REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Cara AS Velasca Menyatukan Seni dan Sepakbola


M Bimo pada 2020-08-18 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Seni cakupannya sangat luas. Berbagai bidang memiliki seninya masing-masing. Di lapangan hijau dan olahraga sepakbola sendiri punya seni yang dipertunjukkan oleh para pemainnya. Skill samba dari Brasil, tendangan salto, rabona dan masih banyak lagi, adalah contoh keindahan seni dalam olahraga mengolah si kulit bundar ini.

Namun gak melulu seni sepakbola berasal dari skill pemain. Sejak kapan kamu sadar kalau mode atau fashion telah masuk ambil bagian pada sepakbola? Lihat bagaimana tim-tim bersama apparel mereka berlomba-lomba untuk membuat jersey terbaik dan termodis setiap musimnya. Belum lagi para pemain silih berganti memamerkan gaya rambut, desain sepatu dan tato di sekujur tubuh sebagai fashion dan gaya hidup mereka.

Tapi kalau membahas hubungan seni dalam sepakbola, kamu harus tahu soal klub Italia bernama AS Velasca. Mereka adalah klub asal Milan yang berkompetisi di divisi paling bawah Liga Italia. Ketika kamu melihat para pemain dari klub ini, kira-kira bak melihat model yang berlenggak-lenggok di catwalk dalam hamparan rumput hijau.

Meski kata di atas hanya kiasan, namun AS Velasca adalah contoh klub yang merepresentasikan gabungan antara sepakbola dan seni mode. Velasca didirikan bukan untuk mengejar gelar juara di Serie A atau bahkan Eropa. Klub ini berdiri dengan latar belakang hanya untuk senang-senang dan menunjukkan kebebasan ekspresi seni dalam olahraga.

AS Velasca dibentuk pada 2015. Klub ini didirikan oleh empat orang asli Milan dan dipimpin oleh Wolfgang Natlacen, seorang seniman visual asal Prancis yang berbasis di Milan dan Paris. Mereka mendirikan klub ini dengan tujuan koeksistensi seni dan sepakbola secara literal dan fisik.

AS Velasca yang namanya diambil dari menara kontroversial di Milan diisi oleh 25 pemain muda lokal. Prestasi mereka tidak begitu mencolok. Pada musim perdananya saja, AS Velasca finis di posisi 11 dari 12 peserta divisi terbawah Liga Italia. Tapi kalau soal gaya, tim ini bisa dibilang yang paling modis di seantero Italia.

Musim ini jersey mereka disponsori oleh perusahaan apparel ternama asal Prancis, Le Coq Sportif. Memakai warna kebesaran merah untuk kandang dan putih untuk tandang, jersey AS Velasca gak hanya polos atau mengadopsi desain garis-garis klasik saja. Ada berbagai macam sentuhan tangan seniman pada jersey kandang maupun tandang klub nyentrik ini.

Contohnya pada musim 2015-2016, spot sponsor utama pada jersey tidak mereka jual kepada perusahaan-perusahaan sekitar Milan yang tertarik mengiklankan perusahaan atau produk mereka. Melainkan, spot itu mereka jual kepada seniman-seniman lokal maupun internasional. 

Seniman Prancis bernama Aguirre Schwarz atau populer dengan nama Zevs menjadi orang pertama yang membeli spot sponsor utama itu. Kemudian dia menjadikan jersey AS Velasca sebagai 'kanvas' dan memamerkan karya lukisan atau gambarannya di lapangan hijau.

Ya, AS Velasca bakal tampil dengan desain jersey yang berbeda-beda. Tergantung Zevs apakah ingin menampilkan karya dia yang lain di jersey atau tidak. Jersey klub ini sempat jadi perhatian pada 2015 karena menampilkan logo Adidas dan Nike yang bertumpukan. Karya gambaran Zevs itu adalah bentuk sindiran kepada tim raksasa sekota AC Milan dan Inter Milan yang disponsori oleh Nike dan Adidas.

Sedangkan musim 2019-2020 ini, jersey AS Velasca menampilkan gambar Menara Velasca yang merupakan cikal bakal dari nama klub. Karya ini digambar oleh seniman Francesca Belgiojoso. Sebagai informasi, Menara Velasca adalah bangunan paling kontroversial di Milan karena dijadikan sebagai tempat pembantaian.

Semua yang berkaitan dengan Velasca adalah kanvas seni

Jersey hanya salah satu spot yang disediakan oleh klub sebagai ‘kanvas’ kepada para seniman. Tim paling artistik di Milan ini juga membuat benda-benda di sekitar stadion menjadi lebih artistik. Seniman terkenal dari Milan, Patrizia Novello, menghabiskan berminggu-minggu untuk mendesain papan nomor pergantian pemain dan menyulapnya menjadi karya seni. Visualnya yang menarik tanpa mengubah fungsinya, membuat papan nomor pergantian pemain milik AS Velasca ini selalu mencuri perhatian setiap diangkat oleh wasit.

Selain itu, wasit juga selalu diberi koin khusus ketika memimpin pertandingan kandang AS Velasca. Koin itu bergambar ular hasil dari tangan seniman dengan warna merah untuk kepala dan putih untuk ekor. Bahkan, bendera yang dibawa hakim garis pun desainnya tidak dibuat seperti papan catur layaknya bendera wasit pada umumnya. Ban kapten dan bendera corner juga tak luput dikreasikan dengan visual yang mencolok.

Segala usaha yang dilakukan AS Velasca, disadari atau tidak, telah mendobrak tradisi sepakbola di Italia. Berani melawan arus tentu saja dibutuhkan keberanian. Bagi klub asal Milan ini, kebebasan berekspresi dalam seni memang merupakan salah satu yang mereka utamakan. Namun mereka tidak kemudian melupakan aspek-aspek penting dalam sepakbola.

Mungkin tidak banyak yang tahu kalau AS Velasca ikut dalam gerakan melawan sepakbola moderen. Tiket yang mahal, jam kick off yang tidak menguntungkan suporter dan adanya jarak antar klub dan suporter adalah faktor-faktor yang membuat AS Velasca tidak suka dengan sepakbola moderen. Maka dari itu, klub ini menerapkan aturan-aturan yang hampir semuanya berlawanan dengan yang telah disebutkan di atas.

Pada akhirnya, semua akan kembali pada pertanyaan: untuk apa tujuan AS Velasca didirikan? Salah satu pendiri dan juga Wakil Presiden klub, Loris Mandelli, menuturkan kalau mereka hanya ingin meneruskan perjalanan klub ini seperti apa adanya.

"Jika mungkin bisa menginspirasi klub lain untuk melakukan hal serupa, itu hebat. Selain itu, ya tidak ada lagi," ujar Mandelli.

AS Velasca mengambil bagian sisi lain seni visual ke dalam sepakbola. Kehadiran klub ini membuat para tifosi, yang kebanyakan hanya dari keluarga pemain dan teman-temannya, jadi lebih menyukai seni daripada sebelumnya. Klub ini juga jadi tempat baru yang antimainstream bagi seniman untuk memajang karya mereka.

AS Velasca sudah berdiri sesuai peruntukannya. Seperti yang Presiden klub katakan, "Jersey dan segala macam yang berhubungan dengan Velasca adalah kanvas untuk karya seni."

 


TAG: As Velasca Liga Italia Jersey Bola






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Formasi WM dan Perkembangannya

3

Sejarah Formasi: 4-2-3-1, Gelandang Bertahan dan Pemain Nomor 10

4

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

5

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

LEGENDA HARI INI


Card image cap
23 October

Pada tanggal 23 Oktober 1973, pemain Derby County menuntut kepada manajemen agar Brian Clough diperkerjakan kembali sebagai pelatih. Sebuah surat yang ditandatangani oleh setiap anggota tim utama diserahkan kepada ketua klub setelah Clough dan asistennya mengundurkan diri.


IKUTI KAMI