REGISTER
Keranjang Anda Kosong
Total:
0

Juventus Stadium Rumah yang Nyaman bagi si Nyonya Tua


M Bimo pada 2020-07-19 jam 12:00 PM


Gantigol/Ilham Dito


Suporter Juventus wajib berbangga karena raksasa Serie A ini menjadi klub Italia pertama yang membangun dan memiliki stadion sendiri. Stadion ini usianya belum sampai satu dekade atau tepatnya pertama kali diresmikan pada 8 September 2011.

Terletak di Kota Turin, Torino, stadion yang memiliki nama komersial Allianz Stadium ini didirikan berlatar belakang protes dari para suporter yang tak puas dengan stadion lama. Sebelum di Juventus Stadium, klub berjuluk Nyonya Tua ini bermarkas di Stadion Delle Alpi. Stadion ini awalnya merupakan kandang bersama Torino dan Juventus.

Namun manajemen mulai banyak mendapat kritikan dari suporter yang tak puas dengan Delle Alpi. Harga tiket yang terus naik setiap musim, namun suporter nyatanya tak dapat penglihatan yang cukup bagus dari kursi tribun ke lapangan. Para suporter Juventus mengungkapkan kalau jarak antara tribun dan lapangan dinilai terlalu jauh.

Dampak dari protes ini adalah banyak suporter yang mulai tidak mau datang ke stadion. Alasan mereka cukup masuk akal, daripada mengeluarkan banyak uang untuk nonton di stadion dengan pandangan yang kurang bagus, mending nonton di televisi saja. Di TV ada bonus replay-nya juga lagi.

Inilah yang mendasari manajemen Juventus menginvestasikan dana sebesar 120 juta Euro atau setara dengan Rp 2 triliun untuk pembangunan stadion baru. Juventus Stadium kemudian mulai direncanakan dibangun di tanah bekas Stadion Delle Alpi. Markas lama Juventus ini digusur lalu kemudian pembangunan stadion baru dimulai pada 2009.

Butuh waktu dua tahun untuk stadion baru Juventus ini selesai sepenuhnya. Manajemen si Nyonya Tua juga tampaknya tak mau main-main dalam proyek besar ini. Mereka memakai jasa dari tiga arsitek sekaligus yakni Hernando Suarez, Gino Zavanella dan Giorgetto Giugiaro.

Tujuan dari pembangunan stadion baru ini tentu saja untuk membuat rumah yang lebih nyaman bagi suporter. Salah satunya adalah jarak antara tribun dan lapangan yang lebih dekat. Oleh karena pada Juventus Stadium tidak memiliki lintasan lari seperti yang dimiliki Delle Alpi.

Selama proses pembangunan Juventus Stadium, klub pemegang rekor juara Serie A delapan musim berturut-turut ini mengungsi ke Stadion Olimpico Turin sampai 2011.

Juventus menjadi salah satu dari tiga klub Italia yang memiliki stadion sendiri. Selain Juve, ada juga Udinese Calcio yang memiliki Mapei Stadium dan U.S. Sassuolo Calcio yang punya Friuli Stadium.

Bukan sekadar stadion biasa

Proyek pembangunan Juventus Stadium akhirnya rampung pada 2011. Seremoni pembukaan stadion ini mengundang klub asal Inggris, Notts County untuk laga persahabatan dengan hasil pertandingan 1-1. Luca Toni mencatatkan namanya sebagai pemain pertama yang mencetak gol di stadion ini.

Sementara itu, Notts County juga pernah berbalik mengundang Juventus ke kandang mereka, Meadow Lane pada 2012 untuk perayaan ulang tahun ke-150 klub. Juventus memainkan laga resmi mereka di kandang baru yaitu ketika menghadapi Parma dalam laga perdana Serie A musim 2011-2012.

Juventus Stadium memiliki kapasitas 41.507 penonton. Jumlah ini sebenarnya lebih sedikit ketimbang Stadion Delle Alpi yang mampu menampung sekitar 69.000 penonton. Juventus Stadium memiliki rekor penonton terbanyak yang diraih pada 7 Desember 2018. Saat itu setidaknya ada 41.495 penonton hadir untuk menyaksikan laga Juventus versus AC Milan.

Ada empat nama tribun yang dimiliki stadion ini. Pertama ada tribun Curva Nord. Tribun ini menjadi rumah bagi ultras Juventus. Di seberangnya ada tribun Curva Sud. Tribun bagian selatan ini juga diisi oleh para suporter dengan aliran garis keras.

Tribuna Est alias tribun timur memiliki dua tingkat. Sementara itu Tribuna Ovest yang berada di barat adalah tribun VIP yang di bawahnya terdapat terowongan pemain, ruang ganti dan ruang istirahat.

Dari luar stadion ini memang tampak sangat mewah. Begitu juga pemandangan dari tribun yang kini lebih terlihat jelas dan dekat dengan lapangan. Tapi selain lapangan sepak bola, di dalam stadion ini juga terdapat pusat hiburan, bisnis, belanja dan kuliner. Di pusat perbelanjaannya saja ada 60 toko, dua bar dan tiga restoran. Kondisi ini membuat Juventus Stadium disebut sebagai integrated stadium.

Selain itu, Juventus Stadium juga dibangun dengan teknologi yang mutakhir dan ramah lingkungan. Stadion ini bisa menghasilkan listrik sendiri dari pemanfaatan panel surya yang menangkap energi dari sinar matahari. Pemanfaatan teknologi ini menjadikan stadion ini punya fasilitas air hangat di ruangan-ruangan yang ada di stadion.

Dengan sederet fasilitas wah yang dimiliki Juventus Stadium, tentu ini jadi stadion impian bagi para suporter Nyonya Tua. Namun, Juventus Stadium berdiri tidak hanya sebagai stadion biasa. Bangunan ini juga jadi rumah yang nyaman bagi klub asal ibu kota Italia ini sendiri.

Sejak bermarkas di sini, belum ada yang bisa menghentikan dominasi Juventus di ajang Serie A. Mereka terus mengakhiri musim dengan status juara mulai dari musim 2011-2012 hingga musim 2018-2019. 

Namun satu yang belum bisa diraih Juventus meski sudah berpindah stadion. Apalagi kalau bukan meraih juara Champions League. Prestasi terbaik klub ini di kancah Eropa hanya sampai di babak final Champions League musim 2014-2015 dan 2016-2017 saja. Dua kesempatan itu belum mampu membawa pulang trofi ajang bergengsi Eropa ke Juventus Stadium.

Sembilan tahun berdiri adalah waktu yang sebentar bagi sebuah stadion yang dimiliki oleh klub raksasa Italia. Tentu saja manajemen klub ini akan terus mengembangkan kompleks Juventus Stadium semakin besar setiap tahunnya.

Ini terlihat dari pergerakan mereka saat mengakuisisi beberapa tanah di sekitar stadion pada 2010. Tanah tersebut telah dikontrak oleh Juventus selama 50 tahun. Nantinya di tanah ini akan dibangun kantor pusat klub, sekolah sepak bola Juventus, hotel dan masih banyak lagi.

Dalam beberapa tahun ke depan, dijamin Juventus Stadium dan daerah sekitarnya bakal terlihat megah sekali. Terlebih bangunan-bangunan penunjang di sekitarnya juga dibuat terintegrasi dengan klub. Wah, pasti bakal keren banget!


TAG: Juventus Allianz Stadium Stadium Series Serie A






BACA LAINNYA


LAPAK


ARTIKEL POPULER


LEGENDA BULAN INI


IKUTI KAMI