GantiGol

Titik Penalti, 11 Pas Atau 12 Pas?

sumber gambar: GANTIGOL
Sebarkanlah:

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah kaprah didefinisikan sebagai sebuah kesalahan yang umum sekali, sehingga orang tidak merasakan sebagai kesalahan.

Kesalahan tersebut kemudian menjadi umum karena dipakai secara luas. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor; media massa, pendidikan, ataupun bahasa daerah atau bahasa asing.

Begitu juga dengan sepakbola. Harus diketahui bahwa sepakbola adalah hal yang asing di negeri ini. Meski bangsa kita begitu mencintai sepakbola, namun perlu diketahui, bahwa sepakbola adalah sesuatu yang asing.

Olahraga ini diimport dari luar negeri. Itu yang pertama. Yang kedua, dengan sanksi yang diberikan FIFA, maka sepakbola yang begitu lekat dengan masyarakat Indonesia, juga berubah menjadi sesuatu yang asing. Sanksi yang diberikan organisasi tertinggi sepakbola dunia itu kemudian mengasingkan bangsa ini dari pergaulan sepakbola Internasional.

Atas dasar ke-asing-an itulah, wajar saja jika banyak salah kaprah terjadi di dunia sepakbola kita. Salah satunya tentang istilah untuk menyebut tendangan penalti.

Banyak orang beranggapan, tendangan penalti adalah tendangan 12 pas. Bukan 11 pas. Padahal jika ditengok kembali dalam Law of the Game yang diterbitkan FIFA, jarak titik penalti ke gawang adalah 11 meter.

Dalam pasal  1 tentang Lapangan Pertandingan, poin The Penalti Area, disebutkan, “... Within each penalty area, a penalty mark is made 11 m (12 yds) from the  midpoint between the goalposts and equidistant to them.” Artinya, titik putih yang ada di setiap kotak penalti, seharusnya berjarak 11 meter atau 12 yards dari garis gawang.  


Dengan demikian, tendangan penalti lebih pas jika diganti dengan sebutan “tendangan 11 pas”, ketimbang “tendangan 12 pas”.

Entah dari mana datangnya istilah 12 pas itu. Yang pasti istilah itu sudah mewabah di tengah masyarakat kita.

Ada beberapa alasan kenapa bangsa ini lebih kerap menyebut 12 pas. Alasan pertama penyebutan “12 pas” mungkin karena jarak titik putih tempat diletakkannya bola tendangan penalti memang berjarak 12 yards. Namun, yang menjadi pertanyaan: mana yang lebih lazim digunakan di Indonesia? Satuan ukuran “yards”, atau satuan “meter”?

Alasan yang kedua, katanya, jarak kiper dengan titik penalti itu 12 langkah pas. Untuk yang ini, coba dipikir lagi, langkah kaki siapa yang digunakan untuk mengukur? Apakah langkah kaki semua orang selalu sama?

Sementara alasan selanjutnya sebutan “12 pas” lahir karena posisi kiper dengan penendang, lurus dengan bola, seperti jarum jam saat menunjukkan pukul 12.

Tapi, yang perlu diingat, saat menghadapi tendangan penalti, kiper juga diperbolehkan agak serong ke kiri ataupun ke kanan, tak melulu harus berdiri di tengah-tengah gawang. Karena tak ada aturan tersebut, yang diatur hanyalah posisi kiper harus menginjak garis gawang.

Sementara itu, media -baik melalui tulisan ataupun ucapan dari sang pemandu acara tayangan sepakbola televisi- lebih gemar menggunakan istilah “12 pas”.  Sebuah hal yang membuktikan dan gambaran bahwa mereka enggan membuka-buka lagi hal-hal aturan dasar dan memang tidak bisa dipercaya sepenuhnya.

Dapat disimpulkan, kalau kami sih pakai 11 pas. Kalaupun Anda masih menggunakan istilah 12 pas, ya monggo lho. Adalah hak Anda untuk tetap larut dalam sebuah hal keumuman, meskipun jika dinalar tak benar.

Anda masih bisa kok menggunakan 12 pas karena luasnya wilayah NKRI dan sifat lebay yang sudah mengakar di bangsa ini. Jadi karena terlalu luas dan lebay, maka titik penalti dilebihin satu meter. Toh dengan penambahan satu meter di tiap lapangan bola juga  tak membuat Indonesia menjadi sempit.

Lagipula kita tengah mendapatkan sanksi dari FIFA yang membuat Law of the game 11 meter tadi. Jadi, karena bukan lagi anggota, Indonesia juga berhak membuat aturan sendiri tentang tata cara bersepakbola. 

Sebarkanlah:

Penulis

Sophie van der Lul Namaku berakhiran Lul, karena ibu, bapak, kakek, buyutku dari Lul. Untung bukan dari Lebak Bulus, bisa-bisa jadi van der Lebak Bulus namaku. Ah apapun itu yang penting aku Sophie, Sopan tapi hepie

Menurut Ngana