GantiGol

Selebrasi dengan Jersey yang Diharamkan

sumber gambar: George Logan/Dazandtom
Sebarkanlah:

Melakukan selebrasi adalah hak semua pemain. Layaknya kemerdekaan yang merupakan hak segala bangsa, seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Tapi, jika Anda melakukan selebrasi dengan membuka kaus tim (jersey) itu merupakan hal yang dilarang dalam sebuah pertandingan sepakbola. Dan akan mendapat ganjaran kartu kuning dari wasit, serta bisa jadi mendapat ganjaran yang lebih berat di akhirat karena dengan sengaja mengumbar aurat di depan publik.

Terlebih jika Anda adalah pemain bola perempuan sepertiku. Selain mendapat ganjaran kartu dan juga ganjaran di akhirat,  membuka jersey saat melakukan selebrasi, bisa-bisa kena cekal Komisi Penyiaran Indonesia ataupun Dunia dan dilaknat oleh front-front agama. 

Oleh sebab itu, dalam kesempatan kali ini, akan kubagikan aturan tentang selebrasi membuka jersey. Karena, hal ini sudah dicantumkan dalam Law of the Game, dan dianggap sebagai unsporting behaviour.  

Melakukan selebrasi gol dengan membuka jersey adalah tindakan yang berlebihan dan tidak perlu dilakukan. Dan yang termasuk kategori membuka atau melepaskan jersey adalah ketika pemain sudah membuka jersey dan melewati kepalanya. Setidaknya begitu menurut aturan permainan sepakbola yang diterbitkan FIFA, dalam aturan ke-12 tentang Pelanggaran dan Perilaku Buruk.

Berikut kriteria selebrasi melepas jersey yang dinyatakan sebagai pelanggaran dan layak mendapat kartu kuning.

Ada juga selebrasi membuka jersey yang ikut diharamkan jika di dalam jersey masih ada kaus yang memberi pesan. Regulasi FIFA bahkan tak tebang pilih terkait pesan ini. Mau baik atau buruk, pesan apapun dilarang.

Berikut beberapa contoh selebrasi untuk menjelaskan kriteria di atas tadi:


Ini ga telanjang bulat sih, tapi tetap kartu kuning. Karena jersey yang dikenakan sudah lepas atau melewati kepala.

  

Ini juga kartu kuning, sudah lepas jersey, di inner ada pesan, meskipun bentuk semangat kepada rekannya yang meninggal dunia, Dani Jarque. 


Sudah telanjang. Sudah pasti, mendapat kartu kuning.


Nah, kalau yang ini akan luput dari kartu karena, jersey yang dikenakan Andik Vermansyah, belum melewati kepala. Tapi kalau wasitnya dari FIFA, ia bakal kena kartu karena menuliskan pesan.

Jika sudah demikian, ada baiknya, Anda tidak melakukan selebrasi-selebrasi terlarang yang sudah termaktub dalam Law of the Game, terlebih untuk pemain bola perempuan. Karena, sebenarnya, masih banyak gaya selebrasi yang dianggap halal oleh wasit yang menyadur peraturan tersebut.

Akan tetapi ada juga bentuk-bentuk selebrasi yang bisa juga dikategorikan pelanggaran karena mengganggu jalannya pertandingan namun belum masuk dalam Law of the Game. Seperti, melakukan perayaan gol dengan memesan soto, ataupun membeli tahu dan air mineral ke pedagang asongan yang sedang berjualan di stadion. Atau juga meminjam ponsel supporter untuk memesan makanan cepat saji. Atau pergi ke toilet karena sudah tak tahan ingin buang air. Atau juga mengajak foto selfie kekasih hati Anda padahal kekasih Anda tidak sedang nonton di stadion.

Ya, selebrasi –selebrasi di atas memang belum diatur secara rinci dalam aturan permainan sepakbola. Akan tetapi ada baiknya jangan Anda lakukan. Karena, jika Anda nekat melakukan hal-hal tersebut, Anda tidak hanya mendapat teguran dari wasit berupa kartu, bisa jadi Anda akan diberi bogem mentah oleh pemain dan/atau supporter lawan sebagai bonusnya. Jadi, janganlah Anda coba!

 

Sebarkanlah:

Penulis

Sophie van der Lul Namaku berakhiran Lul, karena ibu, bapak, kakek, buyutku dari Lul. Untung bukan dari Lebak Bulus, bisa-bisa jadi van der Lebak Bulus namaku. Ah apapun itu yang penting aku Sophie, Sopan tapi hepie

Menurut Ngana