REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Cara FIFA Menentukan Overall Rating Pemain


M Bimo pada 2021-09-28 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


Hingga saat ini game sepakbola masih didominasi oleh dua judul, Pro Evolution Soccer yang kini berganti nama menjadi eFootball dan FIFA. Kedua game ini memiliki penikmatnya masing-masing. Meski sama-sama game sepakbola, namun ada perbedaan pengalaman bermain antara dua judul tersebut.

Kalau kamu pemain dari dua judul game di atas, pasti sudah familiar dengan yang namanya rating pemain. Seorang pemain dinilai kemampuannya lewat sebuah penilaian atribut. Itu terbagi menjadi beberapa bagian mulai dari pace, shooting, passing, dribbling, hingga physique. Kesemuanya ini bakal dihitung dan disimpulkan menjadi overall rating yang diukur dari 1-100.

Sejauh ini, FIFA berhasil mengambil perhatian para pemain dengan overall rating yang mereka suguhkan. Setiap tahunnya ketika FIFA merilis rating pesepakbola, para pemain selalu mengomentari rating diri mereka sendiri. Tak sedikit pemain yang terang-terang memberikan protes atas nilai atribut yang mereka dapat di game besutan Electronic Arts (EA) itu lewat media sosial.

Kritik ini mereka sampaikan bukan karena sok jago. Tapi mungkin penilaian FIFA terhadap atribut seorang pemain bisa jadi tidak seimbang atau tidak sesuai dengan kenyataannya. Memangnya gimana sih cara FIFA dalam menentukan overall rating seorang pemain?

 

Didukung Ribuan Sukarelawan

Sebelumnya harus kamu ingat kalau FIFA tak hanya menyediakan pilihan tim dari liga-liga terkenal saja. Setidaknya ada 30 liga dan divisi, 700 klub, dan lebih dari 17 ribu pemain yang terdaftar di database FIFA setiap tahunnya. Data ini bisa saja berkurang tapi lebih sering bertambah karena database selalu diperbarui setiap waktunya.

Tentunya tidak mudah untuk menilai lebih dari 17 ribu pemain, apalagi pemain yang tidak terkenal dan main di klub divisi atau liga yang tidak begitu populer.

Seperti klub sepakbola profesional, FIFA juga rupanya memiliki tim scouting alias pemantau pemain. Tim ini terdiri dari 30 produser dan lebih dari 400 pekerja lepas yang tugasnya memantau pemain untuk EA.

Selain itu, FIFA juga memiliki 6.000 sukarelawan peninjau data dari berbagai negara. Sebagian besar yang menjadi sukarelawan adalah penyuka sepakbola dengan pengetahuan luas tentang sepakbola lokal. Tapi tak sedikit juga dari mereka yang bidang pekerjaannya berkaitan dengan sepakbola langsung seperti pelatih, pencari bakat, hingga jurnalis olahraga.

Mereka diberi tugas untuk memberikan saran terkait statistik pemain. Tentunya saran-saran dari para sukarelawan ini akan diverifikasi terlebih dahulu. Bahkan, saran yang ditampung tak melulu soal atribut pemain di atas lapangan. Kadang juga mereka memberikan laporan terkait perubahan gaya rambut, tinggi, berat badan, gaya pemain memakai jersey atau kaus kaki, dan lain-lain.

Maka dari itu, FIFA memiliki database terkini terkait perubahan statistik maupun penampilan seorang pemain. Tak heran juga kamu harus memperbarui patch game secara berkala demi mengikuti apa yang terjadi oleh pemain di dunia nyata.

 

Rumus Menentukan Overall Rating

Kalau kamu memainkan FIFA Ultimate Team (FUT), pasti akan sering melihat kartu yang menunjukkan overall rating seorang pemain. Di kartu tersebut terlihat ada enam atribut yakni pace, shooting, dribbling, passing, defence, dan physique. Itu adalah atribut utama yang menunjang penilaian keseluruhan (overall rating).

Tapi tentu bukan atribut itu saja yang dinilai, ada total 35 atribut lainnya sebelum akhirnya disimpulkan pada penilaian akhir. Ada fokus atribut yang berbeda dari pemain tergantung posisinya. Semakin besar atribut interception, header precision, dan straddle untuk pemain belakang maka itu semakin bagus. Berbanding terbalik untuk penyerang, mereka nggak butuh nilai bagus untuk atribut tersebut.

Dari data tiap atribut itu, FIFA bakal menghitung koefisiennya dan menjumlahkan hasil akhir. Nah, hasilnya itu nanti sudah bisa disimpulkan sebagai overall rating. Namun, untuk pemain tertentu bisa mendapat tambahan 1-5 nilai jika mereka bermain untuk tim nasional.


sumber foto: Premier League

Rating memang hanya sebuah angka di game FIFA. Namun bagi para pemain, ini juga sama dengan harga diri. Bagaimana tidak, game ini setiap tahunnya dimainkan oleh puluhan juta orang dan jika mereka mendapat rating jelek maka jarang ada pemain yang mau menggunakannya.

Maka dari itu, setiap FIFA merilis rating pemain pasti bakal banyak komentar dari pemain sepakbola yang bersangkutan maupun dari pemain game itu sendiri. Tahun lalu, Romelu Lukaku yang tak puas dengan rating miliknya di FIFA 21, menuliskan protes di media sosial. Pemain tim nasional Belgia ini berprasangka kalau EA sengaja membuat rating yang tak sesuai agar menambah publisitas game mereka.

Tapi bagaimana pun, statistik seperti ini sebenarnya abstrak. Tak ada hitungan pasti yang bisa menilai secara akurat kemampuan seorang pemain di atas lapangan. Namun karena trennya sudah begini, mau berapa pun rating yang FIFA keluarkan untuk seorang pemain pasti akan kena kritik juga.


TAG: Fifa Laga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI