REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Bagi Ronaldo, Manchester United adalah Cinta Pertama


Hamdani M pada 2021-09-02 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


“Taruhlah hatimu pada semua yang kau kehendaki. (Sejatinya), tidak ada cinta kecuali pada kekasih yang pertama. Betapa banyak rumah yang telah dibangun oleh seorang pemuda. Tapi rasa rindunya selalu kepada rumah yang pertama.”

Syair ini ditulis oleh Abu Tamam, penyair yang besar di Era Abbasiyah. Abu Tamam berusaha memotret kehidupan bangsa Arab yang nomaden, mereka adalah bangsa petualang. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi menemukan hidup yang baik. Perpindahan ini bisa melintasi batas geografis yang jauh, dalam waktu yang lama. Dari Makkah-Madinah menuju Suriah, dari Mesir menuju Baghdad. Petualangan semacam ini sudah ada sejak jaman Abraham, Moses hingga Muhammad.

Di balik petualangan panjang nan melelahkan itu, Bangsa Arab tidak pernah lupa akan asalnya. Keadaan ini yang dipotret oleh Abu Tamam dalam syairnya. Tidak peduli meski ada banyak kesuksesan yang mereka bangun di tempat lain, “rasa rindu hanya untuk rumah pertama.” 

Ratusan tahun setelah syair Abu Tamam tersebut ditulis, Cristiano Ronaldo mengalami kejadian yang sama persis dengan isi syairnya. Ia tumbuh dan besar di Manchester United. Berpetualangan ke Madrid, dan Juventus, memberikan hati dan kemampuan terbaiknya untuk mereka, meraih banyak kesuksesan di sana, Liga Spanyol juga Italia, Liga Champion, Piala Dunia antar klub hingga gelar pemain terbaik dunia.  Lalu di penghujung senja, Ronaldo tahu harus pulang ke mana. Ia kembali ke rumah sepakbolanya, Old Trafford, rumah cinta pertamanya.

Ronaldo memang bukan produk akademi United. Ia tidak pernah menuntut ilmu di Carrington. Karier profesional pertamanya juga bukan didapat saat berseragam Setan Merah. Tapi semua orang mafhum, segala kejayaan Ronaldo dimulai dari sini. “Di sinilah trofi liga domestik pertamaku, trofi Cup pertamaku, pertama kali aku dipanggil Timnas Portugal, Trofi Liga Champion pertamaku, Ballon d’Or serta Golden Boot pertamaku. Mereka semua lahir dari hubungan spesial antara aku dan The Red Devils,” unggah Ronaldo di akun instagram pribadinya.

Dan ketika jiwa kompetitifnya bosan menghirup udara Italia, ia tahu kemana harus pulang. Sempat diisukan hendak menuju PSG, kabar tentang Ronaldo pun berhembus kencang menuju Etihad, kandang Manchester City. Klub biru langit Manchester itu memang sedang berjaya secara finansial. Semenjak dimiliki oleh Sheikh Mansour, City telah menjadi rival yang kuat bagi United. Bukan hanya rival dalam perebutan identitas kota, City juga menjadi rival dalam perebutan gelar.

Kabar ini terdengar menyakitkan bagi fans United. Bagaimana bisa kekasih yang paling mereka banggakan hendak menyeberang ke markas rival? Solskjaer, Rio Ferdinand, Patrice Evra, hingga Alex Ferguson turun tangan. Ferguson, yang dulu menemukan bakat Ronaldo tidak rela temuan terbaiknya itu berkhianat. Dengan berbagai cara, Ronaldo pun berhasil ia gandeng pulang.

Kepulangan Ronaldo ke Old Trafford menjadi negasi atas apa yang kerap dituduhkan orang kepadanya. Mata duitan, bermain demi uang, dan segala hal yang berbau materi. Tuduhan ini hilang dengan sendirinya saat ia memilih bergabung dengan United dan melepaskan kontraknya di Juventus yang memiliki gaji lebih tinggi.

Ronaldo adalah gladiator. Cita-cita terbesarnya bukanlah uang ataupun hadiah. Cita-citanya adalah pertarungan. Semakin menantang lawan yang akan ia hadapi, semakin bersemangatlah dia. Dalam tubuhnya mengalir DNA kompetitif yang bergejolak, menolak diam, dan selalu tergoda mencari mangsa. 

Telah menjadi rahasia umum, Ronaldo adalah manusia paling kompetitif dalam sepakbola. Jiwa kompetitifnya menolak kalah, meski hanya sebatas latihan. Soal karakter Ronaldo yang satu ini, semua pelatih yang pernah menanganinya, setiap pemain yang pernah bermain bersamanya berada dalam satu pendapat.

 
Apa yang Didapat Manchester United dari Ronaldo?

Ketika pertama kali didatangkan oleh Ferguson ke Old Trafford, Ronaldo masih seorang bocah ingusan. Berasal dari klub kelas dua di Eropa, Sporting Lisbon. Di Jose Alvalade pun sebenarnya Ronaldo belum sempat jadi bintang besar. Ia masih berada di level calon bintang. Statistiknya selama berada di sana hanyalah 5 gol dan enam assist dari 31 pertandingan. Label bintang saat itu masih berada titik terjauh dalam klasifikasi angan Ronaldo.

Saat label bintang masih berada jauh di angan Ronaldo, United datang memberi jalan. United tahu betul apa arti bakat yang dimiliki Ronaldo. Tanpa menunggu pembuktian yang terlalu lama, insting pemandu bakat United pun memboyong pemuda asal Madeira, pulau yang berada 360 Mil arah barat Maroko itu ke Old Trafford. 

Sejak saat itu, Ronaldo menjadi anugerah bagi United. Anugerah dalam pertandingan, juga di luar lapangan. Magis kostum bernomor tujuh yang sebelumnya identik dengan Beckham mampu digantikan Ronaldo dengan baik. Bahkan, identitasnya sebagai pemilik nomor tujuh terbentuk sejak saat itu. Hari ini, saat orang-orang bicara tentang nomor tujuh, ingatan mereka lari pada Ronaldo. Perekrutannya disebut sebagai yang terbaik di era Ferguson. Hingga saat ini, belum ada pemain datang ke Old Trafford yang sebaik Ronaldo. 

Ronaldo hari ini berbeda dengan Ronaldo yang dulu. Jika dulu ia adalah anak muda lugu berbakat, hari ini dia adalah pemain dunia yang sarat akan pengalaman. Dulu beban berat Ronaldo ada pada harapan ibunya. Hari ini bebannya ada pada nama besar yang telah ia bangun sendiri.

Meski begitu, Ronaldo diyakini masih memiliki banyak nilai lebih. Sebagai personal, Ronaldo masih memiliki daya tarik yang kuat untuk menaikan nilai pasar. Kekuatan Ronaldo dalam daya tawar finansial terbukti masih tinggi. Saham United naik hingga 6 persen menyentuh angka 4,25 triliun. Selain keuntungan United dalam meningkatkan nilai saham, keberadaan Ronaldo juga diyakini masih kuat untuk urusan penjualan jersey, nilai tawar untuk iklan, dan segala hal yang bisa mendatangkan uang.

 
sumber foto: Manchester United

Terlepas dari perkara finansial yang memberi banyak keuntungan, Ronaldo yang baru saja datang ke Old Trafford kemarin mungkin tidak akan semenguntungkan kedatangannya dulu secara taktikal. Bahkan ada banyak yang meyakini di United Ronaldo tidak akan mendapat pelayan yang cukup baik. Pemain United tidak ada yang cukup fasih dalam hal umpan silang. Padahal itu makanan empuk Ronaldo. Satu-satunya yang bisa diandalkan hanya Shaw. Posisi Ronaldo di lini depan United juga diprediksi menimbulkan goncangan. Sementara ini korbannya baru Daniel James yang dilego ke Leeds. 

Di luar urusan ruang ganti United, skill dan pengalaman Ronaldo diharap mampu membawa United meraih banyak prestasi. Sepeninggal Ferguson United memang miskin gelar. Sejak era David Moyes, Van Gaal, Mourinho, hingga Solskjaer, United masih belum meraih satupun gelar Liga Inggris. Hampir satu dekade mereka berpuasa. Waktu yang terlampau lama untuk klub dengan sejarah besar seperti mereka. 

Dan, yang paling berharga dari Ronaldo adalah mental juaranya. Mental juara ini yang diharap bisa diwariskan kepada pemain-pemain muda United. Rashford, Sancho, dan Greenwood. Mereka adalah masa depan United. Kedatangan Ronaldo mungkin akan merampas tempat reguler yang seharusnya mereka dapatkan dari Solskjaer. Tapi di saat yang sama, Ronaldo bisa jadi guru yang baik bagi mereka. Untuk semua ini, fans United patut optimis menatap masa depan klub.


TAG: Cristiano Ronaldo Tokoh






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI