REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Berbaju AC Milan, Theo Hernandez Terlihat Elegan


Hamdani M pada 2020-12-24 jam 12:00 PM


gantigol/Ilham Dito


AC Milan sedang menanjak prestasinya musim ini. Berada di puncak klasmen Liga Italia, AC Milan kini memiliki pemain dengan kemampuan luar biasa. Salah satu yang jadi sorotan adalah Theo Hernandez. Bek kiri masa depan Prancis ini menemukan kembali kemampuan terbaiknya di AC Milan. Setelah sebelumnya ia sempat meredup saat berada di Real Madrid.  

Pemain dengan tinggi 1,8 meter ini terlahir lahir di Marseille, Prancis pada 6 Oktober 1997. Theo Hernandez lahir dari keluarga pesepakbola. Kakaknya, Lucas Hernandez adalah salah satu skuat Prancis yang mengantarkan mereka juara pada Piala Dunia edisi 2018. Ayahnya, Jean Francois Hernandez, merupakan pemain sepakbola profesional yang bermain untuk Toulouse, Marseille, hingga Atletico Madrid. Bek tengah adalah posisi paten yang biasa dimainkan Jean Hernandez. Masa lalu sang ayah bersama Atletico inilah yang membuat Theo dan saudaranya, Lucas, mengikuti jejak sang ayah datang ke Atletico. Mereka belajar sepakbola di akademi klub rival Real Madrid itu. 

Setelah mengalami perkembangan yang baik bersama tim muda Atletico, ia bergabung dengan Atletico B terhitung sejak 2013. Pada 2016, sedianya ia dipromosikan ke tim utama Atletico Madrid. Namun, karena dirasa ia butuh tempat untuk berkembang, ia dipinjamkan ke sesama tim La Liga, Deportivo Alaves. 

Bersama Alaves, ia mulai mendapatkan tempat. Dalam usia masih 21 tahun, ia berhasil mendapatkan kesempatan bermain 32 kali. Semua ia mulai sejak awal kecuali dua pertandingan. Selain catatan apiknya di La Liga, ia juga hampir saja mengantarkan Alaves menjuarai Copa Del Rey. Tapi sayang, Barcelona datang untuk menggagalkan impian itu. Alaves menyerah dari Barcelona dengan skor 3-1 pada pertandingan final.

Penampilan bagusnya bersama Alaves membuat Real Madrid kepincut padanya. Dengan harga 30 juta Euro, Theo datang ke Santiago Bernabeu. Nasib sial bagi Theo. Datang ke markas rival Atletico tidak membuat ia berkembang. Selama berseragam Los Blancos, ia hanya mendapatkan kesempatan bermain sebanyak 13 kali. Penampilan yang kurang layak untuk seorang bek dengan harga 30 juta Euro.

Sadar di skuat Real Madrid jarang mendapat kesempatan bermain, ia dipinjamkan ke Real Sociedad untuk musim 2018/2019. Selama berseragam putih biru, ia mencatatkan 24 kali bermain. 22 diantaranya dimulai sejak awal laga. Pada musim tersebut ia berhasil mendapatkan satu gol dan dua assist.

 

Transformasi Theo Saat Berada di Milan

Bergabung dengan Milan sejak 7 Juli 2019, Theo mengalami transformasi permainan yang signifikan di bawah asuhan Stefano Pioli. Datang sebagai pemain yang kurang diperhitungkan, Theo membuktikan diri bahwa AC Milan tidak salah mendatangkannya. Sekaligus menanamkan penyesalan pada Real Madrid yang telah menyia-nyiakan bakatnya. 

Pada tahun pertamanya berseragam merah hitam, Theo mencatatkan 33 pertandingan dari 38 yang tersedia di Serie A. Dari semua pertandingan itu, ia tercatat hanya sekali masuk lapangan dari bangku cadangan. Selebihnya, ia memulai sejak menit pertama. Catatan yang gemilang untuk seorang pemain muda debutan. Kepercayaan Pioli pada anak muda Marseille ini dibayar dengan baik oleh Theo. Catatan tujuh gol dan lima asis sebagai bek sayap merupakan hasil yang tak bisa dianggap remeh. Apalagi ini penampilan untuk musim pertamanya.    

Pada musim 2020/2021, penampilan Theo semakin membaik. Dari 14 pertandingan Serie A yang telah ia jalani bersama AC Milan, ia tercatat selalu menjadi pilihan utama. Theo Hernandez selalu memulai pertandingan sejak peluit tanda mulainya laga ditiupkan. Dari 14 pertandingan tersebut, ia berhasil membukukan empat gol dan tiga assist. Untuk ukuran seorang bek, catatannya dalam lini serang AC Milan ini bisa dibilang sangat baik. Ini menjadi modal utama bagi bek sepakbola modern. 

Sebagai pemain yang memiliki tugas utama di garis pertahanan, Theo juga tergolong kuat untuk tugas utamanya, bertahan. Dia adalah tipe pemain yang unggul dalam duel satu lawan satu. Selain itu, ia juga pandai menghitung peluang untuk menghentikan pergerakan lawan di luar garis pertahanan. Ia bukan karakter bek yang menunggu lawan. Selagi ada kesempatan untuk menghentikan lawan di garis atas, maka akan ia lakukan. Dengan tekanan tinggi yang ia lakukan, tingkat keamanan pertahanan Milan menjadi semakin baik.

Kekuatan lain Theo Hernandez dalam bertahan adalah ketenangannya dalam menguasai bola di area pertahanan sendiri. Meski dalam kondisi tertekan, ia masih bisa melancarkan umpan dengan aman. Catatan umpannya menakjubkan. Per 90 menit pertandingan, ia mampu melakukan 11 umpan sukses saat berada dalam tekanan. Statistik yang menunjukkan kematangan bermainnya sebagai bek. Akurasi umpannya di daerah pertahanan lawan pun menunjukkan angka yang menakjubkan. Tahun ini, tercatat, ia berhasil melakukan 72% umpan berhasil di daerah pertahanan lawan.

Kepindahan Theo ke AC Milan tergolong tepat. Di bawah asuhan Stefano Pioli, Theo berkembang dengan pesat. Dia yang sebelumnya sempat hanya menjadi pemanis bangku cadangan, di AC Milan menjelma menjadi andalan. Dia melanjutkan apa yang telah dimulainya dengan baik ketika berseragam Sociedad. “Dia berkembang pesat. Dia menjadi bek yang lengkap. Saya sangat senang atas pekerjaan dan pengorbanannya. Dia memiliki segalanya untuk menjadi pemain top.” Ungkap Stefano Pioli.

Apa yang dinyatakan Pioli berbanding lurus dengan hasrat Theo. Selama berada di San Siro ia merasa nyaman. Dia merasa kembali menemukan jalan untuk meraih kesuksesan. “Saya pikir saat ini saya berada di moment terbaik dalam karier saya. saya pergi ke Madrid ketika saya masih sangat muda. Saya merasakan situasi yang sulit ketika tidak mendapatkan banyak menit bermain.” 

Meskipun AC Milan tidak segemilang Real Madrid dalam perolehan gelar satu dekade terakhir ini, namun Theo tetap percaya ini adalah tempat terbaik untuk kariernya saat ini. Hal ini yang membuatnya enggan untuk kembali ke Madrid. “Saya tidak bisa membayangkan (kembali ke Madrid). Saya sangat senang di sini. Jika saya bisa, saya akan tinggal di Milan selamanya.” Kata Theo saat ia ditanya soal kembalinya ke Madrid. Real Madrid silahkan saja menawarkan gaji yang lebih tinggi. Tapi karier tentu lebih berharga dari itu semua. Seragam Madrid boleh lebih mahal dari Milan, tapi untuk urusan kenyamanan, klub kota mode ini berani diadu.

Dikenal sebagai kota mode, desainer Milan paham betul bagaimana menjahit pakaian yang pas agar terlihat elegan. Pun demikian dengan pelatih Milan, Pioli. Sebagai desainer taktik permainan AC Milan, dia paham betul bagaimana membentuk desain permainan yang cocok untuk bakat sepakbola Theo Hernandez. Tak heran, dengan seragam merah hitam Theo semakin merasa nyaman. Seragam nyaman yang membuat ia semakin terlihat elegan dalam permainan.


TAG: Theo Hernandez Ac Milan Serie A






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI