REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Allianz dan Perwujudan Rencana Besar Juventus Stadium


M Bimo pada 2020-07-22 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Juventus Stadium bukanlah stadion yang memiliki kapasitas besar. Jika dibandingkan stadion-stadion lainnya, seperti San Siro yang memiliki kapasitas 80.000 penonton, Old Trafford dengan kapasitas 70.000 atau Camp Nou yang memiliki kapasitas kursi lebih dari 90.000 tentu Juventus Stadium tak ada apa-apanya. Stadion yang baru diresmikan pada 2011 ini hanya memiliki kapasitas 41.507 penonton saja. Masih kalah besar dari Gelora Bung Karno di Indonesia.

Baca juga:

Namun ukuran bukanlah segalanya. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Aldo Mazzia, Direktur Keuangan Juventus yang telah menyelamatkan tatanan finansial si Nyonya Tua sejak skandal pengaturan pertandingan pada 2006. Meski ukurannya kalah besar, Mazzia menganggap publik Turin harus berbangga karena Juventus menjadi klub Italia pertama yang membangun dan memiliki stadion sendiri.

Sedikit flashback, Juventus Stadium merupakan stadion yang baru dibangun oleh Juventus pada 2011 lalu. Stadion ini berdiri di atas tanah stadion lama mereka, Delle Alpi. Sejak dipakai pertama kali, Juventus Stadium menjadi rumah nyaman bagi si Nyonya Tua, karena sejak musim pertama mereka bermarkas di situ, belum ada satu klub pun yang mampu melawan dominasi Juventus sebagai pemegang juara Serie A sebanyak delapan musim berturut-turut.

Didirikannya Juventus Stadium ini rupanya bikin perusahaan asuransi terbesar asal Jerman, Allianz pun kepincut menggelontorkan dana. Enam tahun setelah berdiri alias mulai pada 2017 lalu, Allianz, Juventus dan Lagardere Sports Group yang memegang hak penamaan untuk Juventus Stadium pun resmi bekerja sama. Sejak saat itu, nama komersial Juventus Stadium beralih menjadi Allianz Stadium Turin.

Allianz sendiri terkenal sebagai perusahaan sponsor yang banyak mengakuisisi hak penamaan stadion. Setidaknya ada delapan stadion yang hak penamaannya ditebus oleh Allianz. Yaitu Allianz Arena di Munich. Allianz Stadium di Sydney, Allianz Park di London, Allianz Riviera di Nice, Allianz Parque di Sao Paulo, Allianz Stadion di Vienna, Allianz Field di St.Paul, Minnesota dan terakhir Allianz Stadium Turin.

Awalnya, kerja sama antara Juventus dan Allianz berlangsung dari Juli 2017 hingga Juni 2023. Setidaknya ada kesempatan enam musim bagi Allianz memakai nama Allianz Stadium Turin untuk penamaan Juventus Stadium.

Namun belum lama ini, raksasa perusahaan asuransi ini memperpanjang kerjasamanya dengan klub asal Turin itu. Kini Allianz akan menjadi sponsor Juventus Stadium hingga 2030 ke depan. Sementara kesepakatan tersebut ditaksir bernilai 103,1 juta Euro atau setara dengan Rp 1,7 triliun.

Dengan mengeluarkan uang segitu banyak, Allianz tak cuma mensponsori nama stadion saja. Mereka juga berhak menampilkan logo Allianz di jersey latihan dan pemanasan Juventus selama 10 tahun ke depan. Perusahaan yang bermarkas di Munich ini juga mengambil alih hak sponsor untuk tim wanita Juventus.

Allianz tentu tak sembarang memilih partner kerjasamanya. Banyak alasan kenapa mereka mau bekerja sama dengan Juventus yang stadionnya saja baru berdiri dan usianya satu dekade pun belum ada. Tentunya apa yang terlihat dari Allianz Stadium Turin ini belum seberapa. Sebab dalam beberapa dekade ke depan, Juventus Stadium bakal jadi kompleks sepak bola terbesar yang pernah dibangun Juventus.

Fitur-fitur mutakhir di Allianz Stadium Turin

Kalau urusan kapasitas, Allianz Stadium Turin memang masih kalah dari stadion-stadion besar lainnya di Italia maupun Eropa. Namun kalau soal fasilitas, markas Juventus ini punya deretan fasilitas yang super mutakhir untuk saat ini.

Dibangun pada zaman moderen, tentunya Allianz Stadium Turin juga memanfaatkan teknologi canggih di dalamnya. Selain mutakhir, pembangunan stadion ini memakai teknologi yang ramah lingkungan. Dalam pembangunannya, trio arsitek Hernando Suarez, Gino Zavanella dan Giorgetto Giugiaro sangat memperhatikan limbah yang akan mereka hasilkan. Untuk itu, pembangunan stadion ini bisa dibilang sedikit sekali limbahnya.

Markas Juventus ini juga mampu menghasilkan energi sendiri dengan pemanfaatan panel surya yang menangkap energi dari sinar matahari. Maka dari itu, stadion ini punya air hangat yang mengalir di ruangan penting stadion seperti ruang ganti pemain, dapur dan juga lapangan sepak bolanya.

Dalam upayanya mengurangi limbah, stadion ini juga dibangun dengan pemanfaatan energi alternatif yang cukup efektif. Menangkap energi sinar matahari dengan panel surya adalah salah satu contohnya. Selain itu, Allianz Stadium Turin juga melakukan pemanfaatan ulang air hujan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk menyiram rumput lapangan. Pemanfaatan energi alternatif ini terbukti dapat menghemat pengeluaran 2,3 juta Euro per tahun atau sekitar Rp 38,8 miliar.

Allianz Stadium Turin juga menjadi stadion pertama yang didesain sebagai integrated stadium. Artinya, bangunan ini tak hanya ada lapangan sepak bola saja di dalamnya. Stadion ini juga memiliki tempat hiburan, bisnis, belanja dan kuliner. Di markas Juventus ini terdapat 60 toko, dua bar dan tiga restoran.

Nah, bagian menariknya bagi pecinta klub asal Turin ini adalah Juventus juga memiliki museum di stadion mereka. Museum ini tutup hanya pada hari Selasa, sementara pada akhir pekan museum tetap buka karena pengunjungnya pasti bakal banyak banget.

Selain itu, suporter Juventus juga bisa 'naik haji' dengan melakukan tur stadion. Tur berdurasi 70 menit ini bakal membawa pengunjung memutari Allianz Stadium Turin mulai dari ruang ganti, lapangan pertandingan, museum sampai fasilitas lainnya. Kalau waktunya tepat, tur stadion ini bisa diakhiri dengan menyaksikan laga Juventus di stadion langsung.

Tapi bagi kamu yang belum kesampaian ke Italia langsung, tak perlu khawatir. Melalui website klub, mereka menyediakan tur virtual secara gratis. Di sana kamu bisa melihat-lihat stadion secara cukup detail. Mulai dari masuk ke lapangan, mengitari sekitaran stadion, melihat pemandangan dari tribun yang bisa kamu pilih per sektor dan berbagai informasi detail lainnya.

Selain itu, kamu bisa melihat fasilitas Stars of the Europa League. Fasilitas ini memperlihatkan nama-nama pemain legendaris si Nyonya Tua yang berjasa mengantarkan klub ini juara kompetisi Eropa. Nama-nama pemain tersebut ditulis di dalam bintang berwarna emas di lantai stadion bagian luar. Konsepnya mirip-mirip seperti Hollywood Walk of Fame.

Allianz Stadium Turin bukan hanya sekadar stadion biasa. Dalam beberapa tahun ke depan, stadion ini bakal diubah menjadi kawasan sepak bola terbesar di Turin. Manajemen Juventus pada 2010 lalu telah mengontrak tanah di sekitaran stadion selama 50 tahun ke depan. Tanah ini nantinya bakal dibangun kantor pusat klub, sekolah sepak bola Juventus, hotel dan masih banyak lagi.


TAG: Juventus Allianz Stadium Stadium Series






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI