GantiGol

Yang Paling Ditunggu di Piala Bhayangkara Itu Ini

sumber gambar: GettyImages
Sebarkanlah:

Era turnamen-turnamenan melulu sepanjang setahun belakangan ini memang bikin jengah. Namun untuk Piala Bhayangkara, yang semoga menjadi turnamen terakhir, ada satu hal yang layak ditunggu, disimak, diperhatikan, dan bahkan kalau perlu, kita tertawakan bersama-sama.

Hal yang paling dinanti itu adalah bertemunya PS TNI melawan PS POLRI.

Dari segi pertandingan ini tentu menarik untuk dinantikan karena tensinya, so pasti tinggi. Akan melebihi sebuah partai final sungguhan dan menjadi pertandingan yang ‘bersih’.

Seperti yang sering terjadi dan kita ketahui bersama, kedua lembaga aparatur negara yang sama-sama bertugas mengamankan dan mengayomi rakyat ini kerap geger sendiri. Saling bentrok dan geruduk pos atau markas yang kemudian malah membuat masyarakat di sekitarnya diliputi ketakutan. Khawatir peluru nyasar.

Maklum, keduanya seperti masih menyisakan api dendam setelah resmi talak pada 1 April 1999. Api kecil yang seketika membesar menjadi baku tembak dan saling serang markas hanya karena sulutan remeh seperti seragam atau salah paham.

Kini keduanya dipertemukan di lapangan sepakbola. Meski pemain dari kedua tim tak sepenuhnya berlabel anggota, namun nama lembaga yang diusung dan membayar mereka tentu menjadi cambuk mereka untuk tak boleh kalah.

Pada pertandingan mereka nanti, berani dijamin tak akan ada lagi skema sepakbola gajah dan saling mengalah. Karena dari rekam jejak baku tembak keduanya selama ini sama-sama tak ada yang mau mengalah.

Pengaturan skor, ah juga tak bakal ada. Meskipun POLRI sempat disebut sebagai lembaga terkorup kedua di bawah DPR oleh Populi, mereka tak akan melakukan hal haram di sepakbola itu pada laga ini. Mengalahkan tentara adalah kemenangan tersendiri bagi setiap polisi. Sebab mereka selama ini tak bisa menyentuh mereka. Tentara punya polisi tersendiri yang disebut Provost atau Polisi Militer.

Sementara dari kubu TNI, mereka juga tak mau kalah begitu saja dari mantan bawahan mereka itu. Karena atasan dan bawahan di TNI adalah landasan dalam bertugas. Sakral dan tak bisa diubah-ubah. Perlu dicamkan, bahwa TNI bukan fashion, yang antara atasan dan bawahan bisa dipadupadankan atau ditabrakkan dengan mengatasnamakan keindahan. Sekali lagi hubungan atasan dan bawahan sakral di TNI.

Di tentara atasan adalah orang yang setiap kalimatnya adalah perintah bagi bawahan. Membantahnya adalah melanggar sumpah. Ya, Sumpah Prajurit dari tentara menyebutkan, “Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan.”

TNI bakal mengalah? Oh tidak bisa. Polisi bagi mereka adalah mantan bawahan. Ya masak mau-maunya seorang atasan mengalah sama mereka yang sudah mantan, bawahan pula.

Selain itu, TNI terhitung menang pengalaman di bidang turnamen. Sudah tahu rasanya asam garam sepakbola di turnamen Piala Jenderal Sudirman lalu. Lagipula, mereka juga menang fasilitas lapangan sendiri. Kalah dari debutan adalah hal yang memalukan.

Itu dari segi pertandingan. Yang lebih menarik untuk ditunggu lagi adalah dari sisi pendukung, suporter. Ada beberapa skenario yang membuat kita penasaran dan bertanya-tanya.

Halaman
Sebarkanlah:

Fanshop

Penulis

Rikma Peksi Tumbuh sebagai penyembuh. Terhimpit namun tak merasa terjepit. Bola itu bundar , ah itu dulu. Jaman sekarang, bola itu bandar.

Menurut Ngana