REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Demi Kemanusiaan, Sebaiknya Liga Indonesia Dihentikan


M. Bimo pada 2020-03-14 jam 12:00 PM


prokol


Tahun baru 2020 tampaknya bukan awal yang bagus bagi umat manusia di seluruh dunia. Berbagai bencana dan kejadian miris muncul silih berganti ikut menyambut tahun baru. Termasuk pandemi virus corona yang sedang jadi pusat kekhawatiran dunia sejak Januari hingga sekarang.

Corona menjadi kata yang paling sering diketik di media sosial, juga jadi topik yang paling sering dibahas di pemberitaan atau juga topik perbincangan di tengah kesibukan saat ini. Corona jadi virus yang penyebarannya luar biasa cepat. Bahkan tingkat penyebarannya diduga lebih cepat dibanding SARS yang penah terjadi pada 2003.

Virus corona pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019. Puluhan orang dipastikan positif dan ada korban meninggal pertama kali pada Januari 2020. Sejak saat itu, corona menyebar sangat cepat hingga menyebabkan Wuhan di-lockdown pemerintah Tiongkok.

Kasus pertama kali orang terdeteksi positif corona di Thailand. Kini virus ini telah menyebar di 145 negara. Data menurut worldometers.infomenyebutkan, ada 145.638 kasus corona di seluruh dunia. Korban meninggal menunjukkan angka 5.423. Sementara yang berhasil sembuh ada 71.169.

Sebagai tambahan, virus corona dapat menyebar antar manusia dari cairan. Salah satunya adalah air liur. Sekarang lebih berhati-hati ketika ada orang batuk dan bersin dengan intensitas sering. Hindari juga berjabat tangan. Sebab, virus dapat menyebar kalau kamu menyentuh cairan orang terinfeksi lalu menyentuh mata, hidung dan mulut kamu.

Situasi ini tentunya turut memengaruhi dunia olahraga. Aktivitas mereka yang berkaitan dengan fisik tentu membuat rentan terinfeksi. Setidaknya ada sembilan atlet profesional yang sejauh dikabarkan telah positif corona. Beberapa di antaranya atlet sepak bola.

Penyerang Italia berdarah Nigeria yang bermain di Serie C, King Udoh, menjadi atlet sepak bola pertama yang dinyatakan positif. King Udoh merupakan mantan pemain Juventus. Hingga kini, ada tiga pesepak bola Liga Italia yang sudah dinyatakan positif corona. Selain King Udoh, ada bek Juventus Daniele Rugani dan penyerang Sampdoria Manolo Gabbiadini.

Usai beberapa pemain Liga Italia dinyatakan positif corona, beberapa klub langsung gercep mengambil langkah untuk melakukan pemeriksaan kepada seluruh pemainnya dan ofisialnya. Mereka juga sepakat untuk menghentikan aktivitas latihan dan pertandingan untuk sementara sampai waktu yang belum ditentukan.

Italia memang menjadi negara di luar Tiongkok yang terkena dampak paling parah. Kasusnya meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Masih menurut data worldometers.info, ada 17.660 total kasus corona di Italia. Sementara itu jumlah kematian pasiennya mencapai 1.266 orang. Sejumlah 1.439 orang dinyatakan sembuh.

Di Liga Jerman, Timo Hubers yang bermain untuk Hannover 96 di Bundesliga 2 juga dinyatakan positif corona. Sejauh ini baru Timo seorang yang positif. Sementara belum ada kabar dari pemain Liga Jerman lain.

Liga Inggris juga tak luput dari korban virus corona. Berawal dari kabar pemilik Nottingham Forest dan Olympiakos Pireaus, Evangelos Marinakis, yang dikabarkan positif corona pada 10 Maret 2020. Kabar ini tentunya membuat Arsenal khawatir. Sebab pada 28 Februari 2020, Arsenal melakoni laga versus Olympiakos dalam babak 32 besar Liga Europa.

Pada pertemuan itu, beberapa pemain dan ofisial Arsenal dikabarkan sempat melakukan kontak fisik dengan Evangelos Marinakis, minimal berjabat tangan. Kabar tersebut membuat pertandingan antara Manchester City kontra Arsenal ditunda. Lewat halaman resmi klub, Manchester City mengumumkan kabar tersebut.

"Keputusan kali ini diambil sebagai langkah pencegahan medis setelah salah satu anggota dari Arsenal sempat berhubungan dengan penderita COVID-19," tulis Man City.

Kemudian kabar yang dikhawatirkan pun datang. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, didiagnosa positif corona. Ia menjadi korban pertama di kancah Liga Inggris. Namun tidak disebutkan apakah Arteta terinfeksi karena melakukan kontak dengan Evangelos Marinakis atau bukan.

Disusul dengan kabar penyerang muda Chelsea Callum Hudson-Odoi yang juga positif corona. Situasi ini membuat Premier League memutuskan untuk menunda seluruh pertandingan hingga 3 April mendatang. Tentu bisa diperpanjang jika situasi masih belum kondusif. Keputusan ini diambil setelah rapat pemegang saham dilakukan pada Jumat (13/3).

Virus corona yang penyebarannya sangat mengkhawatirkan di Eropa membuat tak cuma Liga Inggris saja yang menunda seluruh laganya. Sebelumnya, Serie A telah mengambil langkah ini lebih dulu. Mereka juga menangguhkan seluruh pertandingan setidaknya sampai 3 April mendatang. Laga Juventus vs Inter Milan jadi laga big match terakhir. Itu pun digelar tanpa penonton.

Liga Champions dan Liga Europa juga kena imbasnya. Pada pekan lalu, beberapa pertandingan sempat digelar tanpa penonton. Salah satunya laga seru leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara PSG vs Borussia Dortmund. Namun untuk pekan depan, seluruh pertandingan sisa babak 16 besar Liga Champions dan 32 besar Liga Europa harus ditunda dulu. Langkah ini diambil UEFA karena situasi darurat yang sedang dialama beberapa negara di Benua Eropa.

Bagaimana dengan liga-liga di Asia? Dampak terparah tentu saja dialami oleh Liga Super Tiongkok. Liga yang mulanya sudah harus kick off pada 22 Februari ditunda hingga waktu tak terbatas. Federasi Liga Jepang, Liga Korea Selatan, Liga Thailand dan Liga Vietnam juga sepakat untuk menunda seluruh pertandingannya.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga akan menunda pertandingan-pertandingan mulai pekan depan. Sebelumnya Liga Malaysia tetap digelar namun tanpa penonton di tengah pandemi corona. Resminya seluruh pertandingan Liga Malaysia bakal ditangguhkan mulai 16 Maret 2020 sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) masih melanjutkan kompetisi dengan catatan tanpa dihadiri penonton. Lewat website resmi, FAS mengimbau suporter untuk menonton laga klub kesayangan via siaran streaming atau channel TV. 

Dengan kata lain, hampir semua liga sepak bola di Asia memberlakukan aturan khusus untuk kompetisinya. Mulai dari ditunda sampai situasi kondusif maupun meminimalisir keramaian dengan cara menggelar pertandingan tanpa penonton. Pun dengan liga top Eropa yang sebagian besar sudah memutuskan untuk menunda kompetisi.

Jika beberapa liga di dunia sudah memilih opsi tersebut, bagaimana dengan Indonesia? 

Jumat sore (13/3), Menpora Zainudin Amali menggelar rapat dengan para operator liga dari berbagai cabang olahraga. Termasuk PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga sepak bola Indonesia. Uniknya, Amali malah melempar keputusan ini kepada masing-masing operator liga. Saran yang ia berikan adalah, kegiatan olahraga di Indonesia boleh lanjut, boleh juga tidak.

"Semua kegiatan olahraga yang sedang dan akan dilaksanakan baik dalam dan luar negeri diserahkan kepada induk olahraga masing-masing dengan memperhatikan perkembangan penyebaran virus corona tersebut di tanah air," kata Zainudin dalam jumpa persnya di Media Center Kemenpora.

