REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Hitam Putih yang Menyatukan Juventus dan Notts County


Aditya Hasymi pada 2020-10-15 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Italia dan Inggris begitu dekat hingga melahirkan hubungan Anglo-Italia. Keduanya begitu romantis dalam ikatan budaya yang diekspresikan melalui sepak bola.

Berbicara tentang sejarah calcio di Italia, andil Inggris sebagai negara yang mendaku diri sebagai penemu olahraga mengolah si kulit bundar ini tak bisa dikesampingkan. Konon, dari jasa para ekspatriat Inggris yang gemar melancong, deru sepak bola di negeri Pisa ini perlahan tumbuh.

Para pekerja dari negara Britannia yang mengadu nasib di Italia tak hanya mengejar nominal, namun juga membaur dengan warga setempat. Kedatangan mereka medio 1880 menjadi alasan bagaimana sepak bola modern berkembang di negara beribukota Roma ini. Genoa Cricket and Football Club menjadi awalan sebagai kesebelasan pertama yang berdiri di negara berbentuk republik ini. Sosok dokter Inggris bernama James Richardson Spensley menjadi inisiator yang kemudian juga turut melatih.

Berselang setahun kemudian, kota tetangga dari Genoa, Turin, juga mengawali derap sepak bolanya. Jasa seorang pedagang tekstil asal Inggris, Edoardo Bosio, yang membaur bersama masyarakat kota yang hanya berjarak 90 menit dari Genoa ini untuk kemudian mendirikan Torino Football and Cricket Club. Klub berlambang banteng ini menjadi satu-satunya kebanggaan kota Turin sebelum saudara mudanya, Juventus, lahir pada 1897.

Bak silsilah yang diturunkan secara turun temurun, klub sekota Il Toro, Juventus, ikut melanggengkan keharmonisan antara Italia dan Inggris. Klub berlogo zebra ini didirikan oleh sosok Englishmen dalam diri Tom Gordon Savage. Pria asal Nottingham yang kebetulan sedang menuntut ilmu di kota Turin ini menjadi sosok penghubung Si Nyonya Tua dengan klub Notts County dari hal yang tampak sederhana: jersey.

Andil Jersey yang Mendekatkan Juventus dan Notts County

Juventus, sebuah klub yang kini begitu mendominasi Serie A, dibangun atas dasar idealisme yang tinggi. Hal itu tak lepas dari para inisiatornya yang berlatar belakang cendekia muda. Sekelompok pelajar muda yang bersekolah setara Sekolah Menengah Atas bernama Liceo Classico Massimo D’Azeglio, bersepakat untuk membuat klub yang fokus pada permainan mengolah si kulit bundar, tak seperti pendahulunya yang masih bersinergi dengan olahraga kriket.

Begitu idealisnya Bianconeri waktu itu, seakan bernada anti-mainstream, jersey yang dikenakan menggunakan warna yang tak lazim. Kala itu di permulaan Juve berdiri,  pada tahun 1987, seragam tim yang dikenakan menggunakan warna merah muda. Warna yang akrab disebut pink ini membuat kesebelasan pengoleksi gelar scudetto terbanyak ini tampak mencolok di atas lapangan hijau. Namun, dalam perjalanannya, satu masalah yang sederhana namun menyusahkan muncul dari pemilihan warna yang tak lazim pada seragam ini. Keluhan muncul dari kitman La Vecchia Signora karena jersey pink yang digunakan mudah luntur ketika dicuci.

Tom Gordon Savage, yang kala itu sempat menjalani karir sebagai pemain Juve, diminta untuk mencari inspirasi untuk desain jersey terbaru. Sebagai seorang pemuda asal Nottingham yang gila bola, bayangan Savage langsung menuju pada kota kelahiran. Kerabatnya yang berada di kota yang terkenal dengan cerita Robin Hood ini. Sebuah momen epik terjadi ketika sobat yang dihubungi oleh pria yang bernama tengah Gordon ini kebetulan adalah seorang suporter dari Notts County. Akibat waktu yang terbatas, maka dikirimlah seragam bercorak strip hitam putih yang senada dengan jersey kebesaran The Magpies menuju Italia.

Warna Hitam putih kemudian muncul sebagai penciri dari klub sekota Torino ini. Bahkan, dari segi familiaritas, yang terbayang pertama kali dari publik tentang seragam yang merupakan padu padan dari unsur yin dan yang adalah jersey Juventus, melebihi pemakai sebelumnya yakni Notts County. Meskipun begitu, kesebelasan yang dijuluki Bianconeri karena corak seragamnya ini lantas tak melupakan andil dari Notts County. Juventus tetap menjalin hubungan dengan klub yang bermarkas di Meadow Lane ini walaupun secara kasta dan prestasi sangat berbanding terbalik.

Il Zebre memandang Notts County laksana seorang saudara tua. Keistimewaan tersebut benar-benar ditunjukkan ketika peresmian stadion baru Piemonte, Juventus Stadium, mengundang klub yang kini berada di League One ini sebagai tamu kehormatan. Dalam sebuah partai yang digelar pada 8 September 2011 yang lalu, aura persahabatan benar-benar terjalin, bukan hanya dari klub saja namun juga menembus batas  kepada para fans. Sebuah pesan kekerabatan antar klub yang berjarak 1400 km ini juga diabadikan dalam sudut monumental di Juventus Museum. Korespondensi melalui surat yang dilakukan oleh Savage ketika meminta bantuan jersey kepada kerabatnya di Nottingham tersimpan rapi agar publik mengetahui darimana corak hitam putih itu bermula.

Kekerabatan yang berawal dari hal sederhana, jersey, ternyata berdampak sangat luas. Apa yang ditunjukkan oleh Juventus dan Notts County seakan menjadi antitesis dari sepak bola modern, dimana satu kesebelasan dengan kesebelasan hanya berfokus bagaimana bisa unggul dari segala sisi, hingga terkadang mengesampingkan etos fair play. Pun dari sisi para pendukung, hubungan The Magpies dan Bianconeri seakan menepis stigma negatif ultras dan hooligan yang dekat dengan tindakan brutal saat mendukung tim pujaan.

Due Cuori, un’Anima Sola. Two hearts one soul. Hitam putih dalam balutan jersey yang mendekatkan Juventus dan Notts County. 


TAG: Juventus Fc Serie A Jersey Bola Notts County






BACA LAINNYA




LAPAK


BERITA POPULER


1

Dari DM Instagram, Terungkap Kualitas Vlado Sebagai Pelatih

2

Formasi WM dan Perkembangannya

3

Sejarah Formasi: 4-2-3-1, Gelandang Bertahan dan Pemain Nomor 10

4

Memahami Proses dan Menjaga Ekspektasi Bersama Seto

5

Filosofi Sepakbola Indonesia Adalah Pertala

LEGENDA HARI INI


Card image cap
23 October

Pada tanggal 23 Oktober 1973, pemain Derby County menuntut kepada manajemen agar Brian Clough diperkerjakan kembali sebagai pelatih. Sebuah surat yang ditandatangani oleh setiap anggota tim utama diserahkan kepada ketua klub setelah Clough dan asistennya mengundurkan diri.


IKUTI KAMI