GantiGol

Prematch Analysis: Perseru vs Persib, Kesabaran dan Hariono

sumber gambar: PERSIB.co.id
Sebarkanlah:

Perseru Serui adalah tim yang unik di Indonesian Soccer Championship 2016 kali ini. Mereka adalah tim yang kekuatannya sulit diketahui oleh lawan-lawannya, maklum pertandingan kandang mereka tak pernah ditayangkan secara langsung oleh official broadcaster. Terlihat tak adil ya? Hehehe.

Tapi ‘ketidakadilan’ itu lah yang malah dibalik Serui dan dijadikan kekuatan oleh tim berjuluk Cendrawasih Jingga. Lawan buta kekuatan, mereka pun susah ditaklukkan. Lihat saja, hingga pekan ke-13 ini, tak pernah ada satu pun tim yang mampu mencuri poin penuh di Stadion Marora.

Dan, justru karena uniknya Perseru tersebut, membuat Gantistats mencoba membedah kekuatan mereka dan mencoba mereka-reka bagaimana jalannya pertandingan melawan Persib Bandung.

Sebagai semacam disclaimer, dapat kami beritahukan bahwa sebenarnya tak bisa menganalisa kekuatan sebuah tim hanya dari satu pertandingan. Apalagi hanya berdasarkan rekaman televisi yang masih saja terhalang animasi gunung meletus dan orang lari-lari nggak jelas yang entah apa maksudnya itu.

Namun, karena keterbatasan video, bolehlah kita mencobanya dari satu pertandingan yakni saat mereka melawan Arema. Toh Arema kekuatannya masih lah boleh dibilang setara dengan Persib. Sesama finalis turnamen sebelumnya, yaah meski dari klasemen sekarang dan di final turnamen Piala Bhayangkara lalu itu Singo Edan lebih superior ketimbang Maung Bandung.

Sementara Persib, kita coba membedah saat mereka menang atas Persipura Jayapura lalu. Yaah karena sama dengan Perseru, sesama tim Papua yang mengandalkan kecepatan dan bakat alamnya.

Baiklah, kita mulai saja.

Serui Butuh Kesabaran

Melihat dari laga melawan Arema lalu, Perseru akan merasa kesulitan untuk mengembangkan permainan jika diberi tekanan sejak awal. Di Stadion Kanjuruhan lalu, mereka hanya mengandalkan serangan balik yang faktanya tak berbuah gol.

Dari gambar di bawah ini, terlihat Serui tampak kesulitan masuk ke kotak penalti Arema karena tekanan yang diberikan Singo Edan. Mereka akhirnya kesulitan mengalirkan bola ke depan.


Namun, di gambar statistik Perseru di atas juga terlihat Perseru sebenarnya punya kelebihan dalam mengorganisir serangan. Itu terlihat dengan umpan-umpan sejajar mereka yang sukses di sekitar middle third. Kalau lebih sabar sedikit dalam menguasai bola di tengah, bisa saja tim ini berbahaya bagi Persib nantinya. Utak-utik sedikit dulu di tengah, lalu mencari celah untuk mengalirkan bola ke depan dan mengandalkan pemain-pemain dengan kecepatan, Perseru bisa saja mendapatkan golnya.

Itu dari segi serangan. Kalau dari pertahanan, saat melawan Arema, mereka sebenarnya memiliki kualitas yang cukup mumpuni dengan kedisiplinan menjaga jarak antar pemain. Tiga gol yang bersarang di gawang Sukasto Effendi tak lain karena Perseru masih belum terbiasa menahan gempuran yang terus menerus dari lawan semacam Arema ini.

Kesigapan Hariono
Sesuai tipikalnya: gelandang perusak, Persib kini harus berharap pada Hariono. Ia lah yang tumpuan untuk merusak skema utak-atik di middle third ala Serui yang ingin mencuri celah kala bek lengah.

Jikalau ingin merusak serangan Serui, Hariono harus tampil lebih beringas minimal seperti apa yang ditunjukkannya saat menghadapi Persipura lalu. Di laga yang berakhir dengan kemenangan Persib 2-0 itu, Hariono membuat tim Mutiara Hitam sulit mendapatkan peluang dan berkreasi melalui tengah.

Bukan hanya itu, menurut analisa kami, Hariono pula lah yang menjadi Man of The Match dalam kemenangan Persib atas Persipura itu. Tak cuma saat bertahan, kemampuan ia menyerang pun tak kalah ciamik, banyak tusukan ke final third yang dimulai dari kakinya.

Kemampuannya dalam menentukan keputusan untuk mengalirkan bola sangat baik. Perlu Bung ingat, hadiah penalti untuk Persib itu tak lain dari cemerlangan Hariono yang memilih mengumpan ke Sergio van Dijk ketimbang pemain lain.

Satu lagi, gol kedua Persib melalui Samsul Arif juga tak lepas dari keypass yang ia ciptakan. Umpan Hariono kepada Atep, yang kemudian diteruskan kepada Samsul, akhirnya berbuah gol.

Jadi, pertandingan Perseru melawan Persib sore nanti tergantung pada kesabaran Perseru dan kesigapan Hariono. Mana yang lebih sabar dan mana yang lebih sigap? Kita lihat saja Sabtu 6 Agustus besok, pukul 14:00 WIB.

Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Gantistats Sepakbola bukan matematika, tapi sepakbola butuh matematika. Demikian.

Menurut Ngana