GantiGol

Siapa yang Paling Pas Temani Evan Dimas?

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Empat uji tanding internasional sudah dijalani Alfred Riedl guna menentukan siapa saja pemain yang bakal mengisi starting eleven dan siapa yang akan menjadi pelapis di Piala AFF 2016.

Dari empat laga tersebut, kerangka utama tim Garuda Merah Putih sudah mulai terlihat. Di lini belakang Yanto Basna dan Fachrudin seperti sudah mendapat jaminan bermain starter. Sedangkan untuk barisan depan Boaz Solossa akan dijadikan tumpuan utama setelah menepinya Irfan Bachdim karena cedera. Selain itu, Evan Dimas juga dipastikan akan bermain di tempat utama yang akan mengendalikan lini tengah.

Menarik untuk dibahas adalah duet Evan di lini tengah dalam skema 4-4-2 yang dikenakan Riedl. Dari empat laga uji tanding yang dilakukan Indonesia, hanya Evan yang belum tergantikan. Sepertinya, Riedl masih mengutak-atik pemain guna mencari siapa duet yang pas untuk Evan.

Dipilihnya Evan Dimas menjadi pemain utama tentu bukan tanpa alasan, pemain asal Surabaya ini memang paling menonjol jika dibandingkan dengan tiga gelandang tengah lainnya. Ia menjadi gelandang paling produktif di skuat Indonesia. Pada gelaran ISC A 2016 saja, ia sudah mencetak lima gol dan membuat satu assist. Ditambah lagi, ia juga mampu tampil meyakinkan Alfred Riedl di empat laga uji tanding.

Evan Dimas punya catatan statistik terbaik dengan membuat enam kali umpan kunci dan tiga kali intersep. Rata-rata umpannya pun yang terbaik dengan 88,6%

Lalu siapa yang paling pas menemaninya? Mari kita telaah satu persatu.

BAYU PRADANA
Bersama Evan, Bayu Pradana menjadi pemain yang paling banyak mendapat kesempatan bermain dengan empat kali turun. Meski menit bermain pemain Mitra Kukar ini hanya mencapai 189 menit, jauh di bawah Evan Dimas yang mendapat kesempatan 356 menit.

Bayu sering terlihat cakap memainkan perannya sebagai pivot yang diduetkan dengan Evan. Ia jarang sekali terlihat meninggalkan tugasnya menjaga kedalaman ketika Evan keluar meninggalkan posisinya.

Itulah yang menjadi pembeda antara Bayu dengan dua pesaing lainnya, Dedi Kusnandar dan Stefano Lilipaly. Naluri bertahan yang dimilikinya membuat ia lebih cocok dipilih Riedl jika ingin menyeimbangkan antara bertahan dan menyerang. Seperti terlihat dalam video ini.

Dengan menempatkan Bayu, maka Evan bisa lebih bebas untuk menyerang. Baik sebagai central midfielder (CM) ataupun sedikit maju menjadi attacking midfileder (AM).

Halaman
Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Gantistats Sepakbola bukan matematika, tapi sepakbola butuh matematika. Demikian.

Menurut Ngana