GantiGol

Prediksi Final dan Juara UCL 2016 dari Mbah Jalank (Bagian 2)

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Ini adalah Bagian 2, sambungan dari sebelumnya, tentu saja, Bagian 1. Sebelumnya, mBah Jalank yang awalnya ogah memberi prediksi, malah kelepasan mengeluarkan prediksi. Katanya, Barcelona masih berpeluang back to back champion, asalkan ke final. Namun, ia lebih menjagokan final antara tim dari Jerman melawan tim Prancis.

Apakah final nanti akan mempertemukan antara Wolfsburg melawan PSG? Atau Bayern melawan PSG. Lalu siapakah juranya? Bagaimana alasannya?
Pertanyaan-pertanyaan di atas akan terjawab melalui  transkrip berikut ini.

Keterangan inisial: BJ (mBah Jalank), SG (Sidharta Galatama), AG (Anak Gamang), RP (Rikma Peksi)

SG: Iya, mbah kalau memang tim Prancis itu ke final dan hanya jadi runner up alasannya apa, lalu tim Jerman itu siapa?
RP: Bayern juara, PSG runner up. Hmmm si mbah bikin penasaran aja nih.
Mbah Jalank akhirnya menatap satu persatu awak GANTIGOL yang tak sabar itu. Sambil merogoh sakunya guna mencari-cari sesuatu.

Semua yang ada di situ pun tak sabar menanti apa yang akan dikeluarkan mBah Jalank dari balik sakunya. Wajah-wajah cemas penuh harap. Penasaran dengan apa yang akan tertulis di kertas list-list juara UCL itu. Lalu, semuanya terkesima ketika mBah Jalank mengeluarkan suara.

BJ: Kalian ada korek nggak? Tadi sepertinya di saku sini.
Semuanya pun koor tanpa di komando: Bhuuuuuu
AG: Kirain apa mbah-mbah
RP: Pffffft mbah mbah. Ini nih (Sambil menyerahkan korek gas).
BJ: Korek ini. Jadi membuatku berpikir yang tidak-tidak. Tokai kan... (seraya membaca merek korek gas itu dan menyalakan kembali kreteknya)
AG: Tokai enak mbah.
RP: Nggak demit nggak orangnya, sama sarunya. Ckckckck..
SG: Ayo lah mbah mana kertasnya. Alasan sejarahmu mana.
Dengan kretek yang tersungging di bibirnya, mBah Jalank lalu mengangkat tangannya yang tergenggam. Begitu genggamannya terbuka, keluarlah beberapa gulungan kertas kecil.

BJ: Aku menjagokan tim Prancis ke final itu karena urutan juara di musim ini seperti mengulang alur musim 2001 sampai 2004. Bayern juara 2001/02, selanjutnya Real Madrid yang juara, kemudian di tahun berikutnya Juventus jadi runner up. Hasil di tahun berikutnya, ada tim Prancis masuk ke final. Waktu itu Monaco jadi runner up. Coba kalian perhatikan kertas ini!

BJ: Sekarang bandingkan dengan tiga tahun terakhir ini. Bayern juara 2013/2014, lalu ada Real Madrid juara, tahun berikutnya lagi ada Juventus runner up. Maka aku berfirasat bahwa tim Prancis lah yang ke final.
SG: Hmm. Iya, ya sama persis.
AG: Wow. Tul juga.
BJ: Tim Prancis ke final it diperkuat dengan ini (mBah Jalank mengeluarkan kertas lagi)
BJ: Bisa saja mereka mengulang apa yang terjadi pada saat Marseille juara final 1993-1994. Setahun sebelumnya, Barcelona menjadi juara setelah ngalahin tim Italia. Sama dengan sekarang. Tahun lalu, Barcelona juara ngalahin tim Italia juga. 

RP: Kesimpulan mbBah, tim Prancis yang ke final ya. Dulu Monaco runner up, Marseille juara. Kalau PSG, juara apa runner up mBah?
BJ: Wallahualam bi shawwab. Tapi aku berfirasat bahwa PSG mentok di juara dua. Itu melihat dari komposisi pemain PSG yang hampir sama dengan pemain Monaco saat jadi runner up 2003-04 dulu. Kiper Monaco saat itu pemain Italia, Flavio Roma. Sekarang PSG punya Salvatore Sirigu.
AG: Tapi Sirigu cadangan terus mBah. Trapp yang inti.
BJ: Meski cadangan, nama Sirigu kan terdaftar pemain PSG. Lalu, ada lagi. Dulu Monaco punya dua pemain Argentina: Hugo Ibarra sama Lucas Bernardi. Hampir sama dengan di PSG sekarang, ada Javier Pastore dan Angel Di Maria.
SG: Noted. Jadi kesimpulan sementara, tim Prancis maju ke final tapi hanya jadi runner up. Lalu juaranya mbah, bagaimana bisa tim Jerman?
Mbah Jalank membuka kertas kecil lain yang tergulung membulat tadi. Dibukanya perlahan. Namun tulisannya memburam.

Halaman
Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana