REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Formasi WM dan Perkembangannya


Angger Woro pada 2019-09-02 jam 12:00 PM


Gantigol/Oni Yuwantoro


Formasi WM merupakan formasi klasik yang digunakan di dunia sepakbola di era pertengahan abad 20-an. Formasi ini pertama kali dicetuskan oleh pelatih legendaris Arsenal bernama Herbert Chapman pada tahun 1925. Formasi ini lahir sebagai respon dari hadirnya aturan offside dalam sepakbola.

Disebut sebagai Formasi WM tak lepas dari bentuk dasar formasi ini yang membentuk huruf W di area penyerangan dan huruf M di lini pertahanan.

Bagian atas dari huruf W adalah dua sayap dan satu penyerang tengah, sementara bagian bawahnya adalah dua gelandang serang. Huruf M adalah kebalikannya. Bagian atas M adalah gelandang bertahan sedangkan bagian bawahnya adalah tiga bek. Apabila dilihat formasi angka maka formasi yang terbentuk adalah formasi 3-2-2-3.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by + GANTIGOL (@gantigol) on

Lahirnya skema ini berawal dari formasi permainan yang lebih klasik di era 1870-an yaitu formasi 2-3-5 atau dikenal sebagai formasi “Piramida”. Barulah kemudian, ketika masa-masa 1920-an di sepakbola Eropa muncul gagasan untuk mengembangkan peran lini tengah lebih lanjut. Bahwasanya pemain lima di depan memungkinkan dua pemain di antaranya (pemain ke-2 dan ke-4) untuk lebih mundur sebagai penghubung dengan tiga pemain tengah.

Ini berarti, tiga gelandang bisa mundur untuk membantu pertahanan dan membuat umpan–umpan pendek ke depan melalui dua pemain perantara sehingga tiga penyerang yang lain dapat leluasa bergerak. Formasi 2-3-5 pun tak berubah menjadi 2-3-2-3

Selain itu, kebutuhan mengubah formasi itu didorong oleh adanya peraturan baru yang diperkenalkan pada tahun 1925, yaitu aturan offside. Hal ini memaksa taktik untuk mengakomodasi perubahan hukum tersebut. Adaptasi formasi yang sukses dicapai akhirnya dilakukan oleh seorang pelatih klub liga Inggris, Arsenal, kala itu Habert Chapman.

Berawal dari kekalahan Arsenal 7-0 oleh Newcastle pada 23 Oktober 1925, Chapman dan kapten tim, Buchan, berunding untuk membahas pertandingan selanjutnya. Ide yang kemudian muncul adalah, bahwa alih-alih bermain dengan tiga orang di lini tengah, seharusnya hanya ada dua gelandang. Satu pemain tersisa ditempatkan sebagai bek tengah yang diapit dua bek dalam formasi sebelumnya.

Gagasan itu pun memperoleh formasi 3-2-2-3 (WM) klasik dengan posisi sebagai berikut:

3 (Left /Right Back and 1 central defender)

2 (defending midfielder )

2 (attacking midfielder)

3 (forward – outside left/right and central forward)

 

Aplikasinya, formasi ini tidak serumit dengan formasi permainan sepakbola modern sekarang. Sebab, sepakbola masa itu belum mengenal transisi, sehingga klub-klub pada saat itu hanya menugaskan pemain bertahan dan menyerang.Tidak  menuntut adanya perubahan posisi, dan mengesampingkan transposisi untuk memudahkan transisi.

Pemain bertahan akan ditugaskan untuk bertahan melindung gawang agar tidak kemasukan. Pemain tengah mengalirkan bola sedangkan pemain depan mencetak gol. Sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan sepakbola saat ini, di mana menyerang dan bertahan adalah tanggung jawab 11 pemain.


TAG: Formasi Strategi






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

3

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

4

Omelan Bang Ben dan Intensitas Permainan Timnas yang Buruk

5

Formasi WM dan Perkembangannya

LEGENDA HARI INI


Card image cap
05 March

Pada tanggal 5 Maret 1870, London menjadi tuan rumah pertandingan internasional pertama di dunia, dengan mempertemukan Timnas Inggris menghadapi sekelompok pemain Skotlandia yang berbasis di London. Pertadningan Itu berakhir imbang 1-1.


IKUTI KAMI