REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Cerita di Balik Kebencian Fans Bundesliga Terhadap Dietmar Hopp


M Bimo pada 2020-03-04 jam 12:00 PM


Reuters


Pemain Bayern Munchen dan TSG Hoffenheim memilih menghabiskan 12 menit terakhir pertandingan dengan bermain oper-operan. Tidak ada usaha sama sekali untuk membobol gawang satu sama lain. Pada pertandingan yang digelar di PreZero Arena, Sabtu lalu (29/2), Bayern Munchen meraih kemenangan besar 6-0 atas tim tuan rumah.

Aksi tak biasa yang dilakukan kedua kesebelasan ini dipantik oleh ulah suporter Bayern Munchen. Mereka yang hadir di stadion membentangkan spanduk bertuliskan kata-kata ofensif yang ditujukan kepada pemilik Hoffenheim, Dietmar Hopp. Gara-gara tindakan suporter tim tamu, wasit Christian Dingert menghentikan pertandingan di menit 78.

Pertandingan sendiri sempat terhenti sekitar 20 menit lamanya. Para pemain, staff maupun petinggi Bayern berusaha membujuk suporter untuk melipat spanduk tersebut. Namun hasilnya nihil. Ketika pendekatan ini tak menemui hasil, wasit memutuskan menyuruh para pemain untuk masuk ke ruang ganti.

Siapa sih Dietmar Hopp dan mengapa jadi sasaran ejek fans Bayern Munchen pada pertandingan pekan lalu?

Dietmar Hopp merupakan pengusaha asal Jerman yang sangat sukses. Setelah lulus dari kuliahnya, Hopp bekerja beberapa tahun sebagai pegawai pengembang perangkat lunak. Sebelum akhirnya pada 1972, ia dan keempat rekannya mendirikan perusahaan perangkat lunak sendiri. Kini, perusahaan tersebut menjadi terbesar nomor tiga di dunia setelah Microsoft dan Oracle.

Keterlibatan Hopp di dunia sepak bola selalu berkaitan dengan TSG Hoffenheim. Di masa mudanya, ia pernah bermain untuk klub itu saat Hoffenheim masih berstatus klub amatir. Saat itu, tidak ada orang di luar wilayah Kraichgau, sebuah kawasan berbukit di pedesaan Jerman, yang pernah mendengar nama TSG Hoffenheim.

Setelah sukses dan menjadi kaya raya dari perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan, Hopp mulai menaruh investasi yang cukup besar di Hoffenheim. Dana segar selalu dikucurkan hingga Hoffenheim bisa promosi dari divisi delapan ke divisi tiga sepak bola Jerman antara 1990 hingga 2001.

Pada 2005, Hopp mulai benar-benar memompa uang ke klub sebagai bagian dari rencana membawanya ke Bundesliga. Bagian utama dari rencana itu adalah perekrutan direktur RB Leipzig saat ini, Ralf Rangnick sebagai pelatih kepala. Dengan pengaruh keuangan tak terbatas dari Hopp, Rangnick diberi akses ke pemain yang tidak bisa diberikan oleh tim lain di divisi tiga.

Di bawah kendali Hopp, Hoffenheim promosi ke divisi dua pada 2007 dan akhirnya mencapai Bundesliga pada 2008. Tak hanya merekrut pelatih dan pemain di atas rata-rata, dengan uangnya Hopp juga membangun dua stadion dan pusat pelatihan moderen. Hopp diyakini telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 5,5 triliun.

Lalu apa yang telah diperbuat Dietmar Hopp sehingga sebegitunya dibenci fans Bayern Munchen? Bahkan, sebagian besar suporter klub Bundesliga dendam kepada pria berusia 79 tahun ini.

Ultras dan suporter klub-klub Bundesliga menolak keterlibatan Hopp di dunia sepak bola. Mereka menganggap Hopp sebagai seseorang yang telah membeli kesuksesan sebuah klub dengan menggunakan uang. Selain itu, alasan kuat mengapa Hopp sangat dibenci adalah ia memperoleh pengecualian dari aturan 50+1 di sepak bola Jerman.

Bagi yang belum tahu, aturan 50+1 adalah sebuah regulasi kepemilikan klub sebak bola di Bundesliga. Singkatnya, 50+1 mengatur pihak suporter dan klub harus memiliki saham mayoritas dibanding dengan investor swasta. Hal ini memungkinkan untuk klub dan suporter memiliki suara untuk menentukan kebijakan klub.

Nah seperti yang sudah dijelaskan di atas, Dietmar Hopp bagai tak tersentuh dengan kebijakan itu. Ia yang statusnya investor swasta saat ini memegang kepemilikan saham mayoritas mendekati 100 persen. Kelompok yang membenci pengusaha terkaya di Jerman ini, menganggap Hopp telah melakukan komersialisasi sepak bola. Mereka menganggap Hoffenheim sebagai konstruksi buatan yang mengambil tempat di Bundesliga dari klub lain dengan uang.

Protes mengemuka pada 2011, ketika suporter Borussia Dortmund membentangkan spanduk bergambar wajah Hopp di garis bidikan senapan penembak jitu. Semenjak saat itu, spanduk dan nyanyian anti-Hopp terdengar di hampir setiap pertandingan Hoffenheim.

Akhir pekan lalu menjadi titik baru ketegangan antara suporter klub Bundesliga dan Dietmar Hopp. Suporter Bayern Munchen membentangkan spanduk bertuliskan, 'Hopp bajingan,' menjelang akhir pertandingan Bayern Munchen vs Hoffenheim. Aksi ini juga menjadi sindiran untuk FA Jerman (DFB) yang dinilai ingkar janji untuk mencabut larangan kepada suporter Dortmund untuk menghadiri pertandingan kontra Hoffenheim. Suporter Dortmund dihukum tidak boleh menghadiri pertandingan klubnya saat melawan Hoffenheim selama dua tahun karena terlibat aksi anti-Hopp.

Meski anti-Hopp dilakukan beberapa kelompok suporter lain seperti Borussia Monchengladbach dan suporter klub Bundesliga lain. Namun aksi suporter Bayern Munchen pekan lalu mendapat reaksi keras dari CEO Bayern, Karl-Heinz Rummenigge. Ia menyebut aksi itu sebagai tindakan idiot dan pelakunya harus bertanggung jawab.


TAG: Bayern Munich Bundesliga Hoffenheim Laga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI