REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Di Balik Akademi Real Sociedad


M Bimo pada 2021-12-01 jam 12:00 PM


Di Balik Akademi Real Sociedad


Agak mengagetkan ketika melihat papan atas La Liga musim ini. Kali ini sebuah tim kuda hitam mencoba mengganggu tiga raksasa Spanyol dari perebutan juara La Liga, mereka adalah Real Sociedad.

Dari 15 pertandingan musim 2021-2022, Sociedad baru mengalami dua kekalahan dan lima hasil imbang. Posisi mereka memang berpotensi tergeser Real Madrid atau Sevilla karena dua tim itu baru melakoni 14 pertandingan. Meski begitu, momen ini bisa jadi pertanda gertakan calon pesaing baru bagi para raksasa.

Imanol Alguacil adalah otak dari keberhasilan Sociedad dalam beberapa musim terakhir. Ia pertama kali menukangi La Real pada Desember 2018 menggantikan Eusebio Sacristan yang dipecat di penghujung musim 2017-2018. Posisinya tergeser oleh Asier Garitano karena pada saat itu Alguacil statusnya hanya pelatih sementara.

Tak lama setelah kembali ke Real Sociedad B, Alguacil kembali menduduki kursi panas pelatih tim senior. Kali ini untuk waktu yang lama, sebab Garitano hanya bertahan selama 17 pertandingan saja sebelum akhirnya didepak.

Setelah menggunakan beberapa pelatih dari luar ekosistem Sociedad tidak membuahkan hasil, La Real kemudian menciptakan visi untuk memberdayakan apa yang telah klub ini miliki. Alguacil salah satu contohnya yang cukup berhasil. Sudah hampir tiga tahun menjabat, Alguacil berhasil membuat Sociedad finis di posisi enam besar dan tampil di kompetisi Eropa pada dua musim terakhir.

Pelatih yang juga dulunya jebolan akademi La Real ini mempersembahkan trofi Copa del Rey, trofi bergengsi pertama setelah terakhir kali diraih pada 1987.

Kini Real Sociedad berada di papan atas La Liga. Semua itu mereka capai karena masih berpegang teguh dengan visi klub. Tak cuma soal pelatih, Sociedad juga menggunakan sebagian besar pemain yang berasal dari akademi dan tim B. Ini lah kunci dari meningkatnya kualitas Real Sociedad dalam beberapa tahun terakhir.

 

Pemaksimalan Pemain Lokal

Selama masa kepemimpinan Alguacil, Real Sociedad mempromosikan dan mengembangkan pemain akademi untuk menjadi tulang punggung klub. Contoh suksesnya adalah dari 14 pemain yang tampil dalam kemenangan di final Copa del Rey 2021, delapan dari mereka adalah lulusan Zubieta, pusat akademi klub.

Penanda lain dari bukti kuatnya pemain didikan Sociedad adalah dengan promosinya Real Sociedad B ke divisi kedua Spanyol musim ini. Saat ini, mereka satu-satunya tim Spanyol yang memiliki perwakilan di dua divisi teratas sepakbola di negara itu.

Sejak 2019 hingga hari ini Real Sociedad B ditangani oleh Xabi Alonso. Di bawah kendali eks Liverpool dan Real Madrid itu, klub yang sering disebut Sanse ini memiliki prinsip permainan yang sama dengan tim utama. Kesamaan prinsip ini memungkinkan mereka melakukan pertukaran dan promosi pemain.

Xabi Alonso juga bisa dibilang akamsi (anak kampung sini) karena sebelum namanya besar, ia meniti kariernya di Real Sociedad B. Bahkan Alonso nyaris mempersembahkan gelar juara La Liga musim 2002-2003 yang sayangnya La Real harus puas di posisi kedua.

Metode pemilihan pemain seperti ini membuat tak heran jika klub ini memiliki rata-rata usia pemain yang muda. David Silva menjadi pemain tertua dengan usia 35 tahun. Sementara itu rata-rata usia skuat Sociedad berkisar antara 24-26 tahun.

Manajemen Real Sociedad telah menyiapkan lebih dari sekadar mengembangkan akademi secara efektif dan mempromosikan pemain ke tim senior. Mereka bahkan ingin membuat akademi penuh dengan pemain-pemain muda berbakat yang berasal dari Guipuzkoa, kota di mana Real Sociedad berasal.

Dengan luas hanya 760 mil persegi dan memiliki populasi 720.000, Guipuzkoa menjadi provinsi terkecil di Spanyol. Meski begitu, direktur akademi Luki Iriarte tetap saja menyatakan target klub adalah membangun tim muda di mana 80 persen pemainnya berasal dari Guipuzcoa. Pemain dari luar provinsi itu hanya berpeluang 20 persen saja jika ingin berkembang di akademi Sociedad.

Musim ini saja sudah empat pemain Sanse yang mencicipi debut di tim senior. Salah satu dari mereka, Cristo Romero, bahkan berhasil menarik minat Malaga untuk meminangnya. Ini bukan tugas mudah untuk Alonso sebagai pelatih tim B yang harus selalu siap kehilangan pemainnya jika dibutuhkan tim utama.

Xabi Alonso memiliki tugas ganda. Pada akhir pekan, ia bertarung di Segunda Division melawan tim-tim seperti Zaragoza, Malaga, dan Las Palmas demi menghindari degradasi. Di sisi lain, dia juga harus fokus mengembangkan kualitas pemain muda agar siap bermain untuk tim senior.

 

Struktur Ketiga

Real Sociedad menyaring pemain muda untuk bergabung ke Zubieta sejak pemain berusia 13 tahun. Banyak klub lain yang merekrut pemain yang lebih muda dari usia ini, tapi Sociedad memiliki alasan tersendiri. Mereka ingin melihat minat calon pemain antara pendidikannya dan olahraga.

La Real terintegrasi dengan kebijakan pendidikan Guipuzkoa. Mereka tak langsung memberikan kontrak profesional di awal. Jikalau suatu waktu ada pemain yang mengundurkan diri demi pendidikan, tidak ada paksaan sama sekali dari klub.

Tidak mengontrak pemain lebih awal, Sociedad juga tidak melepas pemain akademi dengan mudah. Sejak awal klub dan pemain berkomitmen setidaknya untuk dua tahun pertama. Klub lebih berfokus untuk mengembangkan pemain yang sudah ada terlebih dahulu daripada menyeleksi pemain baru. Salah satu alasannya adalah menjaga biaya operasional tetap rendah.

Belakangan ini, Real Sociedad sedang membentuk tim Real Sociedad C. Struktur ketiga ini sangat membantu klub untuk menyaring lebih ketat mana-mana saja pemain yang siap untuk bersaing di tim senior. Setelah dari akademi, biasanya pemain muda langsung dipromosikan ke Sanse (tim B). Namun kini prosesnya diperpanjang, walau demikian ada juga pemain yang sudah mendapat predikat layak langsung bisa promosi ke tim B.

Rata-rata pemain jebolan akademi yang sukses menembus skuat senior telah berada di Sociedad selama 12 tahun. Di akademi dan Sanse biasanya memakan delapan tahun sendiri. Dengan adanya tim C, mungkin lamanya waktu ini akan semakin bertambah. Itu lah bagian pentingnya, semakin lama pemain ditempa kualitasnya di akademi, maka stabilitas pemain akan semakin terjaga.

Real Sociedad dan pemain akamsi memang sejauh ini cukup sukses mengangkat prestasi. Namun perjalanan La Liga masih panjang, tapi bukan berarti tak mungkin La Real bisa menembus empat besar musim ini. 

Ini adalah bukti Real Sociedad sebagai klub yang mampu menciptakan hubungan langsung antara tim senior dan junior serta membangun pasukan dari pemain lokal dengan sangat baik. 


TAG: Real Soiciedad Akademi Xabi Alonso Klub






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI