REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Donny van De Beek, Angka 34 dan Romantisme Nouri


Hamdani pada 2020-09-10 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Sebuah telpon diterima oleh Abderrahim Nouri pada 8 Juli 2017, tepat di saat pertandingan uji coba pra musim Ajax vs Weder Bremen yang diselenggarakan di kandang SK Hippach, sebuah klub kecil di Austria.  Di ujung telpon seorang anak muda dengan suara terisak menangis memberitahunya bahwa Abdelhak Nouri, saudaranya, sedang berada dalam keadaan yang tragis.

Abdelhak dikabarkan pingsan di tengah lapangan, saat ia sedang menjalani pertandingan. Ia bermain masuk menggantikan Ziyech. Saat bola berada jauh dari area permainannya, ia tiba-tiba berbaring di tengah lapangan. Beberapa detik kemudian pertandingan dihentikan. Petugas medis masuk lapangan memeriksanya.

Di sinilah awal kabar buruk itu menghantui sepakbola, Ajax khususnya. Para pemain mulai memegangi kepala, panik, takut. Keadaan Nouri di luar dugaan banyak orang di sekelilingnya waktu. Hanya dalam sekejap keadaan semakin buruk. Ia dibawa ke Rumah sakit dengan menggunakan helikopter. Segera.

Setelah kejadian tersebut, dokter yang menangani Nouri menyebutkan bahwa Nouri mengalami serangan jantung yang juga berdampak pada kerusakan otak Nouri secara permanen. Secara medis, tidak ada harapan lagi bagi karir sepakbola Nouri. Nouri layu, sebelum sempat menunjukkan wangi bakatnya pada dunia.

Semua tentu sangat terpukul dengan kejadian ini. Padahal, sebenarnya Nouri punya masa depan yang cemerlang sebagai pemain bola. Dia digadang-gadang sebagai gelandang masa depan Ajax. Dia disebut-sebut memiliki bakat sepakbola yang menyerupai Andreas Iniesta.

Dia adalah, seperti kata Wim Jonk, “Pemain yang luar biasa,”. Mantan pemain internasional Belanda, yang melatih Nouri di akademi Ajax ini menjelaskan, “jika Anda pernah melihat permainan Ajax, semua orang membicarakan Appie (panggilan Abdelhak Nouri) karena keahliannya sangat berbeda dengan yang lain. Dia sangat kreatif tetapi juga menghibur para penggemar dan itulah yang disukai orang. Baginya, bersikap seperti itu adalah kebiasaan, karena dia hanya bermain seperti sedang bermain di jalan”.

Tahun ini, Tiga tahun setelah kejadian mengerikan di SK Hippach tersebut, anak muda yang berada di ujung telpon itu memastikan diri menjadi bagian dari skuad setan merah di bawah komando Ole Gunner Solksjaer.

Dialah Donny van De Beek.  Sebagai rekrutan yang diharapkan akan jadi bintang di masa datang, ia melakukan hal yang aneh mengenai nomor punggungnya. Ia memilih angka 34 sebagai nomor punggungnya. Angka yang agak aneh untuk seorang gelandang yang dianggap punya cukup reputasi.

Bagaimana tidak, meski usianya masih 23 tahun, tapi kemampuan Donny dalam memainkan perannya di lini tengah tak perlu diragukan lagi. Musim 2018-2019, duetnya bersama Frankie De Jong (sekarang Barcelona) di lini tengah berhasil membawa Ajax menjuarai Eredivisie, dan mencapai semifinal Liga Champion.

Musim sebelumnya ia berhasil membawa Ajax hampir saja menjuarai Liga Europa, sebelum mimpinya dipatahkan oleh Manchester United di final. Sebuah pencapaian luar biasa Donny dan Ajax sebagai tim.

Statistiknya di Ajax juga menunjukkan kelasnya sebagai gelandang papan atas dunia. Tercatat, dia telah menjalani 107 laga bersama tim senior Ajax sejak 2015. Total, Donny telah membukukan 23 assist dan 28 Goal. Sebuah catatan yang baik untuk ukuran gelandang muda.

Meski terkesan aneh, 34 sebenarnya bukanlah angka yang asing bagi Donny. Angka itu adalah angka sama yang digunakan oleh sahabatnya di akademi Ajax dulu. Pemain yang memaksanya menangis sesegukan dan bersedih sepanjang hari. 34 adalah nomor punggung Nouri. Bersama dengan Nouri, Donny menjalani masa-masa menjadi ballboy Ajax.

Mereka berdua berpelukan saat diizinkan mengiku pemusatan latihan bersama tim utama Ajax saat usia mereka 17 tahun. Donny dan Nouri sama-sama bertahan di akademi Ajax daripada menjalani masa pinjaman sambil tetap bersabar menunggu panggilan tim senior.  

Dengan pengalaman kebersamaan yang begitu intens bersama dengan Nouri, wajar jika Donny selalu menempatkan Nouri di sisi terbaik dalam hidupnya. Karena itulah, sebagai sahabat yang ingin meromantisasi rasa persahabatannya dengan Nouri, Donny memakai nomor tersebut. Impian dan semangat Nouri di balik angka 34  yang pernah ia saksikan semasa di akademi Ajax ia bawa ke Old Trafford.

Hubungan Donny dengan Nouri, juga keluarganya memang begitu dekat. Abderrahim Nouri menyebut jika Donny masih sering mengunjungi keluarga Nouri. Tidak terkecuali saat Donny berhasil mendapatkan nomor punggung 34 yang ia “rampas” dari Dean Henderson di Manchester United, ia langsung mengabarkannya pada keluarga Nouri. Sebuah bukti dari pernyataan keluarga Nouri yang mengkalim Donny sudah mereka anggap sebagai keluarga sendiri.  

Donny seperti sedang ingin bercerita pada Nouri bahwa dia telah berada di puncak yang pernah diimpikan Nouri. Bahkan mungkin lebih. Jika nomor 34 dulu dipilih oleh Nouri karena dia ingin membawa Ajax menjuarai Eredivisie ke 34, Donny telah melewati itu. Bahkan, Donny kini berada di tempat yang mungkin belum pernah diimpikan olehnya, juga oleh sahabatnya, Nouri, Old Trafford.

Meski kisah tentang Nouri begitu membekas dalam hati Donny, namun ia tetap perlu mengingat, masa depannya kini bukan sebatas romantisme atas kenangannya bersama Nouri dan cita-citanya. Supporter Mancester United tidak seramah dan sebersahabat Ajax. Cara supporter Ajax menuntut performa pemain mungkin tidak akan pernah sekeras United.

Cara media memperlakukan ia sebagai pemain Ajax dan ia sebagai pemain United tentu akan berbeda. Di Manchester, Donny akan menghadapi budaya baru, tuntutan baru, rekan baru, disiplin kerja yang baru. Di Manchester, impiannya akan dibenturkan lebih keras dan lebih kejam. Terlebih, kini dia datang sebagai bintang, bukan wonderkid lagi.

Riwayat Nomor 34

Nouri memang luar biasa, bukan hanya bagi Donny, tapi juga bagi banyak rekan Nouri yang lain. Banyak dari rekan-rekan Nouri yang memutuskaan memilih angka 34 sebagai nomor punggung baru mereka saat pindah ke klub favorit mereka masing-masing.

Hanya saja Donny juga perlu mengingat, dari beberapa pemain yang telah memutuskan untuk memakai nomor 34 sebagai penghormatan kepada Nouri, banyak yang kurang bersinar sebagai pemain bola di klub barunya. Sandler, Amin Younes dan Justin Kluivert adalah diantara mereka.

Philippe Sandler, yang didatangkan oleh City ini lebih banyak menjalani masa pinjaman bersama Anderlehct ketimbang bermain untuk City sendiri. Bersama Anderlecht pun sinarnya tak terlalu berkembang. Hanya bermain sembilan kali. Hal yang tak jauh berbeda juga dialami Amin Younes. Saat ia pindah ke Napoli, nasibnya tak terlalu baik. Tahun pertamanya berada di Napoli ia berhasil melesatkan 3 goal untuk Napoli di Serie A dari 12 penampilan. Tahun berikutnya nasibnya lebih tragis, hanya 1 goal dari 9 pertandingan. 

Nama yang paling disorot tentu Justin Kluivert. Putra legenda Belanda, Patrick Kluivert ini digadang-gadang akan menjadi legenda Belanda berikutnya. Tapi kepergiannya ke AS Roma bukanlah pilihan yang memberi banyak keberuntungan kepadanya. Permainannya tak terlalu menawan seiring dengan meredupnya penampilan AS Roma. Meski tahun keduanya di AS Roma menunjukkan peningkatan, hal itu bukanlah hasil yang baik untuk seorang anak muda yang diharapkan jadi legenda.   

Lalu bagaimana dengan Donny dan angaka 34-nya?

Sebagai fans United saya percaya, impian Nouri akan banyak memberi kekuatan pada Donny. Ingat pertandingan Liga Champion yang mempertemukan Ajax melawan OGC Nice pada 27 Juli 2017? Tepat sebelum kick off, sebuah spanduk bergambar Nouri lengkap dengan nomor punggung 34 terbentang di salah satu sisi stadion. Donny yang memasuki lapangan terlihat emosional. Ia tertekan, tapi di saat yang sama juga sangat bersemangat. Hebatnya, pada pertandingan yang juga dihadiri oleh Ayah Nouri tersebut Donny berhasil menampilkan aksi terbaiknya. Satu dari dua goal yang disarangkan Ajax ke gawang lawan berasal dari kakinya.

Donny mungkin akan jadi berbeda dengan para pemain pendahulunya. Ia begitu dekat dengan Nouri. Semangat Nouri dalam angka 34 yang ia bawa ke Manchester akan memberi ia banyak kekuatan, meski harus jujur diakui, sedikit banyak masih ada pertanyaan, akankah nomor 34 Donny van De Beek akan membawa pada prestasi di Old Trafford ? atau hanya akan berhenti sebatas romantisme tentang Nouri?  


TAG: Donny Van De Beek Manchester United Ajax Amsterdam Abdelhak Nouri






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI