REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Jens Petter Hauge, Viking Baru Kota Milan


M Bimo pada 2020-10-28 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Sepakbola Norwegia seperti sedang menyambut era keemasan baru. Nama-nama talenta muda seperti Erling Haaland, Sander Berge dan Kristoffer Ajer belakangan ini melejit menjadi pemain kunci di timnya masing-masing.

Jens Petter Hauge menyusul di daftar pemain masa depan Norwegia. Ia baru saja bergabung bersama AC Milan pada musim ini dan mulai menarik perhatian para suporter.

Nama Hauge mungkin masih asing di telinga fans AC Milan atau bahkan penyuka sepakbola Eropa. Wajar saja, Milan adalah klub raksasa Eropa pertama yang pernah Hauge bela. Sebelumnya, winger 21 tahun ini banyak berkembang di divisi teratas Liga Norwegia, Eliteserien, bersama FK Bodo.

Rossoneri pertama kali bertemu Hauge ketika melawan Bodo di babak ketiga kualifikasi Europa League September lalu. Pemain ini berkontribusi besar pada dua gol Bodo dengan mencetak satu gol dan juga satu assist pada pertandingan tersebut.

Lalu sebulan kemudian, Hauge resmi berseragam merah-hitam usai diboyong ke San Siro dengan mahar 5 juta Euro. Ia memulai debutnya di Serie A ketika diturunkan pada matchday ketiga kontra Spezia Calcio. Hanya bermain selama 19 menit, hitung-hitung pemanasan untuk wonderkid satu ini

Hauge tampaknya cukup cepat beradaptasi dengan permainan tim. Meski hanya diturunkan 10 menit pada pertandingan Grup H Europa League kontra Celtic, ia berhasil mengemas satu gol dan memberikan tanda kehadirannya sebagai viking baru Milan.

Dari kota kecil Norwegia Utara menuju kota metropolitan Italia

Jens Petter Hauge lahir di kota kecil bernama Bodo yang terletak di Norwegia Utara. Meski berada di lingkaran kutub dengan cuaca yang sangat dingin, sepakbola masih menjadi olahraga paling banyak diminati di sana.

Sebagai anak laki-laki pada umumnya, Hauge juga menyukai sepakbola sejak kecil. Ia kemudian mendaftarkan diri pada akademi FK Bodo sejak usia 13 tahun.

Hauge memiliki bakat di atas rata-rata pemain muda Norwegia lainnya. Wajar jika kemudian pada 2016 ia memulai debutnya di tim senior Bodo sejak usia 16 tahun. Winger lincah ini mencatatkan 20 penampilan pada musim debutnya itu.

Hauge adalah pemegang rekor pencetak gol termuda Eliteserien. Meski pada musim yang sama, klubnya harus terdegradasi. Namun musim berikutnya, Hauge menjadi salah satu pemain kunci dengan mencatatkan 13 assist dan dua gol serta berhasil membawa FK Bodo naik ke Eliteserien lagi.

Pada 2018, posisi pemain muda ini digeser oleh pemain yang lebih senior. Hasilnya ia pun dipinjamkan ke tim divisi dua, Aalesund FK untuk membuktikan diri.

Dengan hengkangnya beberapa pemain senior pada musim selanjutnya, Hauge kembali ke tim utama Bodo dan mulai mendapat tempat utama lagi. Musim lalu adalah musim terbaiknya di Bodo. Hauge mencetak 19 gol dalam 22 pertandingan di semua kompetisi, termasuk ke gawang AC Milan. Selain itu, Hauge juga mencetak 10 assist pada musim lalu.

Tidak heran jika kemudian Milan meminangnya di akhir batas waktu jendela transfer setelah kabarnya, mereka sudah mengincar Hauge sejak Juni. Angka 5 juta Euro untuk mengontrak wonderkid seperti Hauge pun tampaknya tidak terlalu berisiko. Bahkan harga jualnya bisa berkali-kali lipat lebih mahal jika nantinya pemain ini mampu bersinar bersama Rossoneri.

Hauge harus bersabar untuk masuk skuat inti

Jens Petter Hauge sejatinya berposisi di sayap kiri dengan kemampuan kaki kanan. Saat di Bodo, ia bahkan sesekali ditempatkan di posisi penyerang dalam. Di bawah arahan Kjetil Knutsen, pelatih FK Bodo, pemain ini berkembang dengan baik dengan formasi tim 4-3-3. Ia umumnya sering ditempatkan di posisi aslinya yakni sayap kiri.

Pemain 21 tahun ini dipercaya punya insting yang bagus dalam mencari ruang meski sempit. Dipadukan dengan kemampuan dribbling yang hebat, kecepatan dan kontrolnya juga bisa membuatnya menjadi mimpi buruk pertahanan lawan.

Catatan menarik pada Eliteserien 2019, Hauge cukup banyak mencetak gol dan assist meski dirinya tak dimainkan sebagai starter. Sebanyak 29 pertandingan yang ia mainkan pada dua musim lalu itu, Hauge turun sebagai pemain pengganti 21 kali dan mengemas tujuh gol serta dua assist.

Namun namanya juga pemain muda, masih banyak yang harus dikembangkan dari permainannya. Sebagai winger, Hauge harus banyak menyuplai umpan silang. Namun pada dua musim terakhir, ia hanya melakukan 28 kali umpan silang. Tapi ini dipercaya karena gaya bermain Bodo yang memang jarang menerapkan umpan-umpan silang.

Selain itu, Hauge masih sering gegabah dalam pengambilan keputusan. Ia lebih memaksakan mengambil tendangan ke gawang padahal mungkin ada pilihan yang lebih mudah untuk mengumpan ke tengah. Yah, namanya juga pemain muda, semangat untuk mencetak gol sendiri masih menggebu-gebu.

Meski demikian, Hauge bisa menjadi pemain yang tepat untuk mengisi kedalaman skuat Rossoneri. Beberapa tahun belakangan, kedalaman skuat memang menjadi isu yang harus diperbaiki dari tim. Ini adalah salah satu langkah yang sedang dilakukan dalam proses pembangunan ulang tim Rossoneri.

Terlebih ketika musim Covid-19 begini, klub sepakbola memang harus memiliki kedalaman skuat yang baik. Sebab, pemain kunci yang bisa saja tiba-tiba positif virus bisa menjadi batu sandungan tak terduga.

Saat ini, mungkin Hauge akan lebih banyak menjadi penghangat bangku cadangan Rossoneri. Adanya Ante Rebic dan Brahim Diaz yang menjadi pilihan utama Stefano Pioli membuat ia harus bersabar dahulu. Ia harus membuktikan dengan mencetak gol atau assist ketika mendapat kesempatan diturunkan sebagai pemain cadangan, seperti yang dilakukannya pada pertandingan versus Celtic atau yang ia lakukan ketika masih bersama Bodo dua tahun yang lalu.

Pemain timnas Norwegia U21 ini akan menjadi pengganti yang sempurna untuk Ante Rebic atau Brahim Diaz jika Milan memutuskan untuk tidak mengontrak pemain Spanyol itu di akhir musim nanti.

Kedatangan Hauge ke Milan sendiri sebenarnya cukup bersejarah. Ia menjadi pemain Norwegia pertama sejak Steinar Nilsen sempat berseragam Rossoneri pada musim 1997-1998. Ada harapan yang begitu tinggi di pundak anak muda asal Bodo ini untuk mengikuti kesuksesan pemain-pemain muda Norwegia lain yang sedang bersinar.

Meski begitu, Hauge tidak sendiri. Dia bergabung bersama pemain Skandinavia lain seperti Zlatan Ibrahimovic dan Simon Kjaer sebagai bagian dari invasi Viking baru di AC Milan.


TAG: Jens Petter Hauge Milan Serie A






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI