GantiGol

Prediksi Final dan Juara UCL dari mBah Jalank (Bagian 1)

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Memiliki demit tak selamanya menakutkan dan merugikan. Malah akan mengasyikkan, jika kita mampu bersimbiosis dengannya melalui tujuan yang sama. Seperti hubungan kami dengan mBah Jalank yang sama-sama ingin migunani tumraping liyan (memberi manfaat bagi sesama, Jawa) melalui usaha-usaha membuka sejarah guna menertibkan nalar masyarakat yang sering salah kaprah padahal hanya melihat sebatas permukaan.

Sementara itu, di luar sana, banyak yang malah bersimbiosis dengan demit untuk keuntungan mereka sendiri. Tidak saling memberi manfaat tapi saling memanfaatkan. Si demit diberi sesajen dengan harapan mau menuruti permintaannya. Si demit untung, begitu juga manusianya yang berlagak menjadi majikan itu pun untung.

Praktik-praktik perdukunan pun ramai. Hampir sebagian besar bertujuan sama, jalan pintas menuju kesejahteraan, keuntungan, dan kemenangan demi kekayaan semata.

Tak heran kiranya, di Indonesia, demi sebuah judi bola atau togel, mereka datang ke dukun. Tiada yang salah dengan itu semua, karena itu menjadi pilihan mereka, toh tak semuanya merugikan kita. Kalau merugikan, baru lah kita bisa merasa terganggu dan protes sana-sini.

Singkat cerita, saat nonton bareng pengundian babak perempat final Liga Champions Eropa (UCL) lalu dengan mBah Jalank, terlintas ide dari kami yang penasaran dengan kesaktian para demit agar mBah Jalank memberi prediksi terkait juara musim 2015/2016 nanti. Apalagi UCL dikenal dengan tradisi dan pengulangan sejarah.

mBah Jalank sendiri awalnya menolak. Namun ia luluh juga dan menurutnya Bayern Muenchen dan PSG lah yang akan beradu di final. Apa alasannya? Simak saja transkrip dialog awak kami berikut ini:

Keterangan inisial: BJ (mBah Jalank), SG (Sidharta Galatama), AG (Anak Gamang), RP (Rikma Peksi)

SG: Jadi dari 8 ini siapa mBah yang bakal jadi juara? Situ kan bisa menerawang
BJ: Menerawang apa? Masa depan? Wah maaf aku tidak bisa. Kalau nerawang baju mbak-mbak meski pakaiannya tidak transaparan, aku sih bisa.
AG: Iya mbah. Ayolah mbah nanti kupasang deh, buat dana nikah ini, mbah. Bantu lah, mbah.
BJ: Hush. Makanya aku tuh nggak pernah mau lihat masa depan, malah dimanfaatin manusia-manusia macam kamu ini.
AG: Ah mbah demit gagal move on. Masa lalu melulu. Tatap masa depan lah mbah.
BJ: Gagal move on selama memberi manfaat dan hidup berguna apa salahnya. Kamu islam, kan?
AG: Alhamdulillah masih dan akan selalu muslim, mbah.
BJ: Nabimu itu pernah berkata gini, “Khoirunnas ‘anfa’uhum linnaas. Sebaik-baik manusia itu yang memberi manfaat bagi manusia lainnya”.
AG: Duh ini demit malah bahas hadits. Balbalan, mbah. Sepak bola. (sembari berjalan ke pantry guna membuat kopi)
BJ: Wooh anak setan. Dibilangin orang tua malah ngeloyor.
RP: Mbah kebalik mbah. Setannya situ, dia yang orang.
BJ: Iya ya. Aku kan setan tua hahahaha
RP: Eh tapi gimana mbah. Prediksinya yang juara aja deh.
BJ: Gimana ya. Aku sebenarnya nggak bisa melihat masa depan. Bikin manusia malas dan pola pikirnya jadi ‘apalah gunanya’. Dikit-dikit gini, ngapain berangkat kalau hasilnya sudah tahu. Ngapain aku kerja kalau di masa depan aku kaya. Something like that lah
SG: Ah mbah merendah. Itu bukan nggak bisa. Tapi mbah nggak mau aja. Jadi Barcelona gimana mbah? Ada peluang back to back kan? (sembari nyodorin kretek)
BJ: Kalau yang ini aku mau. Ini kretek progresif, urut. Abis nomor dua, tiga, empat. Ada lho kretek malah degradasi. Abis tujuh, eh enam.
SG: Mbah Barca mbah, bukan kreteknya
BJ: Barca.. hmmm.. (sambil menghirup napas dalam-dalam)
AG: (datang dengan segelas kopi) Nggak mungkin! (dengan nada tinggi, maklum anak Arsenal, baru disingkirin Barca). Dalam sejarahnya, tak pernah ada juara dua kali berturut-turut di Liga Champons.
SG: Justru Messi itu tukang balikin sejarah. Yaa kan, mbah.

Halaman
Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana