilakukan di lapangan bola dengan sistem sewa. Berbayar.

Lalu bagaimana dengan para remaja yang tak mampu tapi ingin tetap main bola? Bagaimana dengan mereka yang berada di rumah susun dengan blok-blok sempit?

Keresahan inilah yang ditangkap oleh AP Thailand. Perusahaan pengembang perumahan ini mencoba mewujudkan lapangan sepakbola untuk remaja dan anak-anak tersebut sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau yang biasa disebut CSR (Corportate Social Responsibility).

Bekerja sama dengan penyedia jasa arsitektur, CJ Works, mereka membuat program pengadaan lapangan yang keluar dari standarnya dan dinamai The Unusual Football Field Project.

Sesuai namanya, lapangan sepakbola yang mereka buat tak lagi berbentuk segi panjang seperti standarnya. Keterbatasan lahan kosong di sekitar daerah rumah susun di kawasan Khlong Toei, Bangkok, malah membuat AP dan CJ Works menciptakan lapangan bola yang unik.

Gawang tetap dua, tapi bentuk garis tengah dan kick-offnya sangat asik.

Berbagai lapangan lainnya juga menjadi asik.

Bentuk lain dari lapangan tersebut bisa Bung tonton di video ini.

Dan, lapangan asik itu kini makin indah dengan hiasan senyuman dan selebrasi bak pesohor lapangan hijau betulan. Ah, begitulah sepakbola. Tetap indah dimainkan di manapun dan dalam bentuk lapangan apapun.

Lalu, itu para pengembang perumahan yang kerap makan lapangan di Indonesia, berani bikin ginian juga nggak?

Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana