GantiGol

Shots on Target, Sebuah Pembahasan

sumber gambar:
Sebarkanlah:

Sudahkah Anda membaca tentang pengertian shooting dalam sepakbola? Jika belum bacalah dulu di beberapa sumber bla bla bla yang banyak jumlahnya.

Kenapa saya sarankan demikian? Ada dua alasan mengenai hal ini. Pertama, jika Anda membaca maka Anda akan menambah pageview laman ini, yang dengan demikian pula Anda akan membantu kami –bukan hanya saya—untuk mengais rejeki. Tidak, banyak-banyak amat, sih, yang penting kami masih bisa beli gorengan agar kami tak kelaparan dan bisa menulis lagi dan sang penjual gorengan laku dagangannya dan dengan demikian sehingga anak ataupun istri penjual gorengan tersebut bisa menafkahi anak-istrinya dan juga menyekolahkan sang anak. Ya, agar sang penjual bisa menafkahi anak-istrinya dan memberi penghidupan yang layak! Cukup menafkahi saja, tidak lebih dan tidak kurang. Dan karena saya yakin, sang penjual tak ingin yang lain-lain, apalagi membeli dollar yang harganya mulai meninggi itu. Sebentar... Mengapa justru berlarut-larut dan jadi panjang begini? Ah, biarkan saja, biar saya terkesan intelek.

Yang kedua, agar Anda tahu pengertian dasar terkait shooting, lantaran kali ini saya akan membahas macam-macam shooting. Poin ini memang sengaja saya letakkan pada poin kedua. Sebenarnya Anda, jika tidak berkenan membaca tulisan tentang pengertian tembakan ke arah gawang juga tak apa. Namun, yang perlu Anda ingat adalah poin-poin humanisme dalam paragraf ke satu tadi. Itu saja.

Dalam sepak bola ada tiga jenis tembakan ke arah gawang. Yang pertama adalah Shot on Target atau Shots on goal, yaitu tembakan yang mengarah ke gawang. Yang kedua adalah Shot off Target, atau tembakan yang meleset dari gawang. Yang ketiga adalah Shot Block, atau tembakan (ke arah gawang) yang terkana blok (sebelum sampai pada sasaran).

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang shot on target.

Untuk menentukan atau mengkategorikan sebuah tembakan yang dilepaskan pemain merupakan shot on target atau bukan, Anda tidak perlu menghitung jari-jari pada permukaan yang dikuadratkan lalu membaginya dengan jarak bola dengan gawang dan ditambahkan ketinggian bola dari permukaan lalu mengalikannya dengan percepatan gravitasi bola di permukaan. Anda cukup melihatnya apakah bola itu mengarah ke gawang atau tidak. Lantaran, pada dasarnya, shot on target bukanlah percepatan gravitasi pada permukaan tertentu. Oleh karena itu, penghitungan shot on target tidak perlu dihitung dengan rumus percepatan gravitasi pada permukaan tertentu. Cukup melihatnya dari tiga aspek saja, yaitu:

  • ·        Apakah tembakan tersebut mengarah ke gawang dan dihalau oleh kiper.
  • ·        Apakah tembakan tersebut mengarah ke gawang dan dapat dihalau oleh pemain terakhir (selain kiper) yang berdiri di muka gawang. Sebenarnya dalam usaha penghalauan bola di muka gawang tersebut pemain terakhir tak perlu melulu berdiri. Bisa juga dengan posisi terlentang, tiduran, tengkurap, ataupun bersandar pada tiang gawang. Mana suka saja.
  • ·        Atau, meski masih menjadi perdebatan, bola tersebut membentur tiang ataupun mistar gawang.

Aspek tambahan yang tak boleh Anda lupakan, dalam setiap gol yang tercipta, sudah barang tentu itu adalah shots on target. Setiap gol pasti shots on target, tapi setiap shots on target belum tentu sebuah gol.

Sangat mudah, bukan? Dengan demikian mulai sekarang, Anda, jika tidak sedang terlelap, dan mampu meluangkan waktu untuk menonton pertandingan sepakbola, bisa dengan mudah menghitung jumlah shot on target suatu tim dalam suatu pertandingan. 

Sebarkanlah:

Penulis

Sophie van der Lul Namaku berakhiran Lul, karena ibu, bapak, kakek, buyutku dari Lul. Untung bukan dari Lebak Bulus, bisa-bisa jadi van der Lebak Bulus namaku. Ah apapun itu yang penting aku Sophie, Sopan tapi hepie

Menurut Ngana