GantiGol

Trisula PSSI, Siapa Pengendalinya?

sumber gambar: Ist
Sebarkanlah:

Sebutan untuk senjata dengan tiga cabang ini menyeruak beberapa jam sebelum kongres PSSI 2016, 10 November lalu di Ancol. Pin bertuliskan Trisula ER, JD, dan IB tersemat di jas bagian dada para voters.  Dan, dalam beberapa jam kemudian inisial yang terpampang itu terwujudkan sebagai pemegang kendali PSSI periode berikutnya. 

Inisial dari pin trisula tak lain adalah: ER untuk Eddy Rahmayadi sebagai Ketua Umum, JD untuk Joko Driyono,dan IB untuk Iwan Budianto. Dua nama terakhir ini terpilih sebagai Wakil Ketua.


Sumber Gambar: Top Skor

Trisula. Senjata ini dipercaya sebagai senjata para dewa. Di kepercayaan Yunani dan Romawi kuno, trisula dipegang oleh Dewa perairan dan laut, Neptune atau Neptunus. Sementara Hindu kuno memercayai Dewa Siwa sebagai pemegang senjata ini dengan nama Trisula Weda.

Selanjutnya, karena Dewa Siwa lebih dekat dengan Indonesia, mari kita bahas trisula milik beliau ini saja.

Konon, Trisula Weda adalah simbol tentang tiga kekuatan: Jnana (pengetahuan) berada di tengah dan paling tinggi, Karma (perbuatan atau kerja) di sisi kiri, dan Raja (attitude, perilaku). Nah dengan menerapkan peran trisula itu, mari kita bedah satu persatu mana peran yang cocok dari ketiga pemangku jabatan PSSI itu.

JOKO DRIYONO, JNANA
Meski hanya menjabat sebagai wakil, namanya layak kita tempatkan sebagai yang paling tengah, paling tinggi dan utama: Jnana, dari trisula PSSI. Sebab, dati ketiganya, hanya Jokdri yang paling berpengetahuan urusan menguasai federasi sepakbola Indonesia. Tak lain karena pengalaman dan sepak terjangnya yang cukup lama dan hampir di berbagai era konflik, nama Jokdri akan tetap ada.

Tenang, kalem dan tiba-tiba mengejutkan adalah pembawaan pria asal Ngawi ini. Sebut saja beberapa kejutan yang pernah dihadirkan pencetus perubahan sistem Ligina menjadi Indonesian Super League (ISL) ini dalam berbagai era konflik.

Semisal pasca Nurdin Halid dilengserkan --termasuk para abdi dalemnya sang sekjen PSSI terlama, Nugraha Besoes- Jokdri selamat karena racikannya dalam mengurusi liga terbilang jitu.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai manajer Pelita Krakatau Steel ini kemudian malah tercatat sebagai Plt Sekjen PSSI plus anggota Komite Normalisasi yang menggelar KLB PSSI 2011 di Solo. Hanya dalam hitungan hari, Jokdri kemudian berubah arah dan menjadi lawan. Karena PSSI terpilih menciptakan liga dan badan liga baru, Indonesian Premier League (IPL) yang dioperatori LPIS (Liga Prima Indonesia Sportindo).

Di KLB PSSI April 2015, nama Jokdri muncul dalam bursa calon Ketua Umum bersama Djohar Arifin Husein dan La Nyalla Mattaliti. Namun, di hari pelaksanaan kongres, ia memutuskan mundur dan diikuti Djohar. Walhasil, La Nyalla otomatis diangkat sebagai Ketua.

Kejutan lain adalah sebelum dimulainya ISL 2014/15. Tak ada angin dan berita, jelang sepekan ia tiba-tiba mengumumkan mendapatkan sponsor yang mampu mengubah nama liganya menjadi nama bank tersebut.

Namun dari itu semua, dengan ketenangannya, kekalemannya dan loby-loby yang dilancarkannya, dan kejutannya itu, Jokdri belum pernah bisa mengantarkan prestasi bagi Indonesia. Padahal konon, liga yang kerap ia putar itu ujung-ujungnya demi mencetak pemain Timnas. Konon.

Halaman
Sebarkanlah:

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana