REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Dunia Belum Sempat Melihat Kejeniusan Fyodor Cherenkov


M Bimo pada 2021-02-07 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Pemain hebat sudah pasti akan dikenal oleh banyak penyuka sepakbola. Dari zaman dulu hingga sekarang, legasi pemain terbaik selalu berpindah tangan. Tapi dunia melewatkan satu nama, si jenius dari Rusia bernama Fyodor Cherenkov.

Ya, nama pesepakbola ini cukup asing di telinga. Selain merupakan pemain yang aktif pada medio 70an hingga awal 90an, sayangnya Cherenkov juga kehilangan kesempatan untuk mengibarkan nama dia di kancah internasional.

Fyodor Cherenkov adalah seorang gelandang kelahiran Moskow, Rusia yang menghabiskan hampir seluruh kariernya di Spartak Moscow. Dia membuat 398 penampilan di klub asal ibu kota Rusia tersebut dengan mengoleksi 95 gol.

Pemain yang dikenal akan kerendahan hatinya ini telah berkarier profesional sejak usia 18 tahun. Tak butuh waktu lama, pemain yang berposisi gelandang ini langsung nyetel dan jadi andalan lini tengah Spartak Moscow di ajang Soviet Top League padahal usia dia ketika itu baru 20 tahun.

Tak hanya di kompetisi lokal, Cherenkov juga sangat diandalkan di ajang Eropa. Seperti pada 1984, Spartak Moscow sedang berjuang mati-matian menghadapi leg kedua perempat final UEFA Cup (sekarang Europa League) versus Anderlecht. Pada leg pertama mereka kalah di Belgia, misi balas dendam ini tentu saja mengandalkan jasa Cherenkov.

Namun ada keanehan yang mulai terlihat dari kelakuan bintang mereka. Cherenkov mengalami halusinasi, penglihatan tentang bahaya di khayalnya bahkan membuat ia mencoba untuk melompat dari jendela hotel. Ia tidak jadi diturunkan malam itu, kemudian dilarikan ke rumah sakit dan absen dari lapangan hijau selama kurang lebih tiga bulan.

Tidak ada yang tahu pasti apa yang diderita oleh pemain bintang Spartak Moscow ini. Namun, penyakit inilah yang menjadi biang kerok terhambatnya karier sepakbola Fyodor Cherenkov baik di Rusia maupun kancah internasional.

Si jenius yang rendah hati

Secara keseluruhan, 1983 adalah tahun yang fenomenal bagi Cherenkov. Tak berlebihan kiranya jika gelandang satu ini mendapat julukan pesepakbola terbaik di tanah Uni Soviet, meskipun pada tahun itu Spartak hanya menjadi runner up liga. Dia juga merupakan sosok penting bagi tim nasional, termasuk ketika mencetak gol saat membantai Portugal 5-0 di kualifikasi UEFA Euro.

Nama Fyodor Cherenkov semakin melambung tinggi. Tahun 1984 juga masih menjadi tahun yang baik untuk dia. Khususnya di ajang UEFA Cup, di mana Cherenkov adalah peran penting untuk Spartak Moscow saat melangkah sampai ke perempat final.

Sebelum disingkirkan Anderlecht, Cherenkov menjadi pahlawan kemenangan Spartak atas Aston Villa. Berkat dua gol di menit-menit akhir, Spartak lolos ke perempat final. Kabarnya, Villa tertarik mendatangkan Cherenkov yang saat itu masih berusia 24 tahun ke Inggris. Namun karena hubungan kedua negara yang kurang baik, pemerintah Soviet tidak akan pernah mengizinkan pesepakbola terbaik mereka untuk pindah ke Barat.

Melambungnya pamor justru membuat Cherenkov terbebani. Banyak pihak yang menyebutkan kalau pemain ini mengalami beban psikologis yang terlalu berat.

"Cherenkov mengalami masa depresi dan stres, tetapi kami tidak pernah tahu apa yang sepenuhnya ia alami. Orang jenius tidak bisa didiagnosis. Kita hanya bisa menebaknya," kata Sergey Rodionov, striker bintang Spartak 1980an, dan teman terdekat Cherenkov.

Semasa kariernya, Cherenkov memang mendapat julukan si jenius. Para suporter selalu senang ketika melihat badan Cherenkov yang kurus dan ramping memainkan si kulit bundar di lapangan. Spartak Moscow menjuarai liga saat pertama kali Cherenkov menjadi penghuni tetap starting eleven di tim. Sejak saat itu, ia selalu menjadi pujaan suporter.

Selain kejeniusannya di lapangan, pria kelahiran Moscow ini juga punya daya tarik lain. Ia dikenal sebagai 'pesepakbola rakyat'. Sebutan ini tercetus karena kepribadiannya yang baik hati, murah hati, sederhana dan pemalu. Bahkan orang yang membenci Spartak Moscow sekalipun tetap menyukai Cherenkov.

Ia sama sekali tidak cocok dengan gaya pemain bintang yang bertabur kemewahan. Meski dia termasuk pemain bintang, faktanya Cherenkov tidak pernah merasa menjadi bintang sama sekali. Dia tampaknya orang biasa yang kebetulan mahir bermain bola.

Penyakit yang membunuh karier internasional

Sejak kejadian halusinasi pertama, Fyodor Cherenkov harus bolak-balik masuk rumah sakit. Ia kerapkali harus absen membela Spartak dan juga tim nasional karena penyakitnya ini. Tapi entah bagaimana, dia selalu mampu kembali ke lapangan dengan performa yang maksimal. Padahal sangat sulit rasanya untuk kembali tampil di level tertinggi setelah menepi beberapa lama karena penyakit, berat baik secara psikologis dan fisik.

Cherenkov seharusnya ikut serta dalam tiga edisi Piala Dunia yakni pada 1982, 1986 dan 1990. Dia juga tak dipanggil untuk ajang Euro 1988. Maka dari itu, nama Fyodor Cherenkov kurang terkenal dalam skala internasional.

Penyakit yang diidap menjadi salah satu alasan utama ia melewatkan kompetisi penting untuk tim nasional, tapi itu bukan satu-satunya. Namun itu masih menjadi misteri hingga kini, bahkan menurut BBC, Rodionov sang teman dekat pun enggan membicarakannya.

Setelah pulih dari gangguan mental pertamanya pada 1984, Cherenkov sebenarnya menjadi bagian Uni Soviet untuk Piala Dunia 1986. Tapi kemudian ia kembali jatuh sakit pada kamp pelatihan musim dingin di Meksiko.

Di Spartak, Cherenkov masih menjadi pemain andalan dan bintang. Ia memimpin timnya mengawinkan trofi liga dan cup pada 1987. Pada 1989 Cherenkov bersama Spartak sekali lagi menjuarai liga, pada tahun itu ia terpilih menjadi pemain terbaik musim itu.

Memasuki usia 30 tahun, Piala Dunia 1990 di Italia menjadi kesempatan terakhirnya untuk tampil bersama timnas di level tertinggi. Namun pelatih Uni Soviet saat itu, Valery Lobanovsky, memilih untuk tidak memanggilnya.

1990 juga menjadi tahun tersuram bagi Cherenkov. Ia bersama Rodionov mencoba peruntungannya di luar Uni Soviet. Tapi entah kenapa hanya Red Star Saint-Ouen dari divisi dua Liga Prancis yang tertarik dengan jasa Cherenkov. Bakat Soviet yang hebat bergabung dengan tim kecil asal Paris yang sama sekali tidak cocok dengan levelnya. Masalah psikologis yang tak terkendali membuat Cherenkov pulang ke Soviet lebih cepat dari kesepakatan kontrak.

Di senja kariernya, Cherenkov kembali ke pelukan Spartak Moscow pada 1991 dan 1993. Ia absen semusim penuh pada 1992 karena penyakitnya. Spartak menerima kondisi Cherenkov apa adanya. Kapanpun dia fit, pelatih siap menurunkannya. Suporter juga kangen menonton senyuman dari 'pesepakbola rakyat' yang kemudian pensiun pada 1994 ini.

Selepas gantung sepatu, Fyodor Cherenkov semakin bergumul dengan penyakitnya yang semakin serius. Kabarnya ia pernah melakukan percobaan bunuh diri satu kali.

Kasih sayang publik terlihat jelas ketika ia meninggal pada Oktober 2014 di usianya 55 tahun. Dia pingsan di halaman rumah dan dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit. Usai diautopsi, penyebabnya adalah tumor otak.

Pemakamannya dihadiri oleh ribuan orang. Mereka bukan hanya suporter Spartak Moscow saja, melainkan banyak orang yang datang dengan mengenakan syal Zenit St Petersburg, CSKA Moscow atau Dynamo Kyiv. Semua bersatu demi memberikan salam perpisahan untuk Cherenkov.

Dia lebih dari sekadar bintang sepakbola. Tidak ada seorang pun, bahkan kiper terhebat Uni Soviet, Lev Yashin, yang dipuja dengan tulus oleh banyak orang selain Fyodor Cherenkov.


TAG: Fyodor Cherenkov Spartak Moscow






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI