REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Dear Mason Greenwood, Belajarlah dari Sejarah Nasib Pemain Berkelakuan Buruk


M Bimo pada 2020-09-14 jam 12:00 PM


Ilham Dito/Gantigol


Pemain muda sangat dimaklumi ketika semangatnya menggebu-gebu. Mereka akan melakukan usaha maksimal demi merebut satu tempat di tim utama. Tentu saja usaha itu harus mereka tunjukkan di atas lapangan seperti di pertandingan maupun tempat latihan.

Belakangan ini, nama Mason Greenwood menjadi banyak ditulis di headline berita. Dia adalah pemain muda harapan masa depan Manchester United. Usianya saat ini baru 18 tahun dan telah berada di tim senior Setan Merah sejak 2018. Bahkan tahun ini, pemain kelahiran Bradford ini dipanggil Gareth Southgate untuk memperkuat timnas Inggris di ajang UEFA Nations League.

Pada ajang tersebut, Mason diturunkan sekali sebagai pemain pengganti pada pertandingan perdana melawan Islandia. Meski tak mencetak gol, penyerang muda ini turut membantu Inggris mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 1-0.

Namun sayangnya bukan prestasi yang membuat Mason dibicarakan di banyak media. Melainkan kelakuan buruk yang ia lakukan saat tugas negara dan berdampak dengan didepaknya Mason dari timnas Inggris.

Insiden ini bermula ketika Mason Greenwood dan pemain Manchester City, Phil Foden, kedapatan melanggar protokol kesehatan ketika mengundang empat gadis ke hotel. Di bawah pedoman ketat virus corona yang diberlakukan UEFA, pemain tidak boleh bergaul dengan siapapun di luar zona aman yang telah ditentukan.

Dampak yang didapatkan pemain ini tak cuma dicoret dari skuat The Three Lions. Saat pulang ke Inggris, pemain berusia 18 tahun ini juga mendapat sanksi diasingkan dari tempat latihan Manchester United. Mason Greenwood harus berlatih seorang diri, itu pun ia baru diperbolehkan datang ke Carrington Complex setelah pelatih Ole Gunnar Solskjaer dan seluruh jajaran pemain tim utama pulang ke rumah masing-masing.

Itu baru satu sanksi. Hukuman lain yang ia terima yaitu Mason tidak dilibatkan pada laga persahabatan kala Setan Merah bertemu Aston Villa. Kabar lain menyebutkan, Solskjaer juga tak akan membawa Mason Greenwood ke jajaran tim saat laga pembuka Premier League 2020-2021 versus Crystal Palace.

Ulahnya tak sampai di situ, tak berselang lama setelah insiden memasukkan empat model ke kamar hotelnya, Mason Greenwood kembali berkelakuan tidak baik. Rekaman yang dirilis The Sun memperlihatkan Mason menghirup gas tawa yang disinyalir bisa membuat ketagihan. Aksi ini ia lakukan di sebuah apartemen kawasan Manchester beberapa pekan lalu.

Atas insiden tersebut, Mason Greenwood menyampaikan permintaan maaf dan penyesalannya. Ia mengaku akan belajar dari kesalahan dan mengimbau orang lain untuk tidak meniru kelakuan buruk yang telah ia lakukan.

"Saya sangat mengimbau orang lain untuk tidak mengikuti teladan saya. Usia saya baru 18 tahun dan saya akan belajar sepanjang waktu. Namun pekan ini saya juga belajar bahwa saya akan dinilai dengan standar yang lebih tinggi karena karier saya, dan saya harus menghormatinya di masa depan. Saya bertekad untuk membalas kepercayaan yang ditunjukkan kepada saya oleh manajer dan pelatih," ujar pemain muda itu.

Akhir karier para pemain berkelakuan buruk: hilang dari peredaran

Sangat dimaklumi ketika Mason Greenwood yang notabene baru berusia 18 tahun, pernah melakukan skandal dan catatan perilaku buruk. Mungkin ada juga yang memaklumi karena usianya yang masih muda, cenderung masih labil dalam bertindak. Oleh sebab itu, ia butuh pemain senior untuk mendampingi agar kelakuannya tak keluar batas. Sah-sah saja kalau kamu beranggapan demikian.

Namun sebelum terlambat, Mason sepertinya harus belajar dari sejarah mereka para pemain yang memiliki catatan perilaku buruk. Tentu saja Mason bukan pesepakbola pertama yang bandel di luar lapangan. Kalau ditelaah lagi, banyak juga pemain-pemain tenar yang melakukannya.