Mendapat kebebasan memilih dari Menpora, PT LIB tentu saja masih akan tetap melanjutkan kompetisi Liga 1, Liga 2 dan liga di bawahnya. Keputusan ini juga kabarnya sudah disepakati oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Tidak ada aturan khusus dalam pelanjutan kompetisi liga di Indonesia. Suporter tetap boleh menyaksikan di stadion sebagaimana mestinya.

Pun dengan Liga 2 yang baru akan melakukan kick off hari ini, Jumat (14/3). Pertandingan pembuka antara Persiba Balikpapan versus Kalteng Putra akan tetap dilaksanakan seperti yang telah dijadwalkan.

Untuk selanjutnya, Direktur Utama PT LIB Cucu Somantri dilaporkan akan membuat protokol SOP terkait virus corona ini. Yakni menyiapkan pendeteksi suhu tubuh untuk pemain, pelatih, ofisial serta suporter di stadion. Namun pelaksanaan, penangkalan, dan tindakan selanjutnya setelah dideteksi ada personel yang suhu tubuhnya tidak normal misalnya, mereka belum menjelaskan bakal bagaimana.

Keputusan ini tentu saja merupakan tindakan yang berani bagi operator liga. Padahal kasus corona di Tanah Air beberapa hari belakangan sedang menanjak. Berbarengan dengan rapat antara Menpora dan operator liga, Achmad Yurianto selaku juru bicara resmi pemerintah untuk penanganan corona, melaporkan kasus positif corona di Indonesia naik dua kali lipat.

Angka ini naik drastis dari yang diumumkan pada 11 Maret yakni 34 kasus positif. Sejauh ini, sudah ada empat pasien positif corona yang meninggal di Indonesia. Sementara lima pasien dinyatakan pulih. Namun kondisi ini tampaknya tak memengaruhi sama sekali. Seperti yang sudah diputuskan, kompetisi tetap berjalan seperti biasa.

Jika mau berkaca dari liga-liga sepak bola dunia yang menunda dan menutup stadion untuk ditonton, seharusnya ini bisa jadi pertimbangan bagi PT LIB. Lihat saja, Myanmar dan Vietnam yang kasus positif corona lebih rendah dari Indonesia menggelar pertandingan tanpa boleh disaksikan penonton. Sementara Liga Filipina, yang negaranya juga punya kasus positif corona lebih rendah dari Indonesia, bahkan menunda seluruh pertandingan liganya.

Mungkin maksud operator liga mau meniru Singapura dengan negara punya 200 kasus positif, namun tetap menggelar laga. Tapi perlu jadi catatan, hingga kini belum ada pasien meninggal dari Singapura. Tidak bisa dijadikan patokan, sih. Tapi yang pasti, suporter Indonesia yang jauh lebih masif daripada Liga Singapura tentu membuat kemungkinan penyebaran lebih besar.

Sejauh ini, operator liga olahraga Indonesia yang tegas menghentikan kegiatannya baru Indonesian Basketball Leageua (IBL). Formula E yang dijadwalkan akan bergulir pada Juni pun memilih diundur.

Terlalu denial jika pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak perlu panik dan tetap beraktivitas seperti biasa. Melihat kasus di negara lain, masyarakat berhak panik. Toh informasi resmi dari pemerintah sejauh ini tidak bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Terlalu rancu dan dirahasiakan. Kita cari informasi harus ke sumber luar negeri dulu untuk dapat update yang terpercaya.

Demi nama kemanusiaan, apakah sebaiknya liga di Indonesia dihentikan sementara dulu saja. Minimal digelar tanpa penonton. Paling tidak dengan cara ini bisa mengurangi kemungkinan penyebaran virus dari tempat ramai. Atau harus menunggu ada korban dulu baru mau berhenti?

Dalam situasi yang serba mengkhawatirkan seperti ini, kembali lagi kepada diri masing-masing untuk selalu menjaga diri, menjaga kebersihan dan saling mengingatkan. Penyebaran corona di Indonesia kini mulai masuk tahap mengkhawatirkan. Tapi itu semua bisa dihindari jika kita sadar diri.


TAG: Laga Liga 1 Liga 2 Liga 3 Liga Indonesia Corona






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI