GantiGol

Sekadar Saran untuk Sarman

sumber gambar:
Sebarkanlah:

Sarman El Hakim menjadi pusat perhatian tersendiri dalam Debat Calon Ketua Umum PSSI lalu. Pembawaannya yang energik, menarik, dan asyik, membuat namanya mulai dikulik-kulik dan dicari sepak terjangnya, yang ternyata tak kalah nyentrik.

Sarman begitu mendominasi dan banyak menimbulkan gelak tawa di ajang debat yang diprakarsai oleh PSSI Pers, pada Selasa (4/10) lalu itu. Ia terlihat mempunyai kegelisahan berbeda jika dibandingkan dengan kontestan lain yang biasanya mengeluh soal pembinaan usia muda dan kompetisi sepakbola Indonesia yang masih jauh dari kata baik. Sarman tidak, menurutnya bahwa persoalan yang paling genting di sepakbola Indonesia ialah kantor federasi.

Tapi meski lucu, dari beberapa hal yang dikemukakan Sarman sebenarnya cukup tepat dalam memotret suramnya sepakbola Indonesia di tangan PSSI. Seperti keikutsertaan orang partai politik di PSSI, ketidak-terbukaan keuangan, tidak ada perencanaan yang tepat, hingga sepakbola mulai menurun dan digantikan futsal -menurut Sarman ini bahaya karena remaja akan pindah ke narkoba.

Lalu, siapa sebenarnya Sarman?

Meski belum banyak dikenal, Sarman bukan orang yang baru di dunia sepakbola Indonesia. Ia merupakan seorang aktivis sepakbola yang aktif memeperjuangkan kemajuan sepakbola Indonesia baik di dalam atau pun luar negeri.

Ia juga menjadi ketua umum Masyarakat Sepakbola Indonesia (MSBI) yang kerap melakukan gerakan-gerakan fenomenal dan nyentrik, seperti menghadang presiden Rusia, Vladimir Putin, saat KKT  APEC di Bali atau membentangkan spanduk untuk meminta dukungan agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 di rumah Tan Malaka.

Dan, dengan Debat Calon Ketua Umum PSSI lalu itu, Sarman mulai lebih dikenal. Minimal bagi publik streaming serta lini masa yang sayangnnya tidak memiliki hak untuk memilih.

Sementara jalan terjal lain untuk duduk di singgasana ketua umum PSSI adalah ia akan berhadapan dengan lawan-lawan yang sudah berpengalaman dan mempunyai pendukung yang lebih banyak dari level klub.

PSSI sebagaimana kita ketahui selalu lucu. Alangkah lebih lucu jika Sarman ikut jadi ketua. Karenanya, demi menambahnya tingkat kelucuan PSSI dengan naiknya Sarman, berikut beberapa taklimat untuknya:

Mempengaruhi Voters dengan Kantor Fasilitas Hotel

Jika melihat peta persaingan pemilihan ketua PSSI, bisa dibilang Sarman berada di paling bawah, ia akan berhadapan dengan lawan-lawan yang berpengalaman organisasi PSSI maupun di dunia politik. Sebut saja Johar Arifin, meski banyak dinilai buruk oleh masyarakat dalam kepemimpinannya, ia akan tetap mendapat banyak dukungan dari klub-klub yang setia padanya.

Hal yang sama juga akan dirasakan oleh dua kandidat lain yaitu Toni Apriliani dan Edy Rumpoko keduanya sudah banyak makan asam garam menjadi pengurus PSSI atau oraganisasi pemerintahan. 

Masih ada pesaing lain, Moeldoko. Meski belum pernah terlibat di kepengurusan PSSI dan di dunia politik praktis, status militer yang disandangnya tentu punya daya tawar yang tinggi jika dibanding kontestan lainnya. 

Maka, untuk meyakinkan para voters Sarman harus tetap mengusung misi kantor nyaman dan megah untuk PSSI. Kantor harus dibuat seperti dengan standar hotel berbintang. Selain menghemat anggaran untuk kongres yang biasanya menyewa hotel, para voters yang menjalani kongres tahunan atau meeting di kantor PSSI akan tetap dibalut rasa nyaman.

Bisa saja ia membisiki para voters bahwa di lantai tertentu dari kantor PSSI ada fasilitas krioteraphy (kolam air panas, dingin), sauna hingga spa dengan terapisnya. Semuanya gratis untuk para voters! Dan, niscaya mereka akan memilihnya lalu sangat girang begitu diundang meeting ke Kantor PSSI bikinan Sarman nantinya.

Galakkan Kampanye Media Sosial di Berbagai Kanal

Di era yang serba digital ini, media sosial menjadi sebuah ruang yang begitu efektif untuk melakukan kampanye. Entah Twitter, Facebook, Youtube atau Instagram, satu dari yang disebutkan tadi, para voters juga pasti punya akun di sana.

Di social media (socmed), Sarman bisa saja menggandeng para seleb untuk menebar visi dan misinya yang luar biasa cerdas itu hingga menjadi viral dan nyampek ke para voters.

Di twitter misalnya, Sarman bisa saja menggandeng Fahri Hamzah yang fenomenal itu. Selain punya pengikut puluhan ribu, mantan kader PKS itu juga memiliki banyak haters. Apa yang disampaikannya akan menjadi konflik dan viral yang sangat melebar. Nama Sarman dan tentu visi misinya akan ikut-ikutan populer juga.

Untuk Youtube dan Instagram, Sarman  bisa saja membujuk para selebvlog kondang dari Jawa Timur (Jatim) macam Bayu Skak atau selebgram @d_kadoor. Kenapa Jatim? Karena kita semua pasti setuju jika Jawa Timur merupakan jantung utama sepakbola Indonesia. Konflik dualisme PSSI hingga perseteruan dengan Menpora juga datang dari sana. Klub yang jadi dua dan bermasalah hingga kini juga dari Jatim.

Jika Sarman mampu merayu para voters dari Jawa Timur kemungkinan ia menjadi ketum PSSI semakin besar.

Siapkan Profesi Lain

Hal ini yang harus dilakukan Sarman El Hakim  ketika ia gagal di pemilihan ketua umum PSSI periode 2016-2020, yakni menjadi traveler sejati sekaligus selebgram. Ini akan menjadi penting jika Sarman masih ingin mecoba duduk di PSSI satu di periode 2020-2024. Selain ia mampu memuaskan hobi jalan-jalannya, Sarman juga  mampu memperoleh banyak keuntungan dari profesi ini.

Keuntungan  pertama baginya tentu pundi-pundi uang dia akan terus mengalir. Akan banyak pernak-pernik traveler yang berminat untuk meng-endorse beliau.

Kedua, ia akan mendapat banyak  pengalaman dari  kunjungan dia ke kantor federasi sepakbola di seluruh dunia. Ada 205 negara yang menjadi anggota resmi FIFA, untuk pengusaha seperti Sarman tentu bukan hal mustahil untuk bisa mengumpulkan foto-foto kunjungannya dalam waktu empat tahun. Foto-foto itu yang akan menjadi alat kampanye di pemilihan ketua PSSI periode berikutnya.

Sekadar saran lho Pak Sarman. Jangan diambil hati, apalagi dibawa ke visi dan misi Ketua Umum PSSI. Hihihi

Sebarkanlah:

Penulis

Maya Yekti Ngaca dulu baru ngece. Nyatat dulu baru nyacat.

Menurut Ngana