Meski begitu, karier mereka bermuara di satu titik yakni nama mereka yang perlahan-lahan hilang dari peredaran. Gaya hidup mereka yang bisa dibilang negatif secara tak langsung berdampak kepada performa di atas lapangan.

Menarik waktu ke beberapa tahun hingga dekade ke belakang, ada beberapa pemain yang harusnya bisa dijadikan pelajaran untuk Mason Greenwood. Ronaldinho salah satunya. Mungkin nama mantan pemain Barcelona ini diakui sebagai salah satu yang terbaik di Brasil. Ia juga pernah meraih Ballon d'Or pada tahun 2005. Namun, karier sepakbolanya harus hancur karena kehidupannya yang glamor.

Dia seringkali masuk pemberitaan karena skandalnya dengan banyak wanita dan kehidupan malam. Hingga akhirnya kemudian, namanya perlahan-lahan hilang dan mengakhiri kariernya dengan tidak baik, sehingga menjadikan stigma orang terhadapnya juga kurang baik.

Pemain Brasil lainnya, Adriano, juga bisa dijadikan contoh. Pada medio 2005 hingga 2009, striker ini paling ditakuti barisan pertahanan lawan. Tendangannya yang keras dan akurat sampai dinilai 99 power di game Winning Eleven. Pengaruh alkohol, narkotika dan wanita mengubah mantan striker Inter Milan ini menjadi pemain yang sulit diatur.

Gaya hidup tidak sehat itu juga membuatnya kehilangan kebugaran tubuh. Perutnya yang buncit membuat dirinya kehilangan kecepatan dan insting dalam mencetak gol.

Bukan cuma wanita, alkohol, dan narkoba saja yang bisa menghancurkan karier sepakbola seorang pemain. Sulit mengontrol emosi di lapangan juga sama bahayanya dengan tiga faktor penghancur yang disebutkan di awal tadi.

Mario Balotelli mungkin menjadi contoh yang tepat untuk pentingnya memiliki perilaku dan sikap yang baik di sepakbola. Kalau masalah talenta, striker yang identik dengan nomor punggung 45 ini memang tak diragukan lagi. Namun sikapnya yang sulit diatur dan sering terlibat perkelahian antar rekan setim, pemain lawan bahkan pelatih membuat banyak klub berpikir dua kali untuk mau memakai jasanya.

Kini, nama pemain yang bersinar bersama Inter Milan tersebut mulai jarang tersorot usai sempat berkiprah di Ligue 1 dan sekarang bermain untuk klub Serie B, Brescia.

Joey Barton juga memiliki masalah yang sama dengan Balotelli. Ketimbang jadi pemain bola, perilaku yang sering Joey tampilkan di lapangan hijau lebih cocok menjadikannya sebagai preman atau debt collector. Sebab, pemain berkebangsaan Inggris ini sangat akrab dengan yang namanya luapan emosi, kekerasan, dan perkelahian.

Barton pernah terlibat perkelahian dengan Gervinho pada Premier League musim 2011-2012. Ia juga pernah menyikut mantan striker Manchester City, Carlos Tevez ketika ia masih berseragam QPR. Serta segudang aksi brutal lain yang ditunjukkan pemain ini hingga berujung sanksi FA yang sering ia dapatkan. Di luar lapangan, Barton juga sama beringasnya. Ia pernah sampai harus berurusan dengan pengadilan karena terlibat dalam kekerasan di tempat umum.

Deretan pemain tersebut bisa jadi contoh bahwa tak ada kesuksesan yang awet yang menaungi pemain dengan tipikal sering berulah. Masa tua Adriano dan Ronaldinho tak lagi dikenang sebagai pemain hebat karena ulahnya. Selain itu nama Balotelli dan Joey Barton yang seharusnya bisa jadi pemain hebat, harus terkatung-katung berakhir di klub semenjana.

Setidaknya berbagai kasus di atas bisa jadi pelajaran sejarah untuk Mason Greenwood. Sebab di usianya yang masih muda, bukan cuma skill bermain saja yang dinilai tetapi juga perilaku dan sikap di dalam maupun di luar lapangan.

Semoga saja hukuman dari Solskjaer yang Mason terima bisa bikin jera, ya.


TAG: Mason Greenwood Manchester United Liga Primer Timnas Inggris






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI