REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Diego Maradona dan Lingkaran Hitam Mafia Napoli


M Bimo pada 2020-10-02 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Diego Maradona sah jika dibilang sepakbola bintang dunia pada masanya. Namun, pemain asal Argentina ini juga dikenal akan kontroversinya saat masih menjadi pemain maupun setelah pensiun. Kecanduan obat-obatan terlarang, membidik jurnalis dengan senapan sampai adu jotos di atas lapangan merupakan hal-hal buruk yang pernah Maradona lakukan semasa hidup sebagai pemain sepakbola.

Satu yang tak banyak orang tahu, atau mungkin sudah terlupa, legenda timnas Argentina ini pernah mempunyai sejarah kelam bersama dengan organisasi mafia yang berbasis di Napoli. Cerita masa lalu kelam Maradona ini pernah dibuat film dokumenter oleh Asif Kapadia yang berjudul Diego Maradona.

Saat itu pada 5 Juli 1984, suporter Napoli sangat gembira menyambut seorang pemain bintang yang kedatangannya tak pernah diduga. Klub kontestan Serie A ini mendatangkan Diego Maradona dari Barcelona saat nama pemain ini sedang di puncak karier. Kedatangannya secara tak langsung membantu Napoli mendobrak hegemoni para raksasa Serie A seperti Juventus, duo Milan dan AS Roma.

Bersama Napoli, Maradona menambah koleksi trofi juara seperti Scudetto Serie A 1986-1987 dan 1989-1990, Coppa Italia 1986-1987, UEFA Cup 1988-1989 dan Supercoppa Italiana 1990. Namun, prestasi bukan hal yang menarik selama karier sepakbola Diego Maradona di Napoli. Di sana, ia mulai terseret ke dalam lingkaran hitam organisasi mafia bernama Camorra.

Maradona dalam empat kata: pemberontak, curang, pahlawan, Tuhan

Film dokumenter tersebut diawal momen ketika seorang jurnalis kena damprat Presiden Napoli, Corrado Ferlaino, karena memberikan pertanyaan yang dinilai cukup ofensif. Saat itu, klub mengadakan konferensi pers mega transfer Diego Maradona. Puluhan ribu suporter memadati Stadion San Paolo dan meneriakan nama Diego berulang-ulang kali.

Tidak diketahui asal mulanya, namun jurnalis yang tidak disebutkan namanya ini menanyakan perihal keterlibatan sokongan dana mafia Camorra dalam perekrutan Maradona ke Napoli. Maklum, saat itu klub asal Naples ini merupakan klub paling miskin di Italia, bahkan Eropa, dan memiliki banyak hutang. Tentunya akan muncul tanda tanya besar di balik transfer ini.

Ya, Camorra disebut-sebut sudah menunjukkan keterlibatannya dalam karier Maradona bahkan sebelum sang pemain resmi berseragam Napoli. Wartawan investigasi asal Inggris, Jimmy Burns dalam Maradona: The Hand of God, membeberkan dugaan keterlibatan Camorra untuk membuat Napoli menyisihkan Juventus yang saat itu berminat untuk mendatangkan Maradona, serta menyetop Barcelona dalam upaya penawaran perpanjangan kontrak.

Jika dilihat dari sisi Maradona, pemain ini mengaku kepada wartawan bahwa alasannya pindah ke Napoli adalah untuk mendapat kedamaian yang tidak ia dapat di Barcelona. Sebelum meninggalkan Camp Nou, Maradona mendapat beberapa nasib buruk di antaranya cedera engkel parah dan juga terlibat tawuran di dalam lapangan. Dua insiden tersebut diakuinya tak membuat bahagia selama dua musim di Catalan.

Kembali ke Camorra, kelompok mafia ini tak cuma disebut menyokong dana ke Napoli. Mereka juga dituding menyediakan segala kebutuhan Maradona agar terus betah di Napoli. Seiring isu yang simpang siur ini terus berkembang, muncul foto yang cukup mengejutkan publik pada 1989. Foto itu menunjukkan Maradona yang sedang duduk santai diapit oleh dua anggota mafia Camorra dari Klan Giuliano. Foto itu diyakini diambil saat Maradona diundang dan menghadiri pernikahan sepupu Lovigino.

Camorra menawarkan fasilitas kepada pemain bintang ini lebih daripada yang kamu kira. Kelompok mafia Napoli ini memberikan Maradona perlindungan, memanjakan seleranya untuk bebas berpesta, mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang, hingga memasok kebutuhan wanita yang Maradona inginkan.

Lingkaran hitam yang menaunginya juga mempengaruhi kisah cinta pemain ini. Maradona menikahi kekasih yang telah lama ia pacari Claudia Villafane. Namun, ia juga diketahui berselingkuh dengan Cristiana Sinagra yang merupakan teman dari salah satu saudara perempuannya. Selingkuhan Maradona ini melahirkan Diego Jr pada 1987. Mereka muncul di televisi Italia dan mengungkapkan kalau Maradona adalah ayah sah dari Diego Jr. Tahu apa reaksi Maradona saat mendengar hal tersebut? Ia berkata, "saya tidak peduli," katanya di film dokumenter tersebut.

Pada 2016, ia akhirnya mengakui memiliki enam anak dari berbagai hubungan gelap dengan banyak wanita. Anak-anak yang diakuinya itu terlepas dari dua putri yang ia miliki dari mantan istri sahnya.

Hancur karena ketergantungan narkoba, alkohol dan masalah obesitas

Makin lama, hidup Maradona semakin tidak tenang. Ia selalu dalam pantauan mafia dan semakin lama hubungannya dengan kelompok ini, hidup Maradona makin rusak. Pemain Argentina ini mulai sering bolos latihan. Kecanduannya terhadap kokain pun sulit untuk dikendalikan. Kebiasaan buruk itu pertama kali dilakukan sejak 1982 bahkan sejak masih berseragam Barcelona.

Pada 5 Juli 1990. Maradona diciduk pihak berwajib di Bandara Fiumicino atas kasus penyelundupan kokain senilai 840 ribu USD. Kokain yang ia bawa ini disinyalir masih berkaitan dengan Camorra. Dalam persidangannya di Roma, Maradona divonis 14 bulan penjara serta denda 3.200 USD.

Di atas lapangan, karier Maradona di Napoli berakhir usai Piala Dunia 1990, beberapa bulan sebelum Maradona terciduk kasus penyelundupan kokain. Maradona yang sebelumnya dianggap sebagai pahlawan dan Tuhan, mendadak menjadi orang yang paling dibenci oleh masyarakat Italia. Hal ini terjadi setelah pertandingan semifinal antara Argentina dan tuan rumah Italia. Bagai takdir, pertandingan tersebut digelar di Stadion San Paolo, markas Napoli.

Pada laga tersebut, Argentina mengalahkan Italia lewat babak adu penalti. Maradona adalah penendang kunci yang membuat Italia gagal melaju ke final. Fans Napoli benar-benar memalingkan muka dari nasib pahlawannya itu. Tidak ada satu dukungan pun yang datang dari suporter Napoli ketika Maradona harus berurusan hukum karena kasus narkoba.

Laga melawan Bari pada Maret 1991 menjadi pertandingan terakhir Maradona bersama Napoli di San Paolo. Itu juga karena Maradona gagal lolos tes narkoba dan mendapat sanksi larangan beraktivitas dalam dunia sepakbola selama 15 bulan.

Kasus tersebut memang tak menghentikan langkah Diego Maradona untuk terus berlari di lapangan hijau. Dia sempat kembali masuk skuat Argentina pada Piala Dunia 1994. Tapi lagi-lagi Maradona tidak lolos saat tes doping. Kali ini ia kedapatan dalam pengaruh obat penambah performa, efedrin.

Kariernya secara bertahap mulai meredup hingga pensiun sebagai pemain pada 1997. Selama sisa kariernya, Maradona masih terus berkutat terkait penggunaan kokain, minuman beralkohol dan masalah obesitas.

Sebuah pelarian akhir yang menyedihkan bagi pemain sepakbola terhebat pada generasinya.


TAG: Maradona Serie A Napoli Mafia Italia






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Formasi WM dan Perkembangannya

3

Sejarah Formasi: 4-2-3-1, Gelandang Bertahan dan Pemain Nomor 10

4

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

5

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

LEGENDA HARI INI


Card image cap
23 October

Pada tanggal 23 Oktober 1973, pemain Derby County menuntut kepada manajemen agar Brian Clough diperkerjakan kembali sebagai pelatih. Sebuah surat yang ditandatangani oleh setiap anggota tim utama diserahkan kepada ketua klub setelah Clough dan asistennya mengundurkan diri.


IKUTI KAMI