REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Duet Maut yang Hampir Kesampaian


M Bimo pada 2021-10-29 jam 12:00 PM


Gantigol/Aldito Ilham


Sepakbola yang penuh taktik dan strategi membuat olahraga ini tak mungkin dimainkan tanpa kerja sama. Sebelas pemain bersama mencapai tujuan, tapi setidaknya ada dua pemain di posisi yang sama berduet dan menimbulkan chemistry yang penting di dalam permainan tim.

Sejak dulu telah ada duet di sepakbola yang mendapat predikat terbaik di dunia. Mulai dari Thierry Henry-Dennis Bergkamp, Xavi-Iniesta, Ian Rush-Kenny Dalglish, atau juga Lionel Messi-Luis Suarez ketika masih berseragam Barcelona.

Mereka yang dikenal memiliki chemistry kuat selalu diharapkan main bersama meski telah berpindah klub. Jika salah satunya pindah, banyak yang berharap rekan setimnya pun ikutan. Duet reuni baru-baru ini terjadi di Paris Saint-Germain ketika Messi bisa bermain lagi dengan Neymar. Mereka pernah menjelma menjadi duet maut ketika di Barcelona bersama Suarez juga.

Selain mereka yang sudah terbukti klop, biasanya para fans juga berandai-andai jika seorang pemain bisa berduet dengan pemain lain yang berada di klub berbeda. Oleh karena harapan suporter yang tinggi, klub biasanya berusaha mewujudkan jika duet fantasi ini benar-benar layak untuk dibuat jadi nyata.

Telah banyak rumor transfer seorang pemain bintang yang katanya bakal berpindah klub. Dari rumor-rumor ini, banyak fans dan penikmat bola yang sudah memikirkan impiannya jika pemain bintang tersebut bakal membentuk duet mematikan dengan pemain bintang lain yang sudah ada di klub itu sebelumnya.

Meski rumornya santer terdengar, tapi sayang transfer pemain itu tak kunjung kesampaian. Padahal kalau transfer itu terjadi, sejarah baru yang tercatat bakal ngeri banget. Bayangkan saja kalau ada duet Eric Cantona-Gabriel Batistuta di Manchester United atau David Villa-Cristiano Ronaldo di Real Madrid, pasti bakal gacor abis.


sumber foto: Action Images

 

Duet Maut Gagal di Premier League

Era 1990an menjadi era emasnya Manchester United. Mereka mendominasi awal-awal musim Premier League yang saat itu baru saja lahir. Performa Setan Merah yang sulit ditandingi ini beriringan dengan banyaknya pemain bintang yang dikaitkan bakal merapat ke Old Trafford.

Saat itu di Italia, Gabriel Batistuta sedang menikmati masa kejayaannya bersama Fiorentina. Ia menandatangani kontrak sejak 1991 dan membuat namanya sebagai salah satu striker paling mematikan di Serie A bahkan dunia.

Tentu saja penyerang berjuluk Batigol ini dirumorkan bakal jadi bagian penting Manchester United. Ia digadang-gadang bakal menciptakan duet maut dengan Eric Cantona yang selama tujuh musim bersama MU ia mencatatkan 79 gol. Jika Batistuta datang, raihan statistik itu dipercaya bakal makin meningkat.

Rumor ini bukan sekadar kabar burung. Batistuta menyebut kalau tawaran dari United benar-benar ia dapatkan saat itu. Melansir Squawka, Batigol menyebut ada beberapa tawaran untuk dia dari beberapa klub besar, antara lain Manchester United, Real Madrid, dan AC Milan.

"Jika saya pergi ke Madrid, saya bisa mencetak 200 gol, tetapi saya bakal bosan. Hal yang sama akan terjadi jika saya di Milan," ujar Batistuta pada 2019 lalu.

Meski mendapat tawaran yang mentereng, nyatanya pemain Argentina ini betah di Fiorentina. Bersama La Viola Batistuta hanya pernah juara Coppa Italia 1996. Hingga pada akhirnya transfer itu benar-benar tak terjadi karena Batistuta menerima pinangan AS Roma pada 2000.

Cerita berbeda dimiliki oleh Samuel Eto'o. Pada 2000, ia sudah tinggal selangkah lagi berseragam Arsenal, hanya tinggal tanda tangan kontrak saja. Namun akhirnya transfer ini tidak terjadi hanya gara-gara satu percakapan Eto'o dan Luis Aragones.

Setelah gagal menembus skuat utama Real Madrid, nasib Eto'o berakhir dipinjamkan ke Real Mallorca pada paruh pertama tahun 2000. Namun saat itu keputusannya sudah bulat akan meninggalkan Spanyol dan bergabung dengan The Gunners pada musim panas tahun itu.

Pemain Kamerun ini hanya tinggal menyelesaikan tanda tangan kontrak saja. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Luis Aragones sebelum terbang ke London dan terjadi lah percakapan yang menggagalkan transfer.

"Saya akan menandatangani kontrak sore itu di Arsenal dan mungkin saya tidak akan menjadi pemain seperti sekarang ini. Luis memilih saya, lalu saya akhirnya bergabung bersama Barcelona. Keputusan itu mengubah segalanya," kata Eto'o pada 2013 melansir Independent.

Aragones membujuk Eto'o pindah secara permanen di Mallorca. Kata-kata bijak darinya juga membuat sejarah gagal mencatat duet yang akan terjadi antara Eto'o dan Dennis Bergkamp di Arsenal. Samuel Eto'o yang piawai menjadi second striker dipercaya mampu membentuk duet yang baik dengan Bergkamp.

Lihat saja bagaimana duet Thierry Henry dan Eto'o di Barcelona, lalu bayangkan jika ditambah Bergkamp bakal sengeri apa lini depan Arsenal jika duet ini terjadi beneran.

 

Jika David Villa Berduet dengan Ronaldo, Bukan dengan Messi

Masih dari cerita tim Premier League. Saat ini Sergio Aguero dikenal sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Manchester City. Tapi sebelum itu, Aguero pernah dirumorkan bakal merapat ke Stamford Bridge dan akan berseragam biru Chelsea.

Rumor ini berkembang selama musim 2009-2010. Aguero menarik perhatian Chelsea pada saat itu karena dua golnya ke gawang The Blues dalam gelaran Champions League. Desas-desus mencapai puncaknya pada April 2010 karena komentar Aguero yang memuji klub asal London tersebut. Komentar Aguero ini ditangkap sebagai isyarat kalau ia tertarik untuk pindah ke Chelsea.

"Chelsea klub yang hebat. Mereka telah menjadi salah satu yang paling ditakuti di Eropa beberapa tahun terakhir. Didier Drogba dan Frank Lampard masih menjadi yang terbaik. Saya bisa belajar dari mereka, tak diragukan lagi," kata Sergio Aguero.

Tapi kata-kata manis dari Kun Aguero ini menjadi tak berarti apa-apa karena transfer itu tak pernah terjadi. Alih-alih berseragam biru Chelsea, penyerang Argentina ini justru menerima pinangan Manchester City pada 2011.

Padahal dengan adanya Carlo Ancelotti di kursi kepelatihan Chelsea pada saat itu, Aguero dijanjikan bakal menjadi kekuatan yang menakutkan bersama dengan Drogba di lini depan. Duet ini bisa saja jadi salah satu terbaik yang pernah ada di Premier League.

Eks pemain Chelsea lain juga pernah nyaris membuat duet sejarah tak terlupakan di Spanyol. Ialah Andriy Shevchenko yang pernah merumput di Stamford Bridge selama musim 2006-2009. Kariernya di London memang memble, tapi dia tetap dikenal sebagai penyerang terbaik terutama ketika bermain untuk Dynamo Kyiv, Milan, dan Ukraina.

Namun sebelum ia memutuskan untuk pindah ke Milan, Shevchenko sebenarnya dihadapkan pilihan yang berat. Ia yang bersinar dengan Dynamo Kyiv akan menentukan pilihan bakal menandatangani kontrak bersama United, Milan, atau Barcelona.

Jika bersama United, Shevchenko saat itu dapat berduet dengan Dwight Yorke dan Andy Cole. Tetapi yang lebih menarik adalah jika Shevchenko memilih Barcelona sebagai tujuannya. Di sana dia bisa menciptakan duo bersama dengan Patrick Kluivert.

Merekrut Shevchenko seharusnya bisa membawa Barcelona keluar dari paceklik gelar antara 1999-2004. Terlebih pada 2004 Kluivert hijrah ke Premier League bergabung dengan Newcastle United. Terlepas dari rumor yang tak kunjung jadi nyata, Shevchenko tak menyesali keputusannya menyambut tawaran Rossoneri.

"Saya berkesempatan main untuk Barcelona dan Manchester United, tapi saya pilih Milan. Klub itu sukses, menang banyak gelar termasuk Champions League. Saya juga memenangkan Ballon d'Or," katanya pada 2009 lalu.


sumber foto:EFE

Duet yang nyaris kesampaian terakhir pada daftar ini ialah David Villa-Cristiano Ronaldo di Real Madrid. Pada 2009, Real Madrid bersiap membangun Galacticos kedua seiring dengan kembalinya Florentino Perez. Kaka dari Milan dan Cristiano Ronaldo dari United sukses didatangkan dengan rekor transfer yang fantastis.

Satu nama yang disinggung bakal menyempurnakan Galacticos ini ialah David Villa. Nama Villa sedang naik daun bersama Valencia, tapi ia harus siap-siap pergi dari sana karena klubnya itu terlilit utang yang cukup bikin Valencia lumpuh.

Awalnya tidak ada nama Barcelona di daftar, hanya ada Chelsea dan Real Madrid di tempat pertama perburuan tanda tangan pemain Spanyol ini. Namun salah satu pemandu bakat The Blues menyebutkan kalau Chelsea gagal membawa Villa ke London. Alasannya karena proses negosiasi Villa dan Madrid dianggap lebih maju.

Entah apa yang terjadi, David Villa bahkan tak sempat menginjakkan kaki di Santiago Bernabeu sebagai pemain Madrid. Duetnya di lini depan bersama Cristiano Ronaldo pun tak jadi terwujud. Setahun setelah rumor kepindahannya berkembang, Villa diperkenalkan sebagai pemain baru Barcelona.


TAG: Duo Laga






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI