REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Jorge Campos, Kiper Eksentrik yang Getol Cetak Gol


Aditya Hasymi pada 2020-10-28 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Menjadi seorang kiper dengan kemampuan menghalau bola masuk gawang pada era 1990an merupakan hal yang biasa. Tampak eksentrik adalah nilai tambah dan seorang Jorge Campos di bawah mistar adalah contoh penggambaran yang tepat.

Nama-nama seperti Peter Schmeichel, David Seaman, ataupun Oliver Kahn telah menahbiskan dirinya sebagai penjaga gawang terbaik beberapa dekade terakhir. Pembawaan yang garang dan penyelamatan gemilang menjadi kesamaan dari ketiganya di lapangan hijau.

Namun, ketika bermain garang dan sigap dalam menyelamatkan gawang dianggap sebagai modal utama kiper sukses di Eropa, hal tersebut belum ada seujung kuku dari apa yang ditawarkan oleh para penjaga gawang di dataran Amerika Latin.

Apa yang dipertontonkan oleh Rene Higuita, Jose Luis Chilavert, dan Jorge Campos ketika menjaga gawang merupakan antitesis dari kebanyakan pemain yang berposisi sebagai kiper. Mereka yang besar sebagai penjaga gawang di kompetisi Amerika Latin selalu berpikir, bagaimana agar posisi ini tak hanya soal menghalau bola. Seorang kiper juga harus terlibat dalam skema permainan tim.

Dari Higuita, Chilavert, dan Campos jatidiri seorang kiper menjadi amat luwes. Geraknya kadang di luar nalar bagi pemain dengan posisi di depan mulut gawang kala itu. Seorang kiper bisa memainkan bola di kakinya dengan melewati pemain lawan hingga bergerak di luar dari daerah operasinya.

Satu nama yang patut digarisbawahi ketika berbicara akan seorang kiper yang bermain di luar lazimnya adalah Jorge Campos. Ketika Higuita tampak aneh dengan tendangan kalajengking yang ikonik, lalu Chilavert yang anti-mainstream sebagai eksekutor penalti utama, penjaga gawang tim nasional Meksiko ini mampu bermain multi posisi dan diingat dengan corak seragamnya yang menyilaukan mata.

Dari Striker Kemudian Menjadi Kiper

Sebagai seorang pesepakbola, Jorge Campos merupakan pemain yang cukup versatile, atau dapat ditempatkan lebih dari satu posisi. Pria kelahiran Acapulco ini sempat mencicipi posisi penyerang di awal karirnya.

Ceritanya pun cukup unik bagaimana Campos menjajal pos striker pada awalnya. Di klub professional ia melakukan debut, Pumas UNAM, sudah ada penjaga gawang pilihan utama bernama Adolfo Rios. Bukan hal mudah pula untuk memaku posisi kiper utama kala itu, mengingat Campos belum pernah teruji di laga resmi dan tinggi tubuh 168 m tampak tak begitu menyakinkan.

Daripada hanya menjadi penghangat bangku cadangan sebagai kiper kedua, lebih baik bermain sebagai penyerang, pikir pemain kelahiran tahun 1966 ini.

Permintaan dari Campos yang sangat berbeda dari kebanyakan direstui sang pelatih. Jadilah di musim 1988/1989, dirinya bermain sebagai striker Pumas UNAM. Kesempatan tersebut dimanfaatkan betul oleh pemain dengan nama tengah Francisco ini. 14 gol yang ditorehkan dalam musim perdananya di Pumas Universitarios seolah membenarkan keputusan Campos maju sebagai penyerang.

Setelahnya adalah Jorge Campos yang kita kenal sebagai kiper jempolan. Kosongnya pos penjaga gawang utama setelah Adolfo Rios hengkang ke Tiburones Rojos, membuka ruang bagi Campos sebagai pilihan utama. Kembali, kesempatan tak disia-siakan oleh pemain berjuluk ‘El Brody’ ini untuk menorehkan tinta emas bagi Pumas UNAM. Pada musim 1990/1991 kala Campos menjadi kiper seutuhnya, gelar juara Liga Meksiko mampir ke Stadio Olimpiade Universitario, setelah sukses mengalahkan Club America sebagai rival.

Tak hanya menjadi juara pada musim 90/91, Pumas UNAM juga banyak dipuji dengan gaya permainan yang relatif baru kala itu. Klub berlambang hewan khas Meksiko ini bermain dengan garis pertahanan yang cukup tinggi. Akibatnya, seluruh elemen tim terlibat dalam skema membangun serangan, termasuk sang kiper yang dikomandoi oleh Campos.

Pengalaman Jorge Campos ketika di posisi striker membuat dirinya begitu fasih dalam membaca permainan. Tak jarang dari posisinya yang berada di belakang semua kompatriotnya, dia memberikan instruksi secara cermat. Bahkan, untuk lebih menajamkan serangan, Campos tak ambil pusing untuk membawa si kulit bundar hingga nyaris ke tengah lapangan.

Kombinasi dari reflek yang tangkas, kemampuan membaca permainan, dan nyaman ketika bola berada di kaki membuat Campos menjadi cetak biru dari kiper masa kini. Sepak bola modern telah menyuguhkan keadaan bahwa penjaga gawang harus terlibat dalam permainan agar tim mampu meraih kemenangan. Sehingga, bisa dikatakan bahwa apa yang ditunjukkan oleh Campos di medio 90an lalu, adalah arketipe dari role baru seorang penjaga gawang: sweeper-keeper.

Kostum Nyentrik Sebagai Pembeda

Satu hal yang sangat mudah melihat Jorge Campos sangat berbeda dari kiper-kiper yang lain adalah kostum nyentriknya. Ya, pilihan warna seragam dengan corak warna yang begitu menyilaukan mata  yang dikenakan kala merumput, membuat namanya abadi sebagai pemain sepak bola.

Jorge Campos bukan hanya seorang penjaga gawang, namun juga seorang desainer. Apa yang ia rancang dan kenakan kala berlaga ikut andil dalam evolusi seragam kiper.

Tumbuh besar di kawasan pinggir pantai Pasifik Meksiko turut mengilhami Campos akan desain dari seragam yang ia kenakan. Kostum kiper dengan corak warna sangat beragam, yang tampak menyala saat diterpa sinar matahari, konon terbawa dari masa kecil Campos dengan berselancar di pantai selepas berlatih sepak bola.

Dalam sebuah esai berjudul ‘One Colorful Character: The Uniforms of Mexico’s Goalie are Bold and Flashy by Design His Own’ yang dituliskan oleh Grahame L. Jones, pemain dengan 130 caps timnas ini membenarkan bahwa desain seragamnya merepresentasikan masa kecilnya.

“Dalam desain kostum yang saya buat, terpancar apa yang saya alami waktu kecil: pasir, laut, dan matahari di Acapulco. Sedikit banyak idenya juga berasal dari pakaian peselancar yang saya temui sehabis berlatih sepak bola”, ujar Campos seperti dikutip dari Los Angeles Times.

“Saya sangat kagum dengan pakaian brilian mereka (peselancar). Warna-warna itu adalah identitas saya. Melalui hal tersebut kepribadian dan sejarah saya terbentuk”, lanjut Campos seperti yang dikutip pada esai yang terbit pada momen Piala Dunia 1994.

Alhasil, warna seragam yang begitu berkilau telah menjadi asosiasi dari diri Campos. Dimana ada jersey dengan warna menyilaukan mata dengan ukuran gombrong, maka disitulah pemain yang dinobatkan sebagai kiper terbaik ketiga pada gelaran Piala Dunia di Amerika Serikat itu berlaga.

Ide membuat desain seragamnya sendiri tidak hanya berhenti pada sebuah citra diri yang melekat bagi Jorge Campos. Efeknya menjadi sebuah tren fashion, baik di masyarakat maupun di sepak bola itu sendiri.

Anak-anak muda Meksiko turut pede mengenakan baju warna mencolok dan kedodoran di era 90an. Hal tersebut seturut dengan mencuatnya nama Campos seperti yang ditulis dalam buku ‘Latino Athletes’ karangan Ian C. Friedman.

Sementara di kancah bal-balan, apa yang dilakukan Campos mengubah pandangan bahwa seragam kiper haruslah bercorak gelap dan menggunakan satu warna. “Pola monoton yang dikenakan dalam seragam kiper telah berevolusi. Sosok Jorge Campos dengan seragam eksentriknya kala menjaga gawang tim nasional Meksiko menjadi corong perubahan itu”, tulis Richard Witzig dalam bukunya ‘The Global Art of Soccer’.

Seorang penjaga gawang adalah pembeda dalam sebuah pertandingan sepak bola. Jorge Campos sedari awal kemunculanya telah memperlihatkan sisi tersebut dengan laku eksentrik, baik dari apa yang ia kenakan maupun apa yang ia pertontonkan.


TAG: Jorge Campos Kiper Jersey






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI