REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Di Brasil Klub Bisa Sewa Kiper Semudah Pakai Aplikasi


coritiba.com


Mencari pemain bagus, berbakat, punya skill tinggi dan disiplin tentu saja bukan sesuatu yang mudah. Pemain di tiap lini juga punya tugas dan spesialis masing-masing yang terkadang pemain lain tak bisa asal menggantikannya. Terlebih untuk kiper yang merupakan tembok pertahanan terakhir dan tentu saja sangat penting.

Mendapatkan kiper yang piawai menjaga keperawanan gawangnya bisa lebih tricky daripada pemain dalam posisi lain. Tapi yang bikin pusing lagi adalah ketika sudah mengontrak kiper dengan jangka waktu tertentu, tapi setelah dimainkan ternyata permainan kiper gak sesuai harapan. Zonk. Mau gak mau klub harus terus menggaji pemain tersebut sampai kontraknya habis.

Namun sistem kontrak seperti ini biasanya hanya dilakukan klub-klub profesional saja. Klub besar macam Manchester United, Barcelona atau Juventus bisa sekali mengikat seorang kiper dengan kontrak lima tahunan. Kipernya pun tentu yang sudah kelas dunia macam David de Gea, Marc-Andre Ter Stregen ataupun Gianluigi Buffon.

Di Inggris, ada kompetisi non-liga bagi para klub amatir bernama Sunday League. Kompetisi ini kerap jadi sorotan karena sering terjadi kejadian menarik yang viral di sosial media. Ya, kalau di Indonesia, Sunday League ini mirip-mirip dengan sepak bola tarkam alias antar kampung.

Kondisi yang terjadi di Sunday League akan sangat jauh berbeda dengan kondisi di Premier League. Jangan harap ada nama pemain bintang atau mantan bintang lapangan hijau yang namana kamu kenali. Kebanyakan juga pemain muda anak kampung dari klub itu berasal.

Membahas soal kontrak, Sunday League dan kompetisi tarkam di negara-negara lain, para klubnya hanya menawarkan bayaran seadanya. Pernah ada cerita menarik seperti dilansir dari Soccer Saturday, seorang pemain bernama Julio Arca yang menyetujui bermain untuk klub non-liga bernama Willow Pond FC.

Arca menyebutkan kalau ia di sana hanya dibayar menggunakan semacam roti lapis seharga 3,5 poundsterling atau setara dengan Rp 62.000 per pertandingan. Selain itu jika Arca berhasil menjadi Man of The Match, ia akan mendapat bayaran tambahan berupa dua buah kaleng bir. Itulah bayaran Julio Arca selama membela Willow Pond FC yang berkompetisi di Sunday League, Inggris.

Itu kalau soal bayaran, kalau soal kontrak klub-klub tarkam ini gak mungkin mengikat pemainnya dengan durasi yang lama. Boro-boro lima tahun, kebanyakan pemain hanya dikontrak per kompetisi atau malah hanya per pertandingan saja.

Klub tarkam yang mengontrak pemain hanya per pertandingan juga terjadi di Brasil. Berbeda dengan Sunday League, kompetisi non-liga di Brasil cukup banyak. Bahkan kompetisi-kompetisi tarkam di Negeri Samba dalam satu bulan, jika ditotal, bisa mengadakan pertandingan lebih banyak dari Liga Utama Brasil.

Meski demikian, mayoritas klub hanya mengontrak pemainnya per pertandingan. Ada juga pemain yang dikontrak per kompetisi, namun hanya yang sudah terbukti kualitasnya saja. Namun yang menarik yaitu, 70 persen klub amatir di Brasil nggak punya kiper tetap. Seperti yang disebutkan, kiper adalah tembok pertahanan penting bagi sebuah klub, termasuk klub tarkam sekalipun.

Untuk itu mereka selalu berharap pada kiper cabutan. Kiper cabutan ini kiper yang main untuk banyak klub tarkam. Ia biasanya dibayar hanya per pertandingan saja. Pagi berseragam klub A, sorenya bisa bermain untuk klub B. Bahkan gak jarang kalau klub-klub amatir ini rebutan kiper cabutan yang sama.

Belum lama ini, dua orang asal Brasil menciptakan aplikasi untuk memecahkan masalah rebutan kiper yang sering dialami oleh klub tarkam di sana. Aplikasi tersebut dinamakan "Goleiro de Aluguel." Aplikasi ini memungkinkan sebuah klub untuk mencari kiper agar mereka bisa sewa dan bermain di sebuah pertandingan.

Jadi, klub-klub tarkam ini bisa mencari kiper mana yang cocok mulai dari harga, gaya bermain dan pengalaman bermain untuk disewa pada sebuah pertandingan. Nah, untuk sang pemain juga bisa mengajukan diri untuk profilnya dimasukan di sana. Di aplikasi tersebut, profil pemain akan muncul dengan tampilan biodata, harga sewa, lengkap dengan riwayat cedera dan pernah bermain untuk klub apa saja.

Lalu bagaimana klub akan menilai seorang kiper ini layak disewa atau tidak? Pada aplikasi Goleiro de Aluguel ini, setiap profil pemain akan ada penilaian bintang seperti pada aplikasi ojek online. Ya, kamu bakal bisa menilai driver yang akan membawamu melalui bintang itu bukan? Bintang 1 sampai 3 berarti driver buruk, bintang 4 artinya nilai driver cukup baik dan bintang 5 berarti kamu gak perlu takut dengan driver ini.

Begitu juga dengan penilaian kiper di aplikasi tersebut, bintang ini akan menilai seberapa direkomendasikannya seorang pemain untuk disewa. Bintang tersebut tentu saja diberi oleh para mantan klub yang pernah menggunakan jasa kiper itu. Semakin tinggi bintangnya, pemain juga bisa mengajukan nilai pembayaran lebih tinggi lho.

Usai dirilis pada Agustus lalu, sudah ada 3.700 kiper amatir dari seluruh penjuru Brasil yang teregristrasi di sana. Sementara itu, ada sekitar 1.600 transaksi berhasil yang dilakukan dari aplikasi itu sendiri. Gak menutup kemungkinan, klub juga bisa bernegosiasi dengan pemain melalui chat pribadi yang tak terhitung oleh aplikasi.

Untuk menyewa jasa kiper amatir ini, tarifnya tergantung dengan durasi bermain. Klub bisa menyewa pemain dengan durasi 90 menit penuh, 60 menit atau 120 menit. Untuk 90 menit, seorang kiper rata-rata ditarif sebesar 45 Real Brasil atau setara Rp 127.000. Untuk 60 menit, rata-rata tarifnya 30 Real Brasil atau setara Rp 84.000. Sementara untuk 120 menit, tarif rata-ratanya adalah 60 Real Brasil atau setara Rp 169.000.

Tapi jangan disangka jika kiper mengantongi 100 persen keuntungan dari tarifnya itu. Sebab, tetap ada bagi hasil untuk perusahaan aplikasi ini. Menurut laporan, kiper hanya mengantongi 60 persen dari tarif setiap ada klub yang menyewanya. Wah, lumayan juga potongannya ya.

Aplikasi Goleiro de Aluguel ini cukup banyak membantu baik klub dan pemain. Sebanyak 70 persen klub yang tidak memiliki kiper ini tak perlu repot-repot rebutan kiper dengan klub lain. Mereka bisa saja memantau dan mencari rekomendasi kiper yang tersedia di aplikasi.

Pun dengan pemain, mereka sangat terbantu karena dipromosikan oleh aplikasi ini. Banyak juga pemain-pemain amatir baru yang bisa bermain untuk klub tarkam dari aplikasi penyewa kiper tersebut.

Meski demikian, banyak klub tarkam yang gak melulu mengandalkan aplikasi penyewaan kiper ini. Meski harga sewanya cenderung terjangkau, namun banyak klub yang masih percaya dengan kemampuan kiper cabutan yang biasa mereka sewa. Gak ada salahnya sewa pemain harga lebih mahal tapi kualitasnya terjamin.

Tapi anehnya, klub-klub ini tidak mau mengontrak kiper kepercayaannya itu dengan durasi yang lama, per kompetisi misalnya atau per bulan. Mereka lebih nyaman dengan sistem sewa per pertandingan yang selama ini dilakukan. Maka dari itu, rebutan kiper cabutan ini masih saja sering terjadi di Brasil. Wah, sepertinya belum ada solusinya nih.

LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

3

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

4

Omelan Bang Ben dan Intensitas Permainan Timnas yang Buruk

5

Formasi WM dan Perkembangannya

LEGENDA HARI INI


Card image cap
05 March

Pada tanggal 5 Maret 1870, London menjadi tuan rumah pertandingan internasional pertama di dunia, dengan mempertemukan Timnas Inggris menghadapi sekelompok pemain Skotlandia yang berbasis di London. Pertadningan Itu berakhir imbang 1-1.


IKUTI KAMI