REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Benteng Terakhir Sepakbola Sayap Kiri Spanyol


Fiqih Jati Fajar pada 2021-05-15 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Jika kamu datang ke Camp Nou atau Santiago Bernabeu, kamu hanya akan menjadi turis yang di tawarkan banyak produk sebagai buah tangan, namun jika kamu datang ke Estadio De Vallecas, maka kamu akan mendapat sepotong sandwich yang selalu di bagikan oleh seorang perempuan tua, sandwich yang diperuntukan bagi setiap orang yang hadir untuk menyaksikan Rayo Vallecano berlaga. Seperti itulah Vallecas, distrik kecil yang sangat di asingkan oleh Spanyol.

Polarisasi sepakbola Spanyol hanya tertuju pada Barcelona dan Real Madrid, namun di Vallecas, kita dapat menemukan bentuk dari wajah asli sepakbola Spanyol. Tidak ada sentimen bagi orang asing maupun perlakuan buruk terhadap Turis yang sejenak singgah untuk menikmati suasana kota Vallecas.

Distrik Vallecas

Vallecas adalah distrik penyanggah ibukota, distrik pinggiran yang menjadi benteng terakhir para kaum kiri. Vallecas bukanlah distrik yang maju seperti layaknya Madrid atau kota lain di Catalan, menjadi distrik pekerja yang selalu behagia dengan hidupnya. Vallecas adalah rumah para imigran, para pencari suaka negara konflik yang berharap bisa membangun rumah damai untuk keluarganya.

Masyarakat Vallecas dibentuk atas ketidakadilan masyarakat Madrid, menjadi satu satunya kota tertinggal yang tidak pernah tersentuh pembangun. Jika kamu bertanya Vallecas kepada orang-orang di Madrid, maka mereka akan menjawab "Vallecas adalah kota kriminal dimana kamu harus menjaga baik baik tas dan dompetmu".

Madrid dan Vallecas adalah dua dunia yang berbeda. Semua sana percaya spanyol percaya bahwa tidak hanya secara metaforis dua dunia yang berbeda, keduanya memiliki karakteristik yang sama sekali berbeda dengan tembok yang memisahkan kelas masyarakat dan memastikan mereka tidak tercampur.

Memang, ada beberapa bagian wilayah miskin di Madrid pada 1960-an dan 70-an, tetapi Vallecas sejauh ini adalah yang termiskin. Tidak ada lampu jalan atau sanitasi, dan fasilitas lainnya juga sudah usang. Jalan raya orbital M-30 adalah jalan raya sepanjang 32,5 km yang mengelilingi Madrid dan merangkum semua yang ada di dalamnya sebagai milik Madrid. Vallecas berada di titik puncak paling luar. M-30 bagaikan dinding besar yang menjadi pemisah diantara keduanya.

Pada masanya, Vallecas adalah distrik yang melahirkan banyak kelompok seniman, penyair, penulis, dan bohemia, namun semuanya dimusnahkan selama perang spanyol. Penyair seperti Federico García Lorca, Pablo Neruda, Rafael Alberti, Benjamín Palencia, María Zambrano, dan Miguel Hernández muncul dari era tersebut. Mereka biasa berkumpul di sebuah bar bernama 'La Estufa' The Stove di Vallecas dan bertukar ide dan banyak diskusi secara serius.

Para penyair yang disebutkan di atas memperkenalkan avant-garde ke sastra Spanyol dan Lorca, mungkin yang paling terkenal dari Generasi ke-27, seorang pria yang menganggap dirinya sebagai 'sosialis dan freemason', dibunuh oleh pasukan Francisco Franco di Granada. Kematiannya masih menjadi misteri hingga hari ini di Spanyol dan sebagai pengingat tentang kekejaman yang dilakukan selama Perang Saudara.

Vallecas tumbuh menjadi distrik yang diisi oleh para sosialis, pemahaman sosialisme mereka tidak begitu saja dibangun hanya dengan buku bacaan semata. Sosialisme hadir sebagai wujud semangat perlawanan masyarakat Vallecas terhadap penindasan yang terjadi di lingkungan mereka.


sumber foto: revistalibero.com

Pada masanya Vallecas adalah distrik para pengerajin, buruh kasar dan petani gandum. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai petani gandum dan memproduksi tepung untuk mata pencaharian mereka, namun dewan Madrid memberlakukan undang undang baru, dimana setiap roti yang dijual di Madrid tidak boleh menggunakan tepung yang berasal dari luar Madrid, dan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat Vallecas begitu merasakan penindasan yang terjadi secara langsung.

Alasan lainnya adalah karena Vallecas memiliki imigran & kelas pekerja dari Spanyol yang bekerja dengan jam kerja panjang, mulai dari Senin hingga Minggu dengan upah rendah. Rasa ketidakadilan yang muncul makin tidak dapat tertolong ketika pemimpin pertama Vallecas yang terpilih secara demokratis.

Amos Acero Pérez, seorang guru, sosialis dan aktivis yang dieksekusi oleh pasukan Franco pada tanggal 16 Mei 1941. dengan banyaknya penindasan dan ketidakadilan yang terjadi di Vallecas, akhirnya terbentuklah Di Casa del Pueblo, sebuah ruang yang diperuntukan sebagai rumah singgah kaum imigran, perpustakaan, ruang belajar dan diskusi untuk membangun kesadaran kelas disana. Casa del Pueblo dianggap sebagai awal dari sosialisme aktif dan terpelajar di Vallecas.

Lahirnya Rayo Vallecano

Sepakbola menjadi fenomena sosial di seluruh dunia dan saat demam sepakbola mulai terjadi, wilayah Madrid tidak kebal dengan virusnya. Namun, bukan hanya jalan-jalan di Madrid yang menjadi demam sepakbola. Kota-kota kecil dan distrik di sekitar kota mulai membentuk tim mereka sendiri dan pada tahun 1914, Numantino didirikan di Vallecas. Pada 1924, ada sekitar 20 tim di area tersebut termasuk Sporting Vallecano, Numantino, Californias, Alto de Arenal, El Carmen dan Erillas.

Perseteruan mengakibatkan kelompok pecahan di klub Numantino yang telah mendahului Rayo dan beberapa pembangkang memutuskan untuk memulai klub sepak bola mereka sendiri. Pada tanggal 29 Mei 1924, Rayo Vallecano didirikan di sebuah rumah kecil di Puerto del Monasterio 28 (saat itu dikenal sebagai Jalan Calle del Carmen No. 28).

Rumah tersebut adalah milik Prudencia Priego, yang memiliki empat putra termasuk Julian Huerta Priego, pria yang akan menjadi presiden klub pertama. Putra-putranya yang lain adalah Modesto, José Ezequiel dan Juan. Juan akan menjadi kapten pertama Rayo Vallecano.


sumber foto: vallesca.web

Ada juga sejumlah anak-anak dan orang dewasa lain yang sama bersemangatnya untuk terlibat dalam pendirian klub baru ini, beberapa di antaranya akan menjadi presiden sendiri seiring berjalannya waktu. klub yang sangat berorientasi keluarga berdasarkan jumlah saudara yang merupakan bagian dari awal klub.

Nama Agrupación Deportiva El Rayo diberikan kepada klub oleh Luis Gonzalez Rubio, yang saat itu berusia 16 tahun. Alasan di balik nama itu tidak sepenuhnya jelas tetapi tampaknya itu dipengaruhi oleh Agrupación Deportiva Ferroviaria (Asosiasi Olahraga Ferroviaria) dengan Ferroviario sebagai pekerja kereta api. Mereka dikenal sebagai La Ferro dan merupakan salah satu klub sepak bola 'biasa' paling populer di Madrid. Itu menjelaskan Agrupación Deportiva atau AD sebelum dengan nama Rayo.

Ketika berganti nama menjadi Rayo, tidak pernah ada penjabaran yang ditemukan sampai saat ini, terkecuali karna memang mereka suka dengan nama tersebut. Rayo memiliki arti “Petir” dengan nama tersebut evolusi logopun juga terjadi, selalu ada sambaran petir di tengah sehingga mereka tahu estetika seperti apa yang mereka inginkan untuk menemani klub mereka.

Pada 1926, banyak pemain yang direkrut untuk dinas militer dan liga pun harus berhenti sampai akhirnya muncul Federación Obrera de Fútbol (Federasi Sepakbola Pekerja) yang di mulai dari musim 1931-1936, mencakup banyak distrik kecil di sekitar Madrid termasuk Ciudad Lineal, Carbanchel, Chamberi, Cuatro Caminos dan Tetjuan. Dibingkai dalam Federasi Sepakbola Castellana. Pada tahun 1944, setelah Perang Sipil, Rayo mengalami perubahan dengan harapan bahwa setiap orang Vallecas dapat bermain dan menonton pertandingan sepakbola.

Bukaneros: Kelompok Pekerja, Sayap Kiri dan Upaya Pembersihan Fasisme dari Sepakbola Vallecas

Pada akhir 1980-an ketika budaya ultras tumbuh, Bukaneros adalah kelompok pendukung Rayo Vallecano telah menjadi kelompok terbesar stadion dan di kota vellacas. Bukaneros lahir sebagai wujud sejati masyarakat vellacas dan melanjutkan ruang yang membangun kesadaran kelas disana.

Beberapa tahun kemudian lahir juga kelompok baru yang berlatar belakang skinhead sayap kanan, dua kelompok baru bernama Brigadas Franjirojas dan Voz Franjirojas yang memiliki tujuan untuk membangun basis kekuatan sayap kanan di Vallecas. Diawal kemunculannya, mereka memerangi beberapa kelompok kecil lainnya, hingga akhirnya Bukaneros yang saat itu menjadi kelompok terbesar harus turun untuk membasmi kelompok baru dan kampanye politik sayap kanan dari stadion mereka.

Setelah Franco meninggal banyak dari milisinya membangun upaya baru untuk mempertahankan fasisme di Spanyol, salah satu upaya terbesar mereka adalah lewat sepakbola dengan membentuk kelompok – kelompok pendukung dengan politik sayap kanan. Kelompok sayap kanan yang terbentuk inilah yang akhirnya menguasai banyak tribun di Spanyol, bahkan Barcelona yang selalu diklaim sebagai kaum sosialis catalan, kenyataannya pada hari ini mereka sudah didominasi oleh politik sayap kanan.

Penggemar Rayo telah mendapat banyak pujian sebagai yang terbaik di dunia dari beberapa penjuru. Terlepas dari banyak gerakan sosial, politik dan kemanusiaan yang mereka lakukan. Mereka selalu difitnah dalam banyak kasus oleh federasi dan media sepakbola spanyol.


sumber foto: revistalibero.com

Tidak mudah menjadi kelompok penggemar sayap kiri di Spanyol dan mudah ketika harus menjadi yang terakhir mewakili identitas masyarakatnya. Hampir setiap tim papan atas dan divisi dua di Spanyol, tim yang mewakili sebuah kota sangat besar dibandingkan dengan mereka yang menjaga tradisi masyarakatnya. Rayo adalah pengecualian, Mereka mewakili sebuah distrik di Madrid dengan kepercayaan dan akar kelas pekerja yang terus mereka jaga.

Masyarakat spanyol akan sangat bangga memakai atribut St. Pauli, bahkan toko resmi St. Pauli di Madrid menjadi salah satu yang terbesar. Selalu ada tengkorak St. Pauli dibelahan dunia manapun termasuk di Spanyol dan Madrid. Sangat jarang tengkorak dan petir Rayo dipakai oleh masyarakat Spanyol. Rayo Vallecano, Vellacas dan Bukaneros adalah sebuah hubungan masyarakat sepakbola tradisional yang sudah mulai hilang terkikis oleh era globalisasi.


TAG: Rayo Vallecano Spanyol La Liga Sayap Kiri Komunis






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI