REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Bagaimana Cara Marco Rose Meledakkan Borussia Dortmund


M Bimo pada 2021-02-22 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Borussia Dortmund tak terlalu mulus dalam menjalani musim 2020-2021 ini. Mereka kini bertengger di posisi 6 klasemen sementara Bundesliga dengan 36 poin. Die Borussen terancam tidak lolos ke kompetisi Eropa musim depan kalau tak segera melakukan perubahan.

Kabar baiknya, manajemen Dortmund telah mengumumkan berita besar belum lama ini. Mereka mengonfirmasi telah mendapatkan tanda tangan Marco Rose yang saat ini merupakan pelatih Borussia Monchengladbach. Rose bakal menduduki kursi pelatih Dortmund mulai awal musim depan.

Tentu saja ini menjadi jawaban yang diinginkan dalam pencarian pelatih baru sejak memecat Lucien Favre pada desember lalu. Saat ini, Dortmund dilatih oleh pelatih interim Edin Terzic. Masalahnya Terzic pun tak mampu mengangkat performa BVB. Dalam 10 laga pertamanya di Bundesliga, Dortmund di bawah kendali Terzic hanya mampu meraup 14 poin saja.

Meski begitu di sisi lain, Dortmund harus bertahan sampai akhir musim ini setidaknya untuk tetap lolos ke Champions League atau minimal Europa League. Kini mereka sedang bersaing dengan empat klub lain, termasuk Monchengladbach untuk merebutkan satu posisi itu.

Tapi apakah Marco Rose adalah sosok tepat yang bisa membangkitkan kembali gairah Dortmund?

Awal yang Tak Begitu Buruk untuk Pelatih Pemula

Sebelum terjun ke dunia pelatih, Rose merupakan seorang pemain yang menempati posisi bek kiri. Ia memulai petualangan sepakbolanya di klub divisi dua Jerman VFB Leipzig. Pria kelahiran Leipzig, Jerman ini kemudian bermain untuk Mainz selama delapan musim setelah hengkang dari VFB Leipzig yang bubar karena bangkrut.

Di Mainz yang saat itu dilatih Jurgen Klopp, Rose menjadi salah satu pemain yang paling berpengaruh. Dia membawa Mainz promosi ke Bundesliga pada 2002 dan 2005. 

Pelatih berusia 44 tahun itu kemudian mengambil langkah pertamanya dalam manajerial sepakbola saat ditunjuk menjadi pelatih-pemain tim kedua Mainz. Kemudian dia menjajal peruntungannya menangani Lokomotive Leipzig di divisi empat Jerman sebelum akhirnya Red Bull Salzburg menawarinya beasiswa edukasi sepakbola kepadanya.

Hasilnya, Marco Rose sukses membawa tim muda RB Salzburg memenangkan UEFA Youth League 2017. Dipromosikan ke tim utama menggantikan Oscar Garcia pada 2017, pria Jerman ini langsung membawa RB Salzburg juara Liga Austria dua musim berturut-turut.

Perjalanan musim 2017-2018 juga cukup mengesankan, di mana Rose dengan sepakbola menyerangnya mampu membawa RB Salzburg hingga semifinal Europa League meskipun berakhir disingkirkan Marseille. Hingga kemudian ia kembali ke Jerman usai dipinang oleh Borussia Monchengladbach sejak 2019.

Di klub itu pelatih ini terus menunjukkan tajinya. Membawa revolusi kepada sepakbola Monchengladbach, menaikkan prestasinya untuk finis di urutan 4 dan meloloskan timnya ke Champions League, prestasi yang terakhir mereka raih pada musim 2015-2016.

Merevolusi Tim dengan Taktik yang Otentik

Beralih membahas taktikal, seperti yang sudah dijelaskan bahwa Marco Rose merupakan pelatih yang menganut gaya bermain menyerang dan cepat. Hal itu sudah ia tunjukkan ketika sukses dengan RB Salzburg pada awal-awal karier manajerialnya.

Formasi 4-4-2 merupakan andalan Marco Rose sejak di Austria. Ia menerapkan formasi itu juga kepada tim Monchengladbach. Namun, itu bukan satu-satunya formasi yang sering Rose terapkan. Musim lalu Monchengladbach terlihat cukup sering bermain dengan formasi 4-3-3 dan 4-4-2 berlian.

Di bawah kendali Rose, Monchengladbach dituntut menjadi tim dengan pemain yang fleksibel. Terutama untuk urusan formasi karena pelatih ini punya rencana-rencana brilian yang ia terapkan di lapangan. Suatu kali Monchengladbach juga pernah bermain dengan menggunakan tiga bek, biasanya Rose menyiapkan satu gelandang bertahan untuk menjaga kedalaman.

Namun untuk musim ini, Rose lebih sering mengandalkan formasi 4-2-3-1. Formasi ini dinilai lebih memberi ruang di lebar lapangan untuk membuat posisi menyerang. Formasi ini juga memungkinkan penyerang sayap mereka untuk memberi tekanan kepada fullback lawan daripada mengandalkan fullback mereka untuk menyerang ke depan yang tentu saja memakan waktu.

Dortmund jelas butuh taktik brilian khas Marco Rose ini untuk diterapkan di timnya. Saat ini Die Borussen juga sebenarnya menggunakan formasi yang sama dengan Monchengladbach di bawah kendali Rose yakni 4-2-3-1.

Di Dortmund nanti, Rose dapat mengandalkan Julian Brandt dan Jadon Sancho di sayap serang kanan dan kiri. Sementara di penyerang tengah tentu saja ada si mesin gol Erling Haaland. Tentunya Dortmund mengharapkan ada taktik menyerang yang meledak-ledak saat Rose bergabung awal musim depan.

Salah satu kunci sukses yang Rose terapkan di Monchengladbach adalah soal transisi. Sebagian besar gol yang dihasilkan mereka dihasilkan lewat transisi yang tepat. Fleksibilitas para pemainnya saat pelatih menginginkan perubahan formasi saat menyerang dan bertahan juga menjadi kunci suksesnya.

Kemampuan mereka untuk bertransisi dari bertahan ke menyerang punya kecepatan yang hampir tidak diduga lawannya. Hal ini memungkinkan mereka dengan cepat mencari posisi yang nyaman di dalam area penalti.

Serangan Gladbach bisa dibilang sulit dicegah karena mereka melakukan transisi yang cepat dan membuka area dengan arah lari diagonal melalui garis belakang lawan.

Selain transisi, yang harus diwaspadai dari taktik Marco Rose adalah soal membangun serangan dari belakang. Umpan-umpan pendek antara pemain belakang dan tengah tak hanya memberikan mereka banyak penguasaan bola, tapi juga waktu untuk para pemain depan mencari ruang.

Mereka telah bereksperimen dengan berbagai bentuk skema membangun serangan. Rose terus mendorong pemainnya untuk membangun serangan secara vertikal. Bek sayap yang paling dekat dengan bola tetap menjaga posisi mereka untuk selalu siap menerima dan mengalirkan bola pendek. Didukung dengan dua gelandang tengah yang tentu mendapat instruksi untuk mendekat pemain bertahan yang membawa bola. Skema ini terus mendapat pengembangan dan variasi yang berbeda namun masih di dalam formasi andalan Rose yakni 4-2-3-1.

Jika membahas soal Marco Rose, pelatih ini identik dengan ide revolusi sepakbola di klub yang ia latih. Termasuk di Borussia Monchengladbach ini, revolusi permainan yang ia lakukan sukses mengangkat prestasi tim.

Setelah awal yang cukup baik untuk musim 2018-2019, Monchengladbach justru mengakhirinya dengan susah payah. Pengunduran diri Lucien Favre memperparah situasi. Tim ini mengakhiri musim dengan hanya memenangkan empat dari lima belas pertandingan terakhir mereka.

Sebelum musim berakhir, direktur olahraga Max Eberl telah mengumumkan Marco Rose sebagai pelatih untuk musim berikutnya. Dalam waktu kurang dari 12 bulan, Gladbach di bawah kendali Rose telah berkembang menjadi salah satu klub paling fleksibel di Eropa. Mereka bak perangkat keras yang dapat update software termutakhir. Taktik kuno dari pelatih sebelumnya dirombak habis-habisan oleh Rose.

Para pemain sontak memiliki kemampuan untuk beradaptasi secara efektif dengan situasi permainan tertentu. Hal ini menunjukkan kinerja staf pelatih dan wawasan taktis yang ditawarkan tak main-main.

Monchengladbach juga mulai menggunakan rekaman video pertandingan untuk menganalisa taktik pertandingan. Revolusi dilakukan tidak hanya di atas lapangan, Rose juga membawa angin segar untuk segala sesuatu teknis di belakang layar.

Marco Rose tak hanya sekadar pelatih yang mengisi posisi dan menggantikan tugas pelatih sebelumnya saja. Ia memiliki visi dan misi permainan yang unik dan to the point. Die Borussen di tangan Rose bisa menjadi sesuatu yang berbeda. Musim depan ia telah berada di klub yang moderen, tapi tentu bakal ada revolusi atau setidaknya perubahan besar yang kembali ia terapkan seperti di RB Salzburg dan juga Gladbach.

Pelatih asal Jerman ini pernah mendapat pengakuan dan pujian tinggi dari Jurgen Klopp. Pelatih Liverpool ini menilai mantan anak asuhnya itu pelatih paling punya gaya. Dia juga percaya kalau Rose bisa sukses dengan klub manapun nantinya. Rose disebut memiliki pendekatan permainan dan filosofi yang otentik.

Mungkin dulu pilihan Borussia Rose dan Klopp berbeda. Tapi musim depan, Rose berkesempatan untuk menangani Borussia yang sama dengan mantan pelatihnya dulu. Tak menutup kemungkinan juga ia menjadi penerus Jurgen Klopp yang sempat sukses bersama Dortmund.

Apakah kita bisa melihat Dortmund yang meledak-ledak musim depan?


TAG: Borussia Dortmund Marco Rose Bvb Bundesliga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